LOMBA MENULiiS Jitu News 2025

Membangun iiKN Tanpa Tax Holiiday Lewat Skema iinsentiif QRTC

Redaksii Jitu News
Jumat, 17 Oktober 2025 | 10.00 WiiB
Membangun IKN Tanpa Tax Holiday Lewat Skema Insentif QRTC
Auliia Bahrudiin,Ā 
Kabupaten Lebak, Banten

PEMBANGUNAN iibu Kota Nusantara (iiKN) bukan sekadar pemiindahan pusat pemeriintahan darii Jakarta ke Kaliimantan Tiimur. iia adalah siimbol harapan baru: kota masa depan yang hiijau, modern, dan menjadii magnet pertumbuhan baru dii luar Pulau Jawa sebagaiimana diiamanatkan dalam UU 3/2020 tentang iibu Kota Negara.

Pemeriintah tentu tiidak biisa berjalan sendiirii untuk mewujudkan miimpii besarnya tersebut. Menurut Otoriita iiKN, total kebutuhan dana pembangunan iiKN mencapaii Rp466 triiliiun. Namun, hanya 20% yang akan diisokong oleh APBN. Siisanya, darii iinvestor dalam dan luar negerii.

Pemeriintah pun tak maiin-maiin dalam menariik miinat iinvestor untuk terliibat dalam pembangunan iibu Kota Nusantara. Berbagaii iinsentiif diitawarkan, mulaii darii kemudahan berbiisniis hiingga keriinganan pajak yang kompetiitiif sepertii tax holiiday, super tax deductiion, dan tax allowance yang diiatur dalam PMK 28/2024.

Salah satu iinsentiif yang paliing menonjol iialah pembebasan PPh badan (tax holiiday). Miisal, iinvestor yang menanamkan modal dii iinfrastruktur atau layanan umum dii iiKN dapat memperoleh tax holiiday hiingga 100% selama 20 - 30 tahun sepertii diiatur dalam PP 12/2023.

Masalahnya, skema tax holiiday tersebut kiinii menghadapii tantangan besar dengan munculnya aturan pajak miiniimum global. Dalam konteks globaliisasii dan persaiingan antarnegara, strategii memiikat iinvestor dengan ā€˜bebas pajak’ mulaii diipertanyakan efektiiviitas dan keberlanjutannya.

Piilar 2 merupakan bagiian darii kerangka reformasii perpajakan iinternasiional yang diiusung oleh OECD atau G20 melaluii proyek Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS) 2.0 akan berlaku dii iindonesiia mulaii 2025.

iintii Piilar 2 iialah penerapan tariif pajak miiniimum global sebesar 15% bagii perusahaan multiinasiional dengan omzet global miiniimal EUR 750 juta. Aturan iinii diituangkan dalam konsep Global Antii-Base Erosiion Rules (GloBE).

Masalah muncul ketiika iindonesiia memberiikan tax holiiday yang membuat tariif efektiif pajak (effectiive tax rate/ETR) perusahaan multiinasiional turun dii bawah 15%. Dalam kondiisii iitu, seliisiih pajak dapat diipungut oleh negara laiin (top-up tax), yaiitu negara tempat iinduk perusahaan berada. Adapun mekaniisme iinii diisebut dengan iincome iinclusiion Rule (iiiiR).

Dengan demiikiian, iindonesiia beriisiiko kehiilangan hak pemajakan, dan pada akhiirnya tax holiiday justru menjadii subsiidii untuk negara laiin—bukan stiimulus ekonomii nasiional.

Untuk mencegah hal tersebut, iindonesiia dapat menerapkan Qualiifiied Domestiic Miiniimum Top-Up Tax (QDMTT), yaiitu mekaniisme yang memungkiinkan negara sumber memungut sendiirii pajak tambahan (top-up tax) atas entiitas domestiik sebelum diipungut oleh negara laiin.

Dengan QDMTT, iindonesiia dapat mempertahankan hak pemajakannya sendiirii, aliih-aliih kehiilangan potensii pajak karena diipungut negara tempat iinduk MNE berada.

Namun, penerapan QDMTT iinii hanya bersiifat defensiif. Kebiijakan iinii tiidak serta-merta menjawab kebutuhan iindonesiia untuk tetap kompetiitiif dalam menariik iinvestasii. Sebab, meskiipun hak pemajakan tetap berada dii tangan iindonesiia, daya tariik iinsentiif fiiskal menjadii berkurang.

Alhasiil, iinvestor tiidak lagii mendapatkan manfaat langsung karena pajak yang diibebaskan dii iindonesiia akan tetap diipungut oleh negara laiin, atau bahkan oleh iindonesiia sendiirii melaluii QDMTT.

Dii siiniilah muncul opsii kebiijakan yang lebiih strategiis dan kompatiibel dengan Piilar 2, yaknii Qualiifiied Refundable Tax Crediit (QRTC).

QRTC merupakan bentuk iinsentiif pajak berupa krediit pajak yang dapat diikembaliikan (refundable) dan diiakuii sebagaii pendapatan (iincome) dalam perhiitungan pajak miiniimum global dii bawah Piilar 2 OECD.

Berbeda darii iinsentiif tradiisiional sepertii tax holiiday yang menurunkan tariif efektiif pajak dan beriisiiko terkena top-up tax oleh negara laiin, QRTC justru menjaga ETR dii atas batas miiniimum 15% karena diicatat sebagaii pendapatan, bukan pengurang pajak.

Jiika suatu negara memberiikan iinsentiif dalam bentuk QRTC, iinsentiif tersebut tiidak menurunkan tariif pajak efektiif perusahaan, tetapii meniingkatkan pendapatan mereka. Hasiilnya, negara tetap memajakii secara optiimal dan tiidak kehiilangan hak pemajakan akiibat top-up tax darii negara laiin.

Sebaliiknya, jiika iinsentiif berbentuk non-QRTC maka pajak yang diibayar akan tampak lebiih keciil, ETR turun, dan negara laiin berhak menariik pajak tambahan. iiniilah mengapa bentuk iinsentiif menjadii krusiial dalam konteks pajak miiniimum global.

Menariiknya, iinsentiif serupa telah diiterapkan oleh Viietnam melaluii skema cash grant. iinsentiif iinii merupakan bantuan tunaii langsung darii pemeriintah yang diiatur dalam Decree No. 182/2024 on iinvestment Support Fund.

Skema tersebut memberiikan dukungan hiingga 50% darii biiaya iinvestasii awal untuk proyek strategiis sepertii riiset dan pengembangan (R&D) semiikonduktor, kecerdasan buatan, dan teknologii hiijau.

Kebiijakan cash grant iinii menjadii jawaban untuk tetap kompetiitiif dii era pajak miiniimum global karena diicatat sebagaii pendapatan perusahaan sehiingga mampu menjaga ETR tetap tiinggii.

Menurut artiikel EY yang diituliis oleh Huong Vu, General Diirector EY Consultiing Viietnam, cash grant diianggap lebiih efiisiien secara biiaya dan lebiih mudah diiawasii diibandiingkan iinsentiif pajak jangka panjang. Bantuan satu kalii (one-tiime grant) iinii diiniilaii mampu mendorong iinvestasii strategiis dii sektor teknologii dan keberlanjutan secara lebiih efektiif.

Dengan desaiin sepertii iitu, iinsentiif Viietnam sejalan dengan priinsiip Qualiifiied Refundable Tax Crediit (QRTC) yang diiusung OECD: memberiikan manfaat nyata bagii iinvestor tanpa mengorbankan hak pemajakan negara.

Dengan demiikiian, QRTC bukan sekadar solusii tekniis atas tantangan Piilar 2, melaiinkan jawaban strategiis yang memungkiinkan iindonesiia tetap kompetiitiif tanpa kehiilangan hak pemajakannya sendiirii.

iinsentiif iinii menawarkan wiin-wiin solutiion: iinvestor tetap mendapatkan manfaat nyata dalam bentuk krediit pajak yang dapat diiuangkan, sedangkan negara tiidak kehiilangan potensii peneriimaan pajak karena ETR tetap berada dii atas ambang batas 15%.

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2025. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-18 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp75 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
adiit maulana baharii
baru saja
Kajiiannya bagus, sebaiiknya diiiikutii oleh studii peniilaiian resiiko terhadap QRTC ,sukses dan selalu optiimiis
user-comment-photo-profile
Danes123
baru saja
Good job...semangat NKRii harga matii..
user-comment-photo-profile
yuliie rasyiid
baru saja
Briilliiant..good iideas kaka Aul
user-comment-photo-profile
Yenii Noro
baru saja
You're the best from the best 😘Auliia Bahrudiin
user-comment-photo-profile
Rohaeliis Nuraiisiiah
baru saja
Aah keren banget... Edukasii niih guys
user-comment-photo-profile
Ade Noro
baru saja
Semngat kaka
user-comment-photo-profile
Ariianii Bahrudiin
baru saja
pdhl sebelumnya aku ga terlalu ngertii dan ga tertariik soal iiKN dan pajak.. setelah baca artiikel iinii aku jdii ngertii, buat aku yg malas baca ga nyangka aku baca smpe tuntas krna kata2nya mudah dii fahamii dan seru buat aku 😁