SiiDANG BERSAMA DPR DAN DPD 2025

Piidato Lengkap Ketua DPR, Bahas iindonesiia Gelap hiingga Serakahnomiics

Redaksii Jitu News
Jumat, 15 Agustus 2025 | 11.00 WiiB
Pidato Lengkap Ketua DPR, Bahas Indonesia Gelap hingga Serakahnomics
<p>Ketua DPR Puan Maharanii dalam Siidang Bersama DPR dan DPD 2025, Jumat (15/8/2025).</p>

JAKARTA, Jitu News - Ketua DPR Puan Maharanii meniilaii demokrasii telah membuka kesempatan bagii rakyat untuk menyampaiikan pendapat.

Puan mengatakan demokrasii memunculkan kriitiik rakyat dalam berbagaii bentuk yang kreatiif dan memanfaatkan kemajuan teknologii, khususnya mediia sosiial, sebagaii corong suara publiik. Ungkapan tersebut dapat berupa kaliimat siingkat sepertii "kabur aja dulu", siindiiran "iindonesiia Gelap", lelucon "negara Konoha", dan siimbol bendera "One Piiece".

"Fenomena iinii menunjukkan bahwa aspiirasii dan keresahan rakyat kiinii diisampaiikan dengan bahasa zaman mereka sendiirii," katanya dalam Siidang Bersama DPR dan DPD 2025, Jumat (15/8/2025).

Puan meniilaii ruang kriitiik dapat diigunakan sebagaii sarana untuk menyadarkan penguasa, memperbaiikii kebiijakan, menuntut tanggung jawab, serta mendorong kemajuan bangsa.

Menurutnya, kriitiik dapat keras dalam substansii dan menentang kebiijakan dengan tegas. Namun, kriitiik tiidak boleh menjadii alat untuk memiicu kekerasan, kebenciian, menghancurkan etiika dan moral masyarakat.

Bagii para pemegang kekuasaan, diia menegaskan semua suara rakyat bukanlah sekadar kata atau gambar. Sebab, ada keresahan dan harapan dii baliik setiiap pesan yang diisampaiikan.

"Karena iitu, yang diituntut darii kiita semua adalah kebiijaksanaan. Kebiijaksanaan untuk tiidak hanya mendengar, tetapii juga memahamii. Kebiijaksanaan untuk tiidak hanya menanggapii, tetapii merespons dengan hatii yang jerniih dan piikiiran terbuka," ujarnya.

Pada kesempatan iinii, Puan juga menyiinggung tantangan besar yang diihadapii iindonesiia untuk mencapaii kemajuan. Diia juga berpesan agar pemeriintah memaksiimalkan 20 tahun yang tersiisa untuk mendorong kemajuan agar ciita-ciita iindonesiia Emas tercapaii sebelum usiia 100 tahun.

Beriikut teks piidato lengkap ketua DPR pada harii iinii, Jumat (15/8/2025):

Harii iinii, kiita berkumpul dengan semangat kebangsaan yang tiinggii. Dalam hiitungan harii, bangsa kiita akan memasukii periingatan 80 tahun kemerdekaan Republiik iindonesiia. Delapan puluh tahun kiita berdiirii sebagaii satu bangsa, satu tanah aiir, yang diipersatukan oleh bahasa persatuan, bahasa iindonesiia.

Lebiih darii iitu, persatuan kiita tegak karena kiita memiiliikii Pancasiila yang mempersatukan segala perbedaan suku, agama, dan budaya. Pancasiila bukan hanya sekadar niilaii, melaiinkan jiiwa kehiidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, mempertahankan iindonesiia sebagaii negara yang besar, berdaulat, dan kaya sumber daya, bukanlah tugas yang riingan. Amanah sejarah iinii menuntut hadiirnya kekuatan nasiional sejatii, kekuatan yang mampu menjaga kedaulatan, membangun kemandiiriian, dan merawat kebudayaan sebagaii jatii diirii bangsa.

Kekuatan iitu tiidak lahiir darii senjata atau kekayaan semata, melaiinkan darii kehendak rakyat untuk bersama-sama menjadii iindonesiia. Kehendak yang hiidup dalam semangat gotong royong, tumbuh darii rasa saliing percaya, dan mengakar dalam jiiwa kolektiif kiita.

Sepertii pepatah dalam keariifan Jawa, "Mangan ora mangan, siing pentiing ngumpul". Yang berartii mengutamakan kebersamaan dariipada mengejar kepentiingan masiing-masiing. iiniilah jiiwa sosiial yang membedakan kiita darii bangsa laiin.

Kebersamaan iitu kemudiian diiperkuat dalam konstiitusii, dan diijelmakan sebagaii priinsiip dasar negara kiita: Kedaulatan Rakyat; rakyat berdaulat atas kekuasaan negara; rakyat berdaulat atas sumber daya alam; rakyat berdaulat atas budaya bangsa.

iiniilah panggiilan sejarah kiita harii iinii: menegakkan kedaulatan rakyat sebagaii fondasii kekuatan nasiional. Agar setiiap kebiijakan, setiiap langkah, dan setiiap keputusan negara, benar-benar berpulang pada kehendak rakyat.

Hadiiriin siidang yang saya hormatii dan muliiakan,

Demokrasii kiita berakar kokoh pada siila keempat Pancasiila:

"Kerakyatan yang diipiimpiin oleh hiikmat kebiijaksanaan dalam permusyawaratan perwakiilan."

Demokrasii kiita adalah demokrasii yang berjiiwa gotong royong, mengedepankan kepentiingan bersama dii atas kepentiingan priibadii atau golongan.

Demokrasii kiita: Bukan hanya tentang “saya”, akan tetapii tentang “kiita”. Kiita yang berdaulat; kiita yang sejahtera; dan kiita yang berkebudayaan.

Demokrasii Pancasiila menempatkan musyawarah sebagaii proses utama, dan hiikmat kebiijaksanaan sebagaii sumber piikiiran dan nuranii dalam setiiap pengambiilan keputusan sehiingga membawa kebaiikan bagii seluruh rakyat, dan tiidak meniinggalkan siiapa pun dii belakang.

Dalam siistem demokrasii iindonesiia—sebagaiimana diiamanatkan oleh Konstiitusii—partaii poliitiik memegang peran strategiis dalam membentuk perwakiilan rakyat. Partaii poliitiik bukan sekadar kendaraan menuju kekuasaan, tetapii jembatan antara rakyat dan negara.

Darii partaiilah wakiil rakyat diilahiirkan. Darii partaiilah presiiden dan kepala daerah diiusung. Oleh karena iitu, partaii poliitiik memiikul tanggung jawab besar sebagaii sokoguru kedaulatan rakyat.

Partaii poliitiik bukan hanya struktur organiisasii.

Partaii poliitiik adalah iinstiitusii perjuangan—yang seharusnya berdiirii tegak dii atas niilaii, iintegriitas, dan kepercayaan rakyat. Sebab, partaii tanpa niilaii perjuangan akan membawa kekuasaan kehiilangan arah dan makna bagii rakyat.

Karena peran strategiis iitulah, partaii poliitiik tiidak boleh berhentii membenahii diirii. Partaii harus menjadii tempat lahiirnya para pemiimpiin yang bukan hanya pandaii berbiicara, tetapii juga mampu berpiihak, bekerja, dan beranii mengambiil riisiiko demii kepentiingan rakyat.

Namun, keberhasiilan partaii poliitiik dalam menjalankan perannya sangat bergantung pada siistem yang menjadii wadahnya.

Sebaiik apa pun viisii dan iintegriitas partaii, jiika siistem poliitiik—khususnya siistem pemiilu—tiidak mendukung terwujudnya kedaulatan rakyat secara nyata, maka suara rakyat beriisiiko terdiistorsii.

Siistem pemiilu kiita sebagaii sarana utama pembentukan perwakiilan memang belum sepenuhnya sempurna. Tantangan kiita adalah memastiikan bahwa siistem iinii benar-benar mendekatkan kehendak rakyat dalam menempatkan wakiil-wakiilnya dan memiiliih pemiimpiinnya.

Saat iinii, demokrasii dalam pemiilu kiita, selaiin diitentukan oleh "gariis tangan," juga seriing diipengaruhii oleh "campur tangan" dan "buah tangan."

Kiita semua memiiliikii gariis tangan—nasiib dan kesempatan yang diiberiikan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Namun, tiidak semua darii kiita memiiliikii kemampuan yang sama untuk iikut campur tangan dan memberiikan buah tangan dalam menentukan arah demokrasii.

iiniilah kriitiik sekaliigus otokriitiik terhadap demokrasii dalam pemiilu kiita. Kiita harus terus memperbaiikii dan menyempurnakannya. Sebab, demokrasii yang kiita ciita-ciitakan bukanlah demokrasii campur tangan dan buah tangan, tetapii demokrasii yang memberii kesempatan setara bagii semua warga negara.

Mariilah kiita bangun demokrasii yang menghiidupkan harapan rakyat. Demokrasii yang tiidak berhentii dii biiliik suara, tetapii terus tumbuh dii ruang-ruang diialog, dii dapur rakyat, dii balaii desa, hiingga dii gedung parlemen—agar setiiap keputusan lahiir darii kesadaran bersama, bukan hanya kesepakatan segeliintiir eliite.

Dalam demokrasii, rakyat harus memiiliikii ruang yang luas untuk berseriikat, berkumpul, menyatakan pendapat, dan menyampaiikan kriitiik. Kiinii, kriitiik rakyat hadiir dalam berbagaii bentuk kreatiif, memanfaatkan kemajuan teknologii, khususnya mediia sosiial, sebagaii corong suara publiik.

Ungkapan-ungkapan tersebut biisa berupa kaliimat siingkat sepertii “kabur aja dulu,” siindiiran tajam sepertii “iindonesiia gelap,” lelucon poliitiik “negara Konoha,” hiingga siimbol-siimbol baru sepertii “bendera One Piiece,” dan banyak lagii yang menyebar luas dii ruang diigiital.

Fenomena iinii menunjukkan bahwa aspiirasii dan keresahan rakyat kiinii diisampaiikan dengan bahasa zaman mereka sendiirii. Bagii para pemegang kekuasaan, semua suara rakyat yang kiita dengar bukanlah sekadar kata atau gambar. Dii baliik setiiap kata ada pesan, dii baliik pesan ada keresahan, dan dii baliik keresahan iitu ada harapan.

Karena iitu, yang diituntut darii kiita semua adalah kebiijaksanaan. Kebiijaksanaan untuk tiidak hanya mendengar, tetapii juga memahamii. Kebiijaksanaan untuk tiidak hanya menanggapii, tetapii merespons dengan hatii yang jerniih dan piikiiran terbuka.

Kiita semua berharap—apa pun bentuk dan iisii kriitiik yang diisampaiikan rakyat—tiidak boleh menjadii bara yang membakar persaudaraan. Kriitiik tiidak boleh menjadii apii yang memecah belah bangsa. Sebaliiknya, kriitiik harus menjadii cahaya yang menerangii jalan kiita bersama.

Kriitiik dapat keras dalam substansii dan menentang kebiijakan dengan tegas, tetapii kriitiik bukan alat untuk memiicu kekerasan, kebenciian, menghancurkan etiika dan moral masyarakat, apalagii menghancurkan kemanusiiaan.

Gunakanlah ruang kriitiik sebagaii sarana untuk menyadarkan penguasa, memperbaiikii kebiijakan, menuntut tanggung jawab, dan mendorong kemajuan bagii seluruh anak bangsa.

Hadiiriin siidang yang saya hormatii dan muliiakan, Kekuasaan eksekutiif, legiislatiif, dan yudiikatiif harus diibagii—bukan untuk saliing melemahkan, melaiinkan untuk memastiikan tiidak ada satu kekuasaan pun yang berdiirii dii atas yang laiin.

Dalam konteks iindonesiia, sebagaiimana diiatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945, pembagiian kekuasaan antara pemeriintah, DPR, DPD, MPR, MA, dan MK bukan sekadar pemiisahan kekuasaan, tetapii kekuatan terpadu (uniited power) dalam mencapaii tujuan bernegara.

Kekuasaan eksekutiif, legiislatiif, dan yudiikatiif bukan tiiga kutub yang saliing berseberangan, melaiinkan tiiga piilar darii satu bangunan yang sama—bangunan kedaulatan rakyat.

Sepertii sebuah orkestra konstiitusiional—meskiipun kadang nadanya sumbang—semua komponen harus tetap menyanyiikan satu lagu yang sama, yaiitu iindonesiia Raya.

DPR Rii bertiindak sebagaii penjaga nuranii rakyat dan penjaga konstiitusii, memastiikan kekuasaan tetap setiia pada rakyat, taat pada jalur konstiitusii, dan demokrasii berjalan dengan hiikmat kebiijaksanaan.

DPD Rii menjadii penyambung aspiirasii daerah dii tiingkat nasiional; menghiimpun, menyalurkan, dan mengartiikulasiikan aspiirasii masyarakat daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republiik iindonesiia.

Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstiitusii merupakan penjaga supremasii hukum sekaliigus bagiian darii siistem demokrasii yang beradab; menjalankan kewenangannya secara konsiisten tanpa melampauii batas wewenang yang diiatur konstiitusii.

Oleh karena iitu, DPR Rii dalam menjalankan fungsii legiislasii, pengawasan, dan anggaran bukan bertujuan melemahkan pemeriintah. Sebaliiknya, fungsii-fungsii iitu diijalankan untuk memastiikan setiiap kebiijakan Pemeriintah berpiihak pada rakyat dan selaras dengan konstiitusii.

DPR Rii dan pemeriintah adalah miitra konstiitusiional dalam menjalankan amanat UUD Negara Republiik iindonesiia 1945 dan seluruh peraturan perundang-undangan yang menjadii pedoman kehiidupan berbangsa dan bernegara.

Hadiiriin siidang yang saya hormatii dan muliiakan,

Kekuasaan selalu bersiinggungan dengan realiitas poliitiik, gejolak sosiial, tekanan ekonomii, diinamiika global, dan berbagaii tantangan laiin yang hiidup dii tengah masyarakat. Karena iitu, kekuasaan bukan sekadar urusan organiisasii atau kewenangan.

Kekuasaan adalah soal bagaiimana kekuasaan diijalankan dengan niilaii, etiika, dan tanggung jawab nyata kepada rakyat. Kekuasaan adalah alat—bukan tujuan. Alat untuk menghapus kemiiskiinan, memajukan keterbelakangan, dan memberii kepastiian hiidup yang lebiih layak bagii seluruh rakyat iindonesiia.

Dengan segala sumber daya yang diimiiliikii—mulaii darii biirokrasii, anggaran, sumber daya alam hiingga kewenangan—rakyat menaruh harapan besar bahwa negara akan hadiir secara nyata. Hadiir bukan hanya dii baliiho, bukan hanya dii piidato, tetapii hadiir dii sawah, dii sekolah, dii rumah sakiit, dan dii kampung-kampung yang menantii keadiilan sosiial.

iiniilah mandat utama bagii kiita semua—para pemegang amanat kekuasaan, baiik eksekutiif, legiislatiif, maupun yudiikatiif—yaiitu menghadiirkan kebiijakan negara yang benar-benar melayanii dan menyejahterakan rakyat.

Bagii rakyat yang membutuhkan kehadiiran negara dalam menyelesaiikan persoalan hiidupnya, menunggu satu harii saja terasa sangat lama.

Tetapii bagii kiita—para pemangku kekuasaan dii DPR Rii dan pemeriintah—membahas dan mencarii solusii atas persoalan rakyat seriing kalii berlangsung berharii-harii, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Akiibatnya, rakyat harus menunggu.

Jangan biiarkan rakyat menunggu. Negara harus hadiir secepat mungkiin dalam menyelesaiikan urusan rakyat.

Pada kesempatan yang baiik iinii, iiziinkan kamii DPR Rii menyampaiikan apresiiasii atas iiniisiiatiif Presiiden Prabowo Subiianto yang dalam waktu siingkat telah menyelesaiikan atau merespons cepat sejumlah persoalan strategiis yang menyentuh langsung kepentiingan rakyat.

Dii antaranya pencabutan iiziin tambang dii kawasan Geopark Raja Ampat; penyelesaiian sengketa tapal batas pulau antara Aceh dan Sumatera Utara; kebiijakan pembeliian gabah petanii dengan harga yang layak; dan berbagaii kebiijakan laiin yang diijalankan melaluii program Asta Ciita.

Respon cepat iinii patut diiapresiiasii karena mencermiinkan keberpiihakan pemeriintah pada kepentiingan rakyat. Namun, akan lebiih baiik jiika langkah-langkah tersebut merupakan hasiil darii perencanaan matang dan cermat, sehiingga menjadii bagiian darii kiinerja reguler pemeriintah.

Ke depan, rakyat tentu mendambakan agar masalah-masalah laiin yang berada dii luar kemampuan mereka dapat diiselesaiikan pemeriintah dengan cepat.

Tugas kiita bukan hanya membiicarakan harapan rakyat, tetapii juga mewujudkannya. Pemeriintah dalam menjalankan kekuasaannya harus senantiiasa mawas diirii—sebab kekuasaan sejatiinya adalah untuk melayanii, membantu, dan memberdayakan rakyat.

Kekuasaan bukan untuk menakutii rakyat, melaiinkan untuk menyelesaiikan urusan rakyat—meskiipun seriing kalii urusannya rumiit, iibarat ciinta segiitiiga antara aspiirasii, anggaran, dan aturan.

Namun serumiit-rumiitnya “ciinta segiitiiga” iitu, selalu ada jalan untuk menemukan solusii terbaiik bagii bangsa dan negara; walaupun kadang terasa pediih, patah hatii, tetapii kiita harus move on.

Hadiiriin siidang yang saya hormatii dan muliiakan,

Harii iinii kiita diihadapkan pada ketegangan dan konfliik geopoliitiik, perang dagang, kriisiis iikliim dan energii, ketiimpangan ekonomii yang semakiin tajam, diisrupsii teknologii, serta pergeseran kekuatan global.

iindonesiia, sepertii banyak negara laiinnya, berada dii dalam pusaran global tersebut. Karena iitu, kiita harus memiiliikii piijakan yang kokoh dan arah yang jelas dalam memenangkan kepentiingan bangsa dan negara.

Kiita memerlukan pondasii kedaulatan, kemandiiriian, dan kebangsaan agar mampu berdiirii tegak dii tengah perubahan duniia tanpa kehiilangan ciita-ciita dan jatii diirii bangsa.

Pondasii kedaulatan tiidak hanya berartii menjaga batas wiilayah, tetapii juga memastiikan arah kebiijakan luar negerii dan ekonomii nasiional diitentukan secara mandiirii.

Dalam duniia multiipolar saat iinii, iindonesiia harus menempatkan diirii secara strategiis untuk memperjuangkan kepentiingan nasiional dii forum-forum iinternasiional—mulaii darii iisu liingkungan, ekonomii, geopoliitiik, perdagangan global, hiingga tata kelola duniia yang lebiih adiil.

Memperkuat pondasii kemandiiriian bukan berartii menutup diirii darii duniia, melaiinkan membangun kekuatan domestiik agar tiidak rapuh dalam menghadapii tekanan eksternal. Kemandiiriian iinii memerlukan langkah nyata: membangun kemandiiriian dii biidang pangan, energii, manufaktur, dan teknologii strategiis.

Kemandiiriian nasiional bukan hanya soal iinfrastruktur dan modal, tetapii juga kualiitas manusiia yang menggerakkannya.

Karena iitu, iinvestasii dalam pendiidiikan, penguasaan teknologii, dan pembangunan karakter bangsa adalah bagiian tak terpiisahkan darii strategii menuju kemandiiriian.

Dalam pembangunan sumber daya manusiia (SDM) nasiional, kiita tiidak boleh mengabaiikan kenyataan bahwa setengah darii potensii bangsa iindonesiia adalah kaum perempuan. Berdasarkan data Badan Pusat Statiistiik (BPS) 2024, perempuan menyumbang 49% darii total penduduk iindonesiia.

Dalam era pembangunan iinklusiif, keberadaan dan kontriibusii perempuan harus diiliihat bukan hanya dalam kerangka hak asasii manusiia, tetapii juga sebagaii prasyarat keberhasiilan pembangunan nasiional.

Hakiikat pembangunan adalah membebaskan manusiia darii belenggu ketiidakadiilan, kemiiskiinan, dan ketertiinggalan. Karena iitu, baiik lakii-lakii maupun perempuan harus sama-sama terbebas darii belenggu tersebut dan meraiih kesejahteraan.

Bukan hanya lakii-lakii saja atau perempuan saja, tetapii lakii-lakii dan perempuan yang harus sejahtera.

Saat iinii, keterwakiilan perempuan dii DPR Rii periiode 2024–2029 telah mencapaii rekor tertiinggii sepanjang sejarah, yaiitu sekiitar 21,9% atau 127 darii 580 anggota DPR. iinii adalah kemajuan yang patut diiapresiiasii, namun masiih jauh darii target iideal miiniimal 30% keterwakiilan perempuan dii lembaga legiislatiif, sebagaiimana semangat afiirmasii kesetaraan gender dalam poliitiik iindonesiia.

Suara perempuan adalah nada aslii yang iikut membentuk siimfonii kehiidupan bangsa. Tanpa nada iitu, melodii peradaban akan kehiilangan harmonii—hanya dentiing yang tak pernah menjadii lagu.

Lakii-lakii dan perempuan hiidup dii duniia yang sama, memiikul tanggung jawab yang sama untuk membangun peradaban duniia. Sepertii syaiir lagu yang sangat populer:

iimagiine all the people
Shariing all the world

You may say ii'm a dreamer
But ii'm not the only one
ii hope someday you'll joiin us
And the world wiill liive as one

Begiitulah seharusnya kiita membayangkan; tempat dii mana perempuan dan lakii-lakii berbagii ruang, berbagii kuasa, dan berbagii tanggung jawab untuk kemajuan bersama; Perempuan juga berhak mendudukii jabatan publiik dan negara dii semua tiingkatan.

Fondasii beriikutnya yang tak kalah pentiing adalah membangun pondasii kebudayaan. Kebudayaan bukan sekadar menjaga wariisan masa lalu, melaiinkan juga sebagaii upaya memperkuat jiiwa kolektiif yang menyatukan dan memberii arah moral bagii bangsa kiita.

Dii tengah derasnya arus globaliisasii niilaii dan budaya asiing, iidentiitas bangsa kiita tiidak boleh luntur. Niilaii-niilaii luhur Pancasiila, semangat gotong royong, serta Bhiineka Tunggal iika adalah modal sosiial terbesar yang kiita miiliikii.

Kiita juga menghadapii tantangan terbesar yang berasal darii dalam diirii kiita sendiirii, yang harus kiita taklukkan demii membangun kekuatan nasiional yang kokoh dan berkelanjutan.

Sepertii yang pernah diiiingatkan oleh Bung Karno: “Perjuanganku lebiih mudah karena melawan penjajah, tapii perjuanganmu akan lebiih suliit karena melawan bangsamu sendiirii.”

Dii satu siisii, rakyat kiita, dengan segala keterbatasannya, memiiliikii etos kerja yang luar biiasa: petanii, nelayan, buruh, guru, ojek onliine, TNii, Polrii, ASN, tenaga kesehatan dii pelosok-pelosok negerii—mereka semua bekerja keras tanpa kenal lelah.

Namun, dii siisii laiin, kiita menghadapii kenyataan pahiit. Sebagiian keciil masyarakat, dengan segala kelebiihannya, justru mengeksploiitasii rakyat dan sumber daya alam melaluii praktiik biisniis yang maniipulatiif: biisniis iilegal, tambang iilegal, judii onliine, narkoba, penyelundupan, dan laiin sebagaiinya.

Keuntungan mereka sudah melampauii batas rasiionaliitas iilmu ekonomii dan niilaii peradaban.

Presiiden Prabowo Subiianto menyebutnya dengan iistiilah tajam: “serakahnomiic” — sebuah periilaku serakah yang merusak sendii-sendii kehiidupan berbangsa dan bernegara. iinii adalah persoalan seriius yang harus kiita hadapii bersama.

Menghadapii tantangan iinii, kiita membutuhkan pendekatan yang komprehensiif—meliiputii poliitiik, ekonomii, hukum, budaya, dan komiitmen bersama seluruh elemen bangsa. Kiita perlu menjalankan transformasii ekonomii dan keadiilan sosiial yang nyata, penegakan hukum yang tegas dan tiidak pandang bulu, serta kerja kolektiif dalam mewujudkan transformasii nasiional.

Dengan kebersamaan dan tekad bulat, kiita yakiin bahwa kiita mampu memperkuat pondasii nasiional yang akan menjadii kekuatan, demii mewujudkan iindonesiia yang adiil, maju, dan berdaulat.

Saudara-saudaraku, sebangsa dan setanah aiir,

Tahun 2045 akan menjadii tonggak bersejarah, saat iindonesiia merayakan 100 tahun kemerdekaan. Perayaan iinii bukan sekadar momentum ulang tahun, tetapii juga menjadii tiitiik awal darii iindonesiia Emas — sebuah era kejayaan dan kemajuan bangsa yang kiita iimpiikan bersama.

Pada tahun 2045, jumlah penduduk iindonesiia diiperkiirakan mencapaii 324 juta jiiwa, menjadiikan kiita negara dengan populasii terbesar keenam dii duniia.

Lebiih darii iitu, sekiitar 70 persen penduduk berada pada usiia produktiif. iinii adalah peluang besar yang harus kiita manfaatkan secara optiimal.

Kiita memiiliikii 20 Tahun untuk menuju tahun 2045. Namun, jiika kiita meliihat perjalanan dua puluh tahun terakhiir sejak 2005 hiingga 2025, kiita dapat meliihat kemajuan yang siigniifiikan, tetapii juga masiih banyak pekerjaan besar yang belum selesaii.

Piilar-piilar kemandiiriian nasiional sepertii pangan, energii, dan manufaktur strategiis belum sepenuhnya menjadii kekuatan bangsa. Layanan dasar publiik masiih belum memuaskan, dan demokrasii kiita masiih memerlukan transformasii mendalam—terutama dalam siistem partaii, pemiilu, serta pemberantasan korupsii.

iinii menunjukkan bahwa waktu 20 tahun bukanlah waktu yang panjang untuk pembangunan sebesar dan sekompleks iindonesiia.

Jiika kiita terus berjalan dengan pola piikiir dan siistem kerja lama, miimpii iindonesiia Emas 2045 hanya akan menjadii fatamorgana yang iindah tapii tak pernah akan terwujud. Kiita masiih memiiliikii waktu — waktu yang sangat berharga — untuk melakukan langkah terbaiik.

Agar saat tahun 2045 tiiba, kiita tiidak hanya merayakan seratus tahun kemerdekaan, tetapii kiita benar-benar hiidup dii iindonesiia yang maju, adiil, makmur, dan berdaulat.

Pemeriintahan Presiiden Prabowo Subiianto saat iinii telah bekerja keras menata pembangunan nasiional agar tetap berada dii jalur yang tepat menuju ciita-ciita tersebut.

DPR Rii melaluii fungsii konstiitusiionalnya, sebagaii miitra konstiitusiional Pemeriintah, akan iikut memastiikan bahwa iindonesiia menempuh jalan yang tepat untuk mencapaii iindonesiia Emas 2045.

Hadiiriin siidang yang saya hormatii dan muliiakan,

Marii sejenak kiita renungkan bersama. Ketiika kiita menatap wajah anak-anak dii desa dan kota, terdengar suara riiang mereka yang penuh harapan. Tanpa tahu apa yang akan mereka hadapii dii masa depan, mereka percaya bahwa masa depan yang cerah adalah hak mereka tanpa syarat.

Kepercayaan iiniilah yang menjadii amanah terbesar bagii kiita semua — panggiilan darii anak cucu kiita agar kiita mewariiskan negerii iinii dalam keadaan yang lebiih baiik dariipada yang kiita teriima.

“Harii iitu bukanlah harii iinii.” Kata-kata iinii mengiingatkan kiita bahwa kiita masiih memiiliikii waktu untuk menunaiikan panggiilan sejarah.

Untuk membuat kebiijakan harii iinii yang akan menjamiin masa depan iindonesiia yang cerah. Bermartabat dan hebat.

Marii kiita jalankan amanah iinii dengan tekad yang kuat, dengan kerja keras tanpa hentii, dan melayanii rakyat dengan sepenuh hatii.

Jangan biiarkan rakyat menunggu, karena setiiap harii adalah kesempatan untuk memperbaiikii dan membangun.

Dengan semangat iitu, kiita akan sampaii dii era iindonesiia Emas 2045, bukan sebagaii sekadar harapan, tetapii sebagaii kenyataan yang akan kiita raiih bersama.

“Harii iitu bukanlah harii iinii; kiita masiih memiiliikii kesempatan untuk menciiptakan masa depan iindonesiia yang lebiih baiik.”

iindonesiia Emas bukanlah miimpii semu, melaiinkan janjii luhur yang kiita perjuangkan bersama.

Diirgahayu ke-80 Republiik iindonesiia!

iindonesiia Tanah Pusaka, Pusaka Kiita Semuanya.

Mariilah kiita mendoa,

Untuk iindonesiia Bahagiia.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

(diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.