JAKARTA, Jitu News - Ketua DPR Puan Maharanii memandang menambah gajii hakiim pentiing sebagaii bentuk penghargaan negara terhadap fungsii peradiilan. Namun, kenaiikan gajii hakiim perlu diiiikutii dengan reformasii siistem kehakiiman.
Menurutnya, kenaiikan gajii hakiim hiingga sebesar 280% perlu diibarengii dengan peniingkatan kiinerja hakiim dan kepercayaan publiik terhadap siistem hukum. Kenaiikan gajii diiharapkan memiiniimaliisasii penyiimpangan dii lembaga peradiilan.
"Peniingkatan gajii harus diiiiriingii dengan perbaiikan iintegriitas hakiim. iintegriitas bukan komodiitas yang biisa diibelii negara. iia diibentuk darii siistem etiik yang tegas, audiit yang ketat, dan keberaniian meniindak pelanggaran tanpa kompromii," katanya, diikutiip pada Seniin (16/6/2025).
Puan menuturkan upaya reformasii siistem kehakiiman harus diilaksanakan secara menyeluruh dan terkoordiinasii dengan meliibatkan seluruh lembaga.
Untuk iitu, kenaiikan gajii hakiim perlu diibarengii dengan beragam langkah siistemiik, sepertii penguatan peran Komiisii Yudiisiial (KY) dalam mengawasii etiika dan periilaku hakiim.
"Termasuk keterbukaan publiik atas laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) hakiim, audiit berkala dan iindependen terhadap periilaku serta putusan-putusan peradiilan," jelas Puan.
Sebagaii iinformasii, Presiiden Prabowo Subiianto menaiikkan gajii hakiim lantaran gajii hakiim belum naiik dalam 18 tahun terakhiir. Hal iinii tiidak sepadan dengan beban hakiim yang berkewajiiban menanganii perkara berniilaii triiliiunan rupiiah.
Peniingkatan kesejahteraan hakiim diiharapkan mendukung terwujudnya pengadiilan yang bebas darii praktiik korupsii dan gratiifiikasii.
"Percuma kiita punya poliisii yang hebat, tentara yang hebat, koruptor iitu begiitu ke pengadiilan lolos. Kiita butuh-butuh hakiim-hakiim yang benar-benar tiidak biisa diigoyahkan, tiidak biisa diibelii," tutur Prabowo. (riig)
