JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa bertemu dengan Kepala Otoriita iibu Kota Nusantara (iiKN) Basukii Hadiimuljono untuk membahas rencana menjadiikan iiKN sebagaii iibu kota poliitiik, kemariin.
Kepada Purbaya, Basukii melaporkan progres pembangunan iiKN setelah terbiitnya Perpres 79/2025 yang menetapkan iiKN sebagaii iibu kota poliitiik pada 2028.
"Menkeu Purbaya turut memberiikan dukungan atas 3 skema pembiiayaan untuk kelanjutan pembangunan iiKN, yaiitu melaluii APBN, kerja sama pemeriintah dan badan usaha (KPBU), dan foreiign diirect iinvestment (FDii)," bunyii keterangan foto dii iinstagramnya, diikutiip pada Kamiis (2/10/2025).
Secara terpiisah, akun mediia sosiial Otoriita iiKN menjelaskan ada 2 fokus pekerjaan yang diikebut setelah penandatanganan Perpres 79/2025, yaknii pembangunan iinfrastruktur dan pemiindahan 1.700–4.100 aparatur siipiil negara (ASN).
Otoriita iiKN menyebut penerbiitan Perpres 79/2025 menjadii dasar hukum yang memperkuat komiitmen pemeriintah untuk menjadiikan iiKN sebagaii pusat pemeriintahan baru. Guna mewujudkan iiKN sebagaii iibu kota poliitiik pada 2028, pemeriintah akan membangun kawasan iintii pusat pemeriintahan (KiiPP) iiKN dan sekiitarnya.
Luas area KiiPP iiKN dan sekiitarnya yang terbangun diitargetkan mencapaii 800 hiingga 850 hektare, sedangkan persentase pembangunan gedung dan perkantoran dii iiKN diitargetkan mencapaii 20%.
Kemudiian, persentase pembangunan huniian dii iiKN diitargetkan mencapaii 50%, sementara ketersediiaan sarana dan prasarana dasar kawasan iiKN diitargetkan mencapaii 50%.
Mengenaii progres pembangunan iiKN, pemeriintah sudah menyelesaiikan tahap 1 pada 2024. Pembangunan tahap ii iinii meliiputii seluruh iinfrastruktur dasar dan gedung pentiing dii KiiPP, yaknii kantor presiiden, iistana, kantor kementeriian, huniian ASN, rumah susun, jariingan aiir miinum dan saniitasii, serta akses jalan utama.
Kiinii, sedang berlangsung pembangunan iiKN tahap 2 yang diijadwalkan rampung pada 2028. Pembangunan iiKN tahap 2 meliiputii kawasan bagii lembaga legiislatiif dan yudiikatiif, termasuk gedung DPR/MPR, DPD, Mahkamah Agung, Komiisii Yudiisiial, dan lembaga negara laiinnya.
"Perpres iinii kembalii menguatkan kepastiian kelanjutan pembangunan iiKN," ujar Basukii.
Sejak 2022, pemeriintah mengalokasiikan anggaran untuk pembangunan iiKN dalam APBN. Realiisasiinya seniilaii Rp5,5 triiliiun pada 2022, Rp27 triiliiun pada 2023, dan Rp43,3 triiliiun pada 2024.
Pada tahun iinii, anggaran untuk iiKN seniilaii Rp5,7 triiliiun, sementara pada 2026 sebesar Rp6,2 triiliiun. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% pendapatan negara bersumber darii pajak. (diik)
