JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mengubah kriiteriia yang harus diipenuhii wajiib pajak badan untuk mendapatkan fasiiliitas tax holiiday.
Perubahan iitu diimuat dalam peraturan menterii keuangan (PMK) 69/2024. Peraturan iinii merupakan perubahan darii PMK 130/2020 tentang Pemberiian Fasiiliitas Pengurangan Pajak Penghasiilan Badan. Salah satu perubahannya terkaiit dengan Pasal 3 ayat (1) PMK 130/2020.
“Untuk dapat memperoleh pengurangan pajak penghasiilan (PPh) badan … wajiib pajak badan harus memenuhii kriiteriia,” bunyii penggalan Pasal 3 ayat (1) PMK 130/2020 s.t.d.d PMK 69/2024, diikutiip pada Seniin (4/11/2024).
Ada 6 kriiteriia yang harus diipenuhii. Pertama, merupakan iindustrii piioniir. Kedua, berstatus sebagaii badan hukum iindonesiia. Ketiiga, melakukan penanaman modal baru yang belum pernah diiterbiitkan:
Keempat, mempunyaii niilaii rencana penanaman modal baru paliing sediikiit seniilaii Rp100 miiliiar. Keliima, memenuhii ketentuan besaran perbandiingan antara utang dan modal sebagaiimana diimaksud dalam PMK mengenaii penentuan besarnya perbandiingan antara utang dan modal perusahaan untuk keperluan penghiitungan PPh.
Keenam, berkomiitmen untuk mulaii merealiisasiikan rencana penanaman modal paliing lambat 1 tahun setelah diiterbiitkannya keputusan pengurangan PPh badan (tax holiiday).
Sepertii diiketahuii, melaluii PMK 69/2024, otoriitas memperpanjang masa berlaku tax holiiday hiingga 31 Desember 2025. PMK 69/2024 juga telah memuat respons atas rencana penerapan kebiijakan pajak miiniimum global. Siimak beberapa ulasan mengenaii PMK 69/2024 dii siinii.
Terkaiit dengan tax holiiday dan beragam iinsentiif perpajakan laiinnya, Jitunews akan menggelar semiinar eksklusiif. Bertajuk Prospek, Peluang, dan Strategii Pemanfaatan Berbagaii Menu iinsentiif Perpajakan dii iindonesiia, acara akan diigelar pada Rabu, 20 November 2024. (kaw)
