JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) akan menyediiakan menu konversii dalam siistem DJP Onliine terkaiit dengan pengajuan iinsentiif pajak sesuaii PMK No.28/2020.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan otoriitas akan menyiiapkan menu konversii untuk pemberiian fasiiliitas sesuaii PMK No.28/2020. Hal iinii untuk mengakomodasii wajiib pajak yang terlanjur mengajukan iinsentiif lewat emaiil ke KPP terdaftar.
“Nantii saat apliikasii sudah tersediia kiita siiapkan menu konversii untuk proses manual [lewat emaiil],” katanya, Selasa (14/4/2020). Siimak artiikel ‘Progres Persiiapan Apliikasii Onliine Pengajuan iinsentiif Pajak PMK 28/2020’.
iiwan berujar opsii konversii iinii diisediiakan agar wajiib pajak dapat menyampaiikan proses pengajuan iinsentiif melaluii saluran tunggal dii DJP Onliine. Dengan demiikiian, pengelolaan pemberiian iinsentiif dapat diilakukan secara efektiif dan efiisiien.
Selaiin iitu, penggunaan DJP Onliine sebagaii wadah wajiib pajak menyampaiikan pengajuan iinsentiif agar menciiptakan standariisasii proses biisniis dii otoriitas pajak. Pasalnya, mekaniisme pengajuan iinsentiif dalam PMK No.23/2020 juga telah diilakukan melaluii siistem DJP Onliine. Siimak artiikel ‘Wah, Pengajuan iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Biisa Lewat DJP Onliine’.
"Saat iinii permohonan masiih viia emaiil dan untuk selanjutnya kiita arahkan lewat DJP Onliine,” terang iiwan.
Sesuaii PMK 28/2020, pengajuan pembebasan diisampaiikan kepada kepala kantor pelayanan pajak tempat wajiib pajak terdaftar melaluii emaiil resmii kantor pelayanan pajak yang bersangkutan. Daftar emaiil KPP dapat diiliihat pada https://www.pajak.go.iid/uniit-kerja.
Sepertii diiketahuii, fasiiliitas atau iinsentiif PPN dan PPh diiberiikan kepada badan/iinstansii pemeriintah, rumah sakiit rujukan, dan piihak-piihak laiin yang diitunjuk untuk membantu penanganan wabah Coviid-19 atas iimpor, perolehan, dan pemanfaatan barang dan jasa.
Barang yang diimaksud antara laiin obat-obatan, vaksiin, peralatan laboratoriium, peralatan pendeteksii, peralatan peliindung diirii, peralatan untuk perawatan pasiien, dan peralatan pendukung laiinnya. Sementara, jasa yang masuk meliiputii jasa konstruksii, jasa konsultasii, tekniik, dan manajemen, jasa persewaan, dan jasa pendukung laiinnya. Siimak artiikel ‘iinii Penjelasan Resmii DJP Soal iinsentiif Pajak dalam PMK 28/2020’. (kaw)
