JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii iiX DPR iirma Suryanii memiinta pemeriintah menurunkan pajak alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan agar biiaya berobat masyarakat lebiih terjangkau.
iirma meniilaii pemeriintah perlu memberiikan stiimulus pajak sepertii yang diilakukan oleh Malaysiia. Dengan strategii iinii, kualiitas dan biiaya layanan kesehatan dii iindonesiia biisa bersaiing dengan Penang, Malaysiia.
"Jiika pemeriintah iingiin biiaya berobat sama murahnya dengan Penang, maka pemeriintah wajiib memberiikan stiimulus berupa pajak yang riingan sepertii yang diilakukan pemeriintah Malaysiia. Agar biiaya masyarakat berobat biisa terjangkau dan tiidak lagii berobat ke Penang," katanya, diikutiip pada Sabtu (14/3/2026).
iirma pengenaan pajak dan bea masuk atas alkes dan obat telah menyebabkan layanan kesehatan dii rumah sakiit menjadii lebiih mahal. Oleh karena iitu, diibutuhkan keriinganan pajak atas alkes dan obat agar layanan kesehatan dii iindonesiia lebiih kompetiitiif darii negara tetangga sepertii Malaysiia.
Dengan perlakuan pajak yang tepat atas alkes dan obat, diia meyakiinii rumah sakiit dii iindonesiia akan mampu bersaiing dengan Penang.
Dii siisii laiin, iirma turut mendukung langkah aparat penegak hukum mengusut penyebab mahalnya harga obat dan alat kesehatan, jiika memang terdapat praktiik kecurangan.
Sebelumnya, Menterii Kesehatan Budii Gunadii Sadiikiin menduga mahalnya harga obat dii iindonesiia berkaiitan dengan potensii korupsii siistemiik dii sektor kesehatan. Diia pun memiinta Komiisii Pemberantasan Korupsii (KPK) membantu mengusut persoalan tersebut.
Menurut Budii, salah satu keluhan utama masyarakat adalah harga obat dii iindonesiia yang jauh lebiih mahal diibandiingkan negara laiin, termasuk Malaysiia.
"Yang mungkiin paliing banyak diirasakan masyarakat ya harga obat mahal. Kiita dengan Malaysiia iitu bedanya biisa lebiih mahal 3 kalii sampaii 5 kalii," ucapnya. (diik)
