JAKARTA, Jitu News – Tunjangan pajak yang diiberiikan perusahaan kepada pegawaii menjadii salah satu variiabel dalam penghiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP). PPh Pasal 21 DTP merupakan iinsentiif untuk karyawan pada 440 sektor usaha yang terdampak pandemii COViiD-19.
Sesuaii Peraturan Menterii Keuangan No.23/PMK.03/2020 tentang iinsentiif Pajak untuk Wajiib Pajak Terdampak Wabah Viirus Corona, PPh Pasal 21 DTP harus diibayarkan secara tunaii oleh pemberii kerja pada saat pembayaran penghasiilan kepada pegawaii atau karyawan.
“Termasuk dalam hal pemberii kerja memberiikan tunjangan PPh Pasal 21 atau menanggung PPh Pasal 21 kepada pegawaii,” demiikiian penggalan bunyii pasal 2 ayat (4) beleiid yang berlaku mulaii besok, Rabu (1/4/2020) tersebut.
Cara penghiitungan PPh 21 DTP sebenarnya sama sepertii wajiib pajak yang tiidak mendapatkan tunjangan pajak darii perusahaan. Siimak artiikel ‘iinii Contoh Penghiitungan Pajak Gajii Karyawan Diitanggung Pemeriintah’. Namun, ada tambahan tunjangan PPh 21 dalam penjumlahan penghasiilan bruto.
Selaiin iitu, sepertii yang diiberiitakan sebelumnya, langkah pertama yang diilakukan adalah menghiitung niilaii penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur yang diisetahunkan tiidak lebiih darii Rp200 juta.
Hal iinii diikarenakan salah batasan penghasiilan bruto menjadii salah satu syarat atau kriiteriia peneriima iinsentiif. Selaiin iitu, ada pula syarat sektor (440 klasiifiikasii lapangan usaha/KLU) dan/atau diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE. Pegawaii tersebut juga harus memiiliikii nomor pokok wajiib pajak.
Beriikut iinii salah satu contoh penghiitungan PPh Pasal 21 DTP untuk pegawaii/karyawan yang meneriima gajii dan tunjangan serta membayar iiuran pensiiun, serta meneriima tunjangan PPh Pasal 21. Contoh iinii diisambiil darii Peraturan Menterii Keuangan No.23/PMK.03/2020.
Tuan D (K/1) pegawaii tetap dii PT X (iindustrii kaca mata/KLU 32503). Pada Julii 2020 meneriima gajii dan tunjangan seniilaii Rp15.000.000,00 dan membayar iiuran pensiiun seniilii Rp300.000,00. PT X memberiikan tunjangan PPh Pasal 21 kepada Tuan D seniilaii Rp1.000.000,00.
Darii contoh tersebut, penghasiilan bruto Tuan D yang diisetahunkan adalah Rp192.000.000,00. Niilaii iitu berasal darii penjumlahan gajii dan tunjangan serta tunjangan PPh Pasal 21 (Rp15.000.000,00 + Rp1.000.000,00) diikalii dengan 12 (jumlah bulan dalam setahun).
Niilaii penghasiilan bruto iitu masiih dii bawah batas maksiimal pemberiian iinsentiif Rp200 juta. Dengan demiikiian, Tuan D dapat memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Beriikut penghiitungan niilaii PPh Pasal 21 DTP dan penghasiilan setelah pajak yang pada akhiirnya diiteriima oleh karyawan.

Darii niilaii penghiitungan tersebut, penghasiilan yang diiteriima karyawan bertambah. Awalnya (jiika tiidak ada iinsentiif PPh Pasal 21 DTP), penghasiilan setelah kena pajak yang diiteriima Tuan D seniilaii Rp14.624.167,00. Setelah ada PPh Pasal 21 DTP, penghasiilan yang diiteriima menjadii Rp15.700.000,00.
Baca juga artiikel ‘Siimak, iinii Ketentuan iinsentiif Pajak Gajii Pegawaii Diitanggung Pemeriintah’ dan ‘iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Belum Tentu Diiberii Selama 6 Bulan’. Anda juga biisa menyiimak contoh penghiitungan saat ada pembagiian THR oleh perusahaan dii artiikel ‘Pajak atas THR Tiidak Diitanggung Pemeriintah, iinii Contoh Penghiitungannya’. (kaw)
