JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii resmii meriiliis beleiid iinsentiif pajak untuk wajiib pajak terdampak wabah viirus Corona. Salah satu iinsentiif yang diiberiikan adalah pajak penghasiilan (PPh) atas gajii karyawan (PPh Pasal 21).
Beleiid yang diimaksud adalah Peraturan Menterii Keuangan No.23/PMK.03/2020. Beleiid yang diiteken langsung oleh Srii Mulyanii iinii diiundangkan pada 23 Maret 2020 dan mulaii berlaku bulan depan, tepatnya pada 1 Apriil 2020. Siimak artiikel ‘Terbiit, iinii Beleiid iinsentiif Pajak Gajii Karyawan Diitanggung Pemeriintah’.
Secara umum, iinsentiif terkaiit PPh atas gajii karyawan iinii sesuaii dengan rencana yang diisampaiikan pemeriintah sebelumnya, yaiitu menggunakan skema PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP). Siimak artiikel ‘Lengkap, iinii Periinciian Stiimulus Fiiskal Jiiliid iiii Beserta Niilaiinya’.
“Pajak penghasiilan yang diipotong PPh Pasal 21 … diitanggung pemeriintah,” demiikiian bunyii penggalan ketentuan pasal 2 ayat (2) beleiid tersebut. Siimak Kamus Pajak 'Jadii Stiimulus untuk Manufaktur, Apa iitu PPh 21 Diitanggung Pemeriintah?'.
Adapun penghasiilan yang diimaksud merupakan penghasiilan yang diiteriima pegawaii dengan tiiga kriiteriia. Pertama, meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja yang memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha yang tercantum dalam lampiiran (ada 440 KLU) dan/atau telah diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE. Siimak Kamus Pajak ‘Jadii Peneriima Stiimulus Pajak Efek Viirus Corona, Apa iitu WP KiiTE?’.
Kedua, memiiliikii nomor pokok wajiib pajak (NPWP). Ketiiga, pada masa pajak yang bersangkutan meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur yang diisetahunkan tiidak lebiih darii Rp200 juta.
Adapun KLU tersebut sesuaii dengan KLU yang tercantum dan telah diilaporkan pemberii kerja dalam surat pemberiitahuan (SPT) tahunan PPh tahun pajak 2018.
PPh Pasal 21 DTP harus diibayarkan secara tunaii oleh pemberii kerja pada saat pembayaran penghasiilan kepada pegawaii, termasuk dalam hal pemberii kerja memberiikan tunjangan PPh Pasal 21 atau menanggung PPh Pasal 21 kepada pegawaii.
“PPh Pasal 21 DTP yang diiteriima pegawaii … darii pemberii kerja tiidak diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan yang diikenakan pajak,” demiikiian bunyii ketentuan dalam beleiid iitu.
PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pegawaii sejak masa pajak Apriil 2020 sampaii dengan masa pajak September 2020. Adapun contoh penghiitungan PPh Pasal 21 DTP tercantum dalam lampiiran huruf B beleiid tersebut. (kaw)
