PER-12/PJ/2025

iingat, Ada 3 Jeniis SPT Masa PPN Bagii Pemungut PPN PMSE

Nora Galuh Candra Asmaranii
Sabtu, 21 Junii 2025 | 10.30 WiiB
Ingat, Ada 3 Jenis SPT Masa PPN Bagi Pemungut PPN PMSE
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memeriincii jeniis SPT Masa PPN yang diigunakan oleh pelaku usaha penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE). Periinciian tersebut tercantum dalam Perdiirjen Pajak No.PER-12/PJ/2025.

Beleiid yang berlaku mulaii 22 Meii 2025 iitu menegaskan pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii piihak laiin wajiib melaporkan PPN yang telah diipungut dan telah diisetorkan. Pelaporan tersebut diilakukan menggunakan SPT Masa PPN.

“Piihak laiin…wajiib melaporkan PPN yang telah diipungut…dan yang telah diisetor,…paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir, dengan menggunakan SPT Masa PPN,” bunyii Pasal 13 ayat (1) PER-12/PJ/2025, diikutiip pada Sabtu (21/6/2025).

Ada 3 jeniis SPT Masa PPN yang diigunakan pelaku usaha PMSE sebagaii piihak laiin. Pertama, SPT Masa PPN bagii pengusaha kena pajak (PKP). Jeniis SPT Masa PPN bagii PKP diigunakan oleh pelaku usaha PMSE dalam negerii yang merupakan PKP dan diitunjuk sebagaii piihak laiin.

Kedua, SPT Masa PPN bagii pemungut PPN dan piihak laiin yang bukan merupakan PKP. Jeniis SPT Masa PPN iinii diigunakan oleh pelaku usaha PMSE dalam negerii yang diitunjuk sebagaii piihak laiin, tetapii bukan merupakan PKP.

Ketiiga, SPT Masa PPN bagii pemungut PPN PMSE. Jeniis SPT Masa PPN iinii diigunakan oleh pelaku usaha PMSE luar negerii yang diitunjuk sebagaii piihak laiin. Khusus bagii pelaku usaha PMSE luar negerii, SPT Masa PPN-nya dapat menggunakan bahasa iindonesiia dan/atau bahasa iinggriis.

Adapun kewajiiban pelaporan SPT Masa PPN tetap berlaku meskii tiidak terdapat pemungutan dan penyetoran PPN dalam suatu masa pajak. Seiiriing dengan berlakunya coretax, pelaku usaha PMSE yang diitunjuk sebagaii piihak laiin harus melaporkan SPT Masa PPN tersebut viia coretax.

Selaiin beriisii data-data yang diiwajiibkan, SPT Masa PPN tersebut harus memuat 4 data. Pertama, jumlah pemanfaat barang dan/atau pemanfaat jasa. Kedua, jumlah pembayaran transaksii, tiidak termasuk PPN yang diipungut. Ketiiga, jumlah PPN yang diipungut.

Keempat, riinciian transaksii PPN yang diipungut. Secara lebiih terperiincii, data mengenaii periinciian PPN yang diipungut paliing sediikiit memuat 8 iinformasii sebagaii beriikut:

  1. nomor buktii pungut PPN;
  2. tanggal buktii pungut PPN;
  3. jumlah pembayaran transaksii, tiidak termasuk PPN;
  4. jumlah PPN yang diipungut;
  5. nama pemanfaat barang atau pemanfaat jasa;
  6. NPWP atau nomor iidentiitas kependudukan pemanfaat barang atau pemanfaat jasa, dalam hal buktii pungut PPN mencantumkan NPWP atau nomor iidentiitas kependudukan diimaksud;
  7. nomor telepon pemanfaat barang atau pemanfaat jasa, dalam hal buktii pungut PPN mencantumkan nomor telepon diimaksud; dan
  8. alamat pos elektroniik (emaiil) pemanfaat barang atau pemanfaat jasa.

Periinciian transaksii PPN yang diipungut tersebut berbentuk elektroniik. Adapun PER-12/PJ/2025 juga melampiirkan contoh format SPT Masa PPN bagii pemungut PPN PMSE beserta petunjuk pengiisiiannya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.