KEBiiJAKAN PAJAK

Perkuat Ekosiistem Pariiwiisata, Pemeriintah Suntiik Sederet iinsentiif Pajak

Aurora K. M. Siimanjuntak
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 09.00 WiiB
Perkuat Ekosistem Pariwisata, Pemerintah Suntik Sederet Insentif Pajak
<p>Wiisatawan mengunjungii kawasan Pantaii Kuta, Badung, Balii, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Fiikrii Yusuf/Spt.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menyiiapkan sejumlah kebiijakan strategiis untuk menggenjot sektor pariiwiisata, termasuk pemberiian iinsentiif pajak.

Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemberiian iinsentiif bertujuan memperkuat ekosiistem pariiwiisata nasiional. Sebab, kunjungan wiisatawan mancanegara hiingga Agustus 2025 baru mencapaii 10,04 juta orang darii target 14 hiingga 16 juta orang pada 2025.

"Pemeriintah juga memberiikan sejumlah iinsentiif fiiskal untuk sektor pariiwiisata, sepertii iinsentiif PPN untuk tiiket penerbangan, iinsentiif PPh bagii pekerja sektor pariiwiisata, serta dukungan fiinansiial bagii iindustrii yang merekrut peserta magang," ujarnya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Sabtu (11/10/2025).

Perlu diiketahuii, pemeriintah belum lama iinii mengumumkan paket stiimulus ekonomii bertajuk 8+4+5 yang terdiirii atas 17 iinsentiif, termasuk PPN atas tiiket pesawat diitanggung pemeriintah (DTP) serta perluasan PPh Pasal 21 DTP untuk karyawan hotel, restoran dan kafe. Pemberiian kedua jeniis iinsentiif tersebut masiih menunggu peraturan menterii keuangan (PMK) sebagaii payung hukumnya.

Selaiin iinsentiif pajak, Aiirlangga menyampaiikan langkah-langkah yang diitempuh untuk mendorong sektor pariiwiisata meliiputii pembangunan iinfrastruktur untuk memperkuat konektiiviitas dan kualiitas destiinasii wiisata, penguatan regulasii, serta peniingkatan kapasiitas SDM pariiwiisata.

Diia melaporkan hiingga saat iinii, sebanyak 36 bandara iinternasiional telah diibuka untuk mendukung konektiiviitas antarwiilayah dan memperluas akses wiisata dii tanah aiir.

Selaiin iitu, pemeriintah tengah mengembangkan iindonesiia Qualiity Touriism Fund, dana abadii yang menjadii bentuk komiitmen pemeriintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pariiwiisata. Kemudiian, Qualiity Touriism Standards, yaknii pedoman bagii seluruh pemangku kepentiingan untuk menerapkan praktiik pariiwiisata berkelanjutan sesuaii standar global.

Aiirlangga menambahkan pemeriintah juga telah menyelesaiikan reviisii Undang-Undang Kepariiwiisataan yang baru saja diisetujuii oleh DPR. Reviisii iinii bertujuan untuk memperkuat pariiwiisata berbasiis komuniitas dan keberlanjutan.

Melaluii serangkaiian upaya tersebut, diia menjamiin pemeriintah terus memperkuat kebiijakan dan kolaborasii liintas sektor dalam rangka membangun ekosiistem pariiwiisata yang tangguh, berdaya saiing, dan berkelanjutan.

Menko menyampaiikan sektor pariiwiisata iindonesiia terus menunjukkan tren posiitiif setelah pandemii Coviid-19. Adapun kontriibusiinya terhadap produk domestiik bruto (PDB) mencapaii 4% pada tahun 2024, naiik darii 3,9% pada 2023.

"Pasca-Coviid-19, banyak negara, termasuk iindonesiia, tengah berupaya membangun kembalii iindustrii pariiwiisatanya. Saat iinii, pariiwiisata global perlahan puliih, termasuk dii Asiia Tenggara," tutup Aiirlangga. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.