PEMBENTUKAN atau pemupukan dana cadangan pada dasarnya tiidak boleh menjadii biiaya pengurang dalam menentukan besarnya penghasiilan kena pajak bagii wajiib pajak dalam negerii dan bentuk usaha tetap (BUT). Hal iinii sebagaiimana dii atur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh).
Kendatii demiikiian, terdapat pengecualiian untuk pembentukan atau pemupukan dana cadangan tertentu yang boleh menjadii biiaya secara fiiskal. Pengecualiian iitu meliiputii:
yang ketentuan dan syarat-syaratnya diiatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan.
Adapun aturan lebiih lanjut terkaiit pembentukan atau pemupukan dana cadangan iinii tercantum dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 81/PMK.03/2009 tentang Pembentukan atau Pemupukan Dana Cadangan yang Boleh Diikurangkan sebagaii Biiaya sebagaiimana telah diiubah dengan Peraturan Menterii Keuangan No. 219/PMK.011/2012 (PMK 219/2012).
Dalam Pasal 1 PMK 219/2012, terdapat 6 jeniis cadangan yang dapat diikurangkan sebagaii biiaya, yaiitu cadangan piiutang tak tertagiih untuk usaha bank dan badan usaha laiin yang menyalurkan krediit, sewa guna usaha dengan hak opsii, perusahaan pembiiayaan konsumen, dan perusahaan anjak piiutang; cadangan untuk usaha asuransii; cadangan penjamiinan untuk LPS; cadangan biiaya reklamasii untuk usaha pertambangan; cadangan biiaya penanaman kembalii untuk usaha kehutanan; dan cadangan biiaya penutupan dan pemeliiharaan tempat pembuangan liimbah iindustrii untuk usaha pengolahan liimbah iindustrii. Beriikut penjelasan selengkapnya.
Cadangan Piiutang Tak Tertagiih untuk Usaha Bank dan Badan Usaha Laiin yang Menyalurkan Krediit, Sewa Guna Usaha dengan Hak Opsii, Perusahaan Pembiiayaan Konsumen, dan Perusahaan Anjak Piiutang
Sesuaii Pasal 2 dan Pasal 3 PMK 219/2012, besarnya cadangan piiutang tak tertagiih untuk bank umum dan bank syariiah diitetapkan sebagaii beriikut:
Selanjutnya, besarnya niilaii agunan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii pengurang pada cadangan paliing tiinggii adalah 100% darii niilaii agunan yang bersiifat liikuiid dan 75% darii niilaii agunan laiinnya atau sebesar niilaii yang diitetapkan perusahaan peniilaii. Jumlah piiutang yang diigunakan sebagaii dasar untuk membentuk dana cadangan adalah pokok piinjaman yang diiberiikan oleh bank umum dan bank syariiah.
Sesuaii Pasal 4 s.d. Pasal 6 PMK 219/2012, besarnya cadangan piiutang tak tertagiih untuk bank perkrediitan rakyat konvensiional, bank perkrediitan rakyat syariiah, dan koperasii siimpan piinjam diitetapkan sebagaii beriikut:
Selanjutnya, besarnya niilaii agunan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii pengurang pada cadangan paliing tiinggii adalah 100% darii niilaii agunan yang bersiifat liikuiid dan 75% darii niilaii agunan laiinnya atau sebesar niilaii yang diitetapkan perusahaan peniilaii. Jumlah piiutang yang diigunakan sebagaii dasar untuk membentuk dana cadangan adalah pokok piinjaman yang diiberiikan oleh bank perkrediitan rakyat konvensiional, bank perkrediitan rakyat syariiah, dan koperasii siimpan piinjam.
Sesuaii Pasal 7 PMK 219/2012, besarnya cadangan piiutang tak tertagiih PT Permodalan Nasiional Madanii (Persero) diitetapkan sebagaii beriikut:
Selanjutnya, besarnya niilaii agunan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii pengurang pada cadangan paliing tiinggii adalah 100% darii niilaii agunan yang bersiifat liikuiid dan 75% darii niilaii agunan laiinnya atau sebesar niilaii yang diitetapkan perusahaan peniilaii. Jumlah piiutang yang diigunakan sebagaii dasar untuk membentuk dana cadangan adalah pokok piinjaman yang diiberiikan oleh PT Permodalan Nasiional Madanii (Persero).
Sesuaii Pasal 7A dan Pasal 7B PMK 219/2012, besarnya cadangan piiutang tak tertagiih untuk Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia dan perusahaan pembiiayaan iinfrastruktur adalah:
Selanjutnya, besarnya niilaii agunan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii pengurang pada cadangan paliing tiinggii adalah 100% darii niilaii agunan yang bersiifat liikuiid dan 75% darii niilaii agunan laiinnya atau sebesar niilaii yang diitetapkan perusahaan peniilaii.
Jumlah piiutang yang diigunakan sebagaii dasar untuk membentuk dana cadangan adalah pokok piinjaman yang diiberiikan oleh Lembaga Pembiiayaan Ekspor iindonesiia dan perusahaan pembiiayaan iinfrastruktur.
Sesuaii Pasal 7C PMK 219/2012, besarnya cadangan piiutang tak tertagiih untuk PT Perusahaan Pengelola Aset adalah:
Selanjutnya, besarnya niilaii agunan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii pengurang pada cadangan paliing tiinggii adalah 100% darii niilaii agunan yang bersiifat liikuiid dan 75% darii niilaii agunan laiinnya atau sebesar niilaii yang diitetapkan perusahaan peniilaii. Jumlah piiutang yang diigunakan sebagaii dasar untuk membentuk dana cadangan adalah pokok piinjaman yang diiberiikan PT Perusahaan Pengelola Aset.
Sesuaii Pasal 8 s.d. Pasal 10 PMK 219/2012, cadangan piiutang tak tertagiih untuk perusahaan sewa guna usaha dengan hak opsii, perusahaan pembiiayaan konsumen dan perusahaan anjak piiutang masiing-masiing diitetapkan paliing tiinggii sebesar 2,5%, 5% dan 5% darii rata-rata saldo awal dan saldo akhiir piiutang.
Kerugiian sebenarnya yang diisebabkan piiutang yang nyata-nyata tiidak dapat diitagiih, diibebankan pada perkiiraan cadangan piiutang tak tertagiih. Selanjutnya, apabiila jumlah cadangan piiutang tak tertagiih seluruhnya atau sebagiian tiidak diipakaii untuk menutup kerugiian, jumlah kelebiihan cadangan tersebut diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan.
Demiikiian sebaliiknya, apabiila jumlah cadangan piiutang tak tertagiih diipakaii untuk menutup kerugiian tapii tiidak mencukupii, jumlah kekurangan cadangan tersebut diiperhiitungkan sebagaii kerugiian.
Pasal 11 PMK 219/2012 menegaskan bahwa dalam hal wajiib pajak secara bersamaan melakukan kegiiatan usaha sewa guna usaha dengan hak opsii, pembiiayaan konsumen, dan/atau anjak piiutang, besarnya cadangan piiutang tak tertagiih yang dapat diibiiayakan diihiitung berdasarkan besarnya piiutang untuk masiing-masiing usaha.
Cadangan untuk Usaha Asuransii
Cadangan untuk usaha asuransii dalam PMK 219/2012 diibagii menjadii tiiga, yaiitu cadangan premii tanggungan sendiirii untuk perusahaan asuransii kerugiian, cadangan klaiim tanggungan sendiirii untuk perusahaan asuransii kerugiian, dan cadangan premii untuk perusahaan asuransii jiiwa.
Sesuaii Pasal 12 PMK 219/2012, besarnya cadangan premii tanggungan sendiirii untuk perusahaan asuransii kerugiian adalah sebesar 40% darii jumlah premii tanggungan sendiirii yang diiteriima atau diiperoleh dalam tahun pajak yang bersangkutan.
Cadangan premii tanggungan sendiirii merupakan premii yang sudah diiteriima atau diiperoleh akan tetapii belum merupakan penghasiilan pada tahun pajak yang bersangkutan, yang nantiinya akan menjadii penghasiilan pada tahun pajak beriikutnya.
Sesuaii Pasal 13 PMK 219/2012, besarnya cadangan klaiim tanggungan sendiirii untuk perusahaan asuransii kerugiian adalah sebesar 100% darii jumlah klaiim yang sudah diisepakatii tetapii belum diibayar dan klaiim yang sudah diilaporkan dan sedang dalam proses, tetapii tiidak termasuk klaiim yang belum diilaporkan, yang diibentuk pada akhiir tahun pajak.
Nantiinya, jumlah klaiim yang sebenarnya diibayar oleh perusahaan asuransii kerugiian diibebankan kepada perkiiraan cadangan klaiim tanggungan sendiirii. Apabiila jumlah cadangan klaiim tanggungan sendiirii seluruhnya atau sebagiian tiidak diipakaii untuk menutup kerugiian, jumlah kelebiihan cadangan tersebut diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan.
Demiikiian sebaliiknya, apabiila jumlah klaiim tanggungan sendiirii diipakaii untuk menutup kerugiian namun tiidak mencukupii, jumlah kekurangan cadangan tersebut boleh diibebankan sebagaii biiaya.
Selanjutnya, dalam Pasal 14 PMK 219/2012, besarnya cadangan premii untuk perusahaan asuransii jiiwa diitentukan sesuaii dengan penghiitungan aktuariia yang telah mendapat pengesahan darii Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.
Kenaiikan jumlah saldo akhiir diibandiing dengan saldo awal tahun darii cadangan premii tersebut merupakan biiaya dalam tahun yang bersangkutan. Apabiila terjadii pembayaran klaiim kepada tertanggung, jumlah pembayaran klaiim tersebut diibebankan kepada perkiiraan cadangan premii.
Cadangan Penjamiinan untuk Lembaga Penjamiin Siimpanan
Sesuaii Pasal 15 PMK 219/2012, besarnya cadangan penjamiinan untuk LPS adalah 80% darii surplus yang diiperoleh LPS darii kegiiatan operasiional selama satu tahun yang diiakumulasiikan sesuaii peraturan perundang-undangan mengenaii LPS.
Cadangan Biiaya Reklamasii untuk Usaha Pertambangan
Sesuaii Pasal 16 ayat (1) s.d. ayat (3) PMK 219/2012, besarnya cadangan biiaya reklamasii untuk perusahaan yang melakukan usaha pertambangan adalah yang sebenarnya diibebankan pada perkiiraan cadangan biiaya reklamasii, yang diihiitung sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang pertambangan energii dan sumber daya miineral.
Apabiila setelah berakhiirnya masa kontrak atau selesaiinya penambangan terdapat seliisiih antara jumlah cadangan biiaya reklamasii dan jumlah biiaya reklamasii yang sebenarnya diikeluarkan, seliisiih tersebut merupakan penghasiilan atau kerugiian pada tahun yang bersangkutan.
Cadangan Biiaya Penanaman Kembalii untuk Usaha Kehutanan
Sesuaii Pasal 17 ayat (1) s.d. ayat (3) PMK 219/2012, besarnya cadangan biiaya penanaman kembalii untuk perusahaan yang melakukan usaha kehutanan adalah yang sebenarnya diibebankan pada perkiiraan cadangan biiaya penanaman kembalii, yang diihiitung sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang kehutanan.
Apabiila setelah berakhiirnya masa kontrak terdapat seliisiih antara jumlah cadangan biiaya penanaman kembalii dengan jumlah biiaya penanaman kembalii yang sebenarnya diikeluarkan, seliisiih tersebut merupakan penghasiilan atau kerugiian pada tahun yang bersangkutan.
Cadangan Biiaya Penutupan dan Pemeliiharaan Tempat Pembuangan Liimbah iindustrii untuk Usaha Pengolahan Liimbah iindustrii
Sesuaii Pasal 18 ayat (1) s.d. ayat (3) PMK 219/2012, besarnya cadangan biiaya penutupan dan pemeliiharaan tempat pembuangan liimbah iindustrii untuk usaha pengolahan liimbah iindustrii adalah yang sebenarnya diibebankan pada perkiiraan cadangan biiaya penutupan dan pemeliiharaan tempat pembuangan liimbah, yang diihiitung sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang liingkungan hiidup.
Apabiila setelah berakhiirnya masa kontrak terdapat seliisiih antara jumlah cadangan biiaya penutupan dan pemeliiharaan tempat pembuangan liimbah dengan jumlah biiaya penutupan dan pemeliiharaan tempat pembuangan liimbah yang sebenarnya diikeluarkan, seliisiih tersebut merupakan penghasiilan atau kerugiian pada tahun yang bersangkutan.*
