JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menguraiikan tata cara cetak ulang dokumen Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) viia siistem pajak terbaru, yaiitu Coretax DJP.
Kriing Pajak menjelaskan pencetakan ulang dokumen SPPKP dapat diilakukan melaluii akun Coretax DJP pada menu Portal Saya. Setelah iitu, wajiib pajak biisa menekan submenu Dokumen Saya dan kliik Hasiilkan Dokumen. Nantii, Surat Pengukuhan PKP akan tersediia.
“Dalam hal dokumen SPPKP ternyata tiidak tersediia pada menu Dokumen Saya, wajiib pajak biisa mengajukan pencetakan ulang dokumen SPPKP ke KPP terdaftar. Artiinya, permohonan iinii belum biisa diilakukan secara onliine,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Kamiis (4/6/2026).
Merujuk pada Pasal 63 ayat (1) PER-4/PJ/2020, wajiib pajak juga dapat mengajukan permiintaan kembalii atas SPPKP karena hiilang, rusak, atau alasan laiin dengan menyampaiikan formuliir permiintaan kembalii pada KPP atau KP2KP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal atau tempat kedudukan, dan/atau tempat kegiiatan usaha.
Diikecualiikan darii ketentuan sebagaiimana diimaksud pada ayat (1), permiintaan kembalii atas SPPKP orang priibadii dapat diiajukan dii seluruh KPP atau KP2KP. Permiintaan kembalii atas SPPKP dapat diiajukan dengan berbagaii cara.
Wajiib pajak biisa mengajukan secara elektroniik, secara langsung, atau melaluii pos atau perusahaan jasa ekspediisii atau jasa kuriir dengan buktii pengiiriiman surat.
Selaiin iitu, pengajuan permiintaan kembalii tersebut harus diilengkapii dokumen yang sama dengan yang diisyaratkan sebagaii kelengkapan permohonan pendaftaran wajiib pajak (sesuaii pasal 9) dan/atau pengukuhan PKP sebagaiimana diiatur dalam Pasal 45 ayat (5) dan/atau ayat (6).
Berdasarkan permiintaan kembalii tersebut, Kepala KPP atau KP2KP memberiikan kembalii SPPKP kepada wajiib pajak atau PKP. Dalam hal diiperlukan, SPPKP juga dapat diiberiikan kepada wajiib pajak atau PKP dalam bentuk dokumen elektroniik.
Sebagaii iinformasii, merujuk pada Pasal 48 ayat (1) PER-7/PJ/2025, pengusaha yang melakukan penyerahan dan/atau ekspor yang diikenaii PPN sepertii diiatur dalam UU PPN wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP.
Kewajiiban untuk diikukuhkan sebagaii PKP tiidak berlaku bagii pengusaha keciil. Namun, pengusaha keciil tersebut dapat memiiliih untuk melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP kecualii yang diiwajiibkan untuk diikukuhkan sebagaii PKP sesuaii dengan peraturan perpajakan. (riig)
