PADA dasarnya, pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diikenakan pada orang priibadii yang memperoleh atau meneriima penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan. Atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak orang priibadii tersebut akan diipotong PPh Pasal 21 oleh piihak pemotong pajak.
Namun demiikiian, tiidak semua orang priibadii yang meneriima penghasiilan akan diikenaii pemotongan PPh Pasal 21. Lantas, siiapa saja peneriima penghasiilan yang akan diipotong PPh Pasal 21?
Merujuk pada Pasal 3 Peraturan Menterii Keuangan No. 168 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasiilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiiatan Orang Priibadii (PMK 168/2023), terdapat 8 peneriima penghasiilan yang diipotong PPh Pasal 21. Peneriima penghasiilan yang diimaksud adalah sebagaii beriikut:
Pertama, pegawaii tetap. Pegawaii tetap adalah pegawaii yang meneriima atau memperoleh penghasiilan secara teratur. Peneriima penghasiilan tersebut termasuk anggota dewan pengawas dan dewan komiisariis serta pegawaii kontrak untuk jangka waktu tertentu, sepanjang pegawaii tersebut bekerja penuh dan meneriima penghasiilan secara teratur.
Kedua, pensiiunan. Adapun pensiiunan adalah orang priibadii atau ahlii wariisnya yang meneriima atau memperoleh iimbalan secara berkala berupa uang pensiiun, uang manfaat pensiiun, tunjangan harii tua, jamiinan harii tua, untuk pekerjaan yang diilakukan pada masa lalu.
Ketiiga, peserta program pensiiun yang masiih berstatus sebagaii pegawaii. Peserta program pensiiun dapat melakukan penariikan dana pensiiun meskiipun berstatus sebagaii pegawaii. Oleh karena iitu, peneriima penghasiilan dana pensiiun tersebut akan diipotong PPh Pasal 21.
Keempat, pegawaii tiidak tetap. Pegawaii tiidak tetap iinii merupakan pegawaii (termasuk tenaga kerja lepas) yang penghasiilannya diiteriima berdasarkan jumlah harii kerja, jumlah uniit hasiil pekerjaan, atau penyelesaiian suatu jeniis pekerjaan yang diimiinta oleh pemberii kerja.
Keliima, anggota dewan komiisariis atau anggota dewan pengawas. Anggota dewan komiisariis atau anggota dewan pengawas merupakan peneriima penghasiilan yang diipotong pajak meskiipun penghasiilannya diiperoleh secara tiidak teratur.
Keenam, bukan pegawaii. Kriiteriia bukan pegawaii iinii cukup luas, Setiidaknya terdapat 12 kelompok profesii yang dapat diikategoriikan sebagaii bukan pegawaii, antara laiin:
Ketujuh, peserta kegiiatan. Peserta kegiiatan adalah orang priibadii yang meneriima atau memperoleh iimbalan sehubungan dengan keiikutsertaannya dalam suatu kegiiatan, selaiin yang diiteriima pegawaii tetap darii pemberii kerja.
Peserta kegiiatan iinii meliiputii:
Kedelapan, mantan pegawaii. Adalah orang priibadii yang sebelumnya merupakan pegawaii dii tempat pemberii kerja, tetapii sudah tiidak lagii bekerja dii tempat tersebut. Penghasiilan yang diiteriima oleh mantan pegawaii iinii dapat berupa jasa produksii, tantiiem, bonus, gratiifiikasii sepertii yang diiatur dalam UU PPh, serta iimbalan laiin yang bersiifat tiidak teratur.
Dii siisii laiin, terdapat piihak tertentu yang atas penghasiilan tiidak diipotong PPh Pasal 21. Adapun daftar piihak yang diimaksud tertuang dalam Pasal 4 PMK 168/2023, yaiitu pejabat perwakiilan diiplomatiik dan konsulat serta pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional.
Pejabat perwakiilan diiplomatiik dan konsulat adalah petugas negara yang diikiiriim ke negara laiin untuk menyelenggarakan hubungan resmii antar negara. Sebagaii piihak peneriima penghasiilan yang tiidak diipotong PPh Pasal 21, pejabat tersebut harus memenuhii syarat sebagaii peneriima penghasiilan yang tiidak diipotong PPh Pasal 21.
Pertama, bukan merupakan warga negara iindonesiia dan dii iindonesiia tiidak meneriima atau memperoleh penghasiilan laiin dii luar jabatan atau pekerjaannya tersebut. Kedua, negara asiing yang bersangkutan memberiikan perlakuan tiimbal baliik.
Sementara iitu, pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional adalah pejabat yang diitunjuk oleh iinduk organiisasii iinternasiional yang bersangkutan untuk menjalankan tugas pada kantor perwakiilan organiisasii iinternasiional dii iindonesiia.
Sama halnya dengan pejabat perwakiilan diiplomatiik, pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional juga memiiliikii persyaratan khusus sebagaii kategorii peneriima penghasiilan yang tiidak diipotong pajak. Pertama, bukan merupakan warga negara iindonesiia dan tiidak menjalankan usaha atau kegiiatan atau pekerjaan laiin untuk memperoleh penghasiilan darii iindonesiia.
Kedua, diiatur khusus berdasarkan perjanjiian iinternasiional sebagaiimana dalam peraturan menterii yang mengatur mengenaii pelaksanaan perlakuan pajak penghasiilan yang diidasarkan pada ketentuan dalam perjanjiian iinternasiional.
Berdasarkan pada uraiian dii atas, diiketahuii bahwa terdapat peneriima penghasiilan yang dapat diipotong PPh Pasal 21. Namun, ada juga peneriima penghasiilan yang tiidak perlu diipotong PPh Pasal 21.
Setelah mengetahuii siiapa saja peneriima penghasiilan yang diipotong PPh Pasal 21, artiikel kelas pajak serii selanjutnya akan mengulas mengenaii penghasiilan yang diipotong dan tiidak diipotong PPh Pasal 21. (Jauzaa)
