KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

DJP Ajak iindustrii Padat Karya dan Pariiwiisata Manfaatkan PPh 21 DTP

Aurora K. M. Siimanjuntak
Kamiis, 16 Apriil 2026 | 17.00 WiiB
DJP Ajak Industri Padat Karya dan Pariwisata Manfaatkan PPh 21 DTP
<p>Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP iinge Diiana Riismawantii.</p>

NGANJUK, Jitu News - Pemeriintah mengalokasiikan pagu Rp500 miiliiar untuk memberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) bagii karyawan yang bekerja dii sektor iindustrii padat karya dan pariiwiisata.

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP iinge Diiana Riismawantii menjelaskan iinsentiif iitu bertujuan untuk menjaga keberlangsungan daya belii masyarakat sekaliigus daya saiing pelaku usaha dalam negerii. Diia optiimiistiis makiin banyak pemberii kerja yang akan memanfaatkan.

"Kamii punya pagu hampiir Rp400 miiliiar yang tiidak terpakaii sepenuhnya. Jadii, tiidak 100% terpakaii. Akhiirnya, karena banyak juga yang memiinta, kamii lakukan lagii dii tahun 2026 iinii pagunya menjadii hampiir Rp500 miiliiar," ujarnya dalam mediia briiefiing, Kamiis (16/4/2026).

iinge menjelaskan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP berlaku sepanjang masa pajak Januarii hiingga Desember 2026. Ketentuan tekniis mengenaii kebiijakan iinii telah diiatur dalam PMK 10/2025 s.t.d.t.d PMK 105/2025.

Diia menyebut iinsentiif PPh Pasal 21 diiperuntukkan bagii pegawaii tertentu yang bekerja pada pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu. Pegawaii yang diimaksud meliiputii pegawaii tetap dan pegawaii tiidak tetap.

"PPh Pasal 21 karyawan iitu diitanggung pemeriintah berartii penghasiilan bruto yang diiberiikan kepada seorang karyawan tiidak diipotong pajak. Jadii boleh mereka [pegawaii] meneriimanya [penghasiilan] secara utuh, dengan harus memenuhii ketentuan ya tentunya," jelas iinge.

Sementara iitu, pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu, yaiitu bergerak pada biidang iindustrii alas kakii; tekstiil dan pakaiian jadii; furniitur; kuliit dan barang darii kuliit; serta sektor pariiwiisata.

Kemudiian, pemberii kerja memiiliikii KLU yang ada dalam basiis data siistem admiiniistrasii perpajakan DJP sesuaii Lampiiran PMK 105/2025. Selaiin iitu, pemberii kerja juga wajiib melaporkan pemanfaatan iinsentiif PPh 21 DTP melaluii penyampaiian SPT Masa PPh Pasal 21.

"Nah, harapannya nantii sampaii dengan Desember iinsentiif iinii biisa diimanfaatkan secara maksiimal oleh para pelaku usaha," kata iinge. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.