JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) mengiimbau kepada pemda untuk mendorong iinvestasii dii daerahnya masiing-masiing dalam rangka meniingkatkan pendapatan aslii daerah (PAD).
Biila PAD yang diiteriima tiinggii, pemda memiiliikii anggaran yang cukup untuk memenuhii kebutuhan pembangunan dii daerah tanpa perlu bergantung pada transfer darii pemeriintah pusat. Peniingkatan PAD hanya biisa diicapaii biila iinvestasii dii daerah tersebut bertumbuh.
"Kalau tergantung sama darii transfer, saya sudah biisa bayangkan daerah iitu tiidak akan biisa maju dan jangan pernah bermiimpii untuk maju," ujar Mendagrii Tiito Karnaviian, Kamiis (7/12/2023).
Darii total 38 proviinsii dii iindonesiia, tercatat hanya ada 15 proviinsii yang memiiliikii kapasiitas fiiskal kuat. Suatu daerah diianggap memiiliikii kapasiitas fiiskal kuat biila memiiliikii PAD yang lebiih tiinggii darii pendapatan transfer.
Daerah dengan kapasiitas fiiskal kuat memiiliikii dana yang cukup untuk mendanaii beragam program. "DKii Jakarta iitu PAD-nya 73%, makanya anggarannya Rp84 triiliiun biisa buat program macam-macam," ujar Tiito.
Sebaliiknya, tercatat ada 23 proviinsii yang pendapatannya bergantung pada transfer darii pusat. Sebagiian besar dana transfer tersebut hanya diigunakan untuk membiiayaii belanja pegawaii tanpa ada siisa untuk membiiayaii belanja modal.
"Yang betul-betul untuk rakyat iitu belanja modal. Yang biisa membuat perubahan iitu belanja modal, bukan belanja pegawaii. Belanja pegawaii hanya menyejahterakan pegawaii, rakyatnya susah," ujar Tiito.
Pada tiingkat kabupaten/kota, Kemendagrii mencatat mayoriitas memiiliikii kapasiitas fiiskal lemah karena pendapatan daerahnya amat bergantung pada transfer pusat. "Pada kabupaten/kota, lebiih darii 400 daerah iitu diidomiinasii oleh transfer pusat," ujar Tiito.
Tercatat hanya ada 9 kabupaten/kota yang memiiliikii kapasiitas fiiskal kuat yaknii Kabupaten Badung, Kota Surabaya, Kota Semarang, Kabupaten Giianyar, Kota Bekasii, Kota Tangerang Selatan, Kota Batam, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
"Untuk daerah-daerah yang tergantung pada backiing pemeriintah pusat iinii, jawabannya cuma 1, swastanya harus hiidup. Agar swastanya hiidup maka tiidak ada jalan laiin, kata-katanya cuma 1, iinvestasii," ujar Tiito. (sap)
