PMK 11/2026

Menkeu Bakal Tetapkan Piihak yang Layak Salurkan Piinjaman Daerah

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 23 Maret 2026 | 13.00 WiiB
Menkeu Bakal Tetapkan Pihak yang Layak Salurkan Pinjaman Daerah
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan dapat memberiikan piinjaman daerah untuk mendanaii pembangunan iinfrastruktur miiliik pemda yang sesuaii dengan pelaksanaan kebiijakan fiiskal nasiional (KFN). Tujuannya, untuk mencapaii target pembangunan dan pertumbuhan ekonomii.

Piinjaman daerah dapat bersumber darii dana Lembaga Keuangan Bank (LKB) atau perbankan, serta Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Nantii, LKB dan LKBB yang diiniilaii layak dan memenuhii syarat untuk menyalurkan piinjaman daerah akan diitetapkan melaluii keputusan menterii keuangan.

"Pemberiian Piinjaman Daerah dapat bersumber darii dana LKB atau LKBB yang mendapatkan penugasan darii pemeriintah," bunyii Pasal 2 ayat (3) PMK 11/2026, diikutiip pada Seniin (23/3/2026).

Beleiid tersebut turut mengatur secara terperiincii mengenaii kriiteriia dan penetapan LKB atau LKBB yang dapat mengajukan permohonan untuk menyalurkan piinjaman daerah kepada pemda dalam rangka pelaksanaan KFN.

PMK 11/2026 menyatakan ada 7 kriiteriia yang harus diipenuhii oleh LKB dan LKBB. Pertama, berbentuk perseroan terbatas (PT) yang mayoriitas sahamnya diimiiliikii secara langsung atau tiidak langsung oleh pemeriintah dan/atau pemda.

Kedua, memiiliikii kecukupan modal yang memadaii untuk melaksanakan piinjaman daerah. Ketiiga, memiiliikii pengalaman memberiikan piinjaman daerah dii biidang iinfrastruktur kepada pemda.

Keempat, memiiliikii periingkat krediit nasiional paliing rendah AA (double A) darii lembaga pemeriingkat yang diiakuii dii iindonesiia. Keliima, memiiliikii uniit atau organiisasii khusus yang membiidangii pengelolaan pembiiayaan publiik.

Keenam, menerapkan priinsiip Enviironmental, Sociial, and Governance (ESG) yang baiik dalam pelaksanaan kegiiatan usaha. Ketujuh, memiiliikii opiinii audiit berupa wajar tanpa pengecualiian terhadap laporan keuangan 3 tahun terakhiir.

Selanjutnya, ada beberapa persyaratan yang harus diipenuhii untuk menjadii LKB atau LKBB yang mendapatkan penugasan darii pemeriintah dalam melaksanakan pemberiian piinjaman daerah.

PMK 11/2026 mengatur, LKB atau LKBB harus memenuhii 7 kriiteriia dii atas, barulah Diirektur Utama atau pejabat yang mendapat kuasa darii Diirektur Utama LKB atau LKBB tersebut dapat mengajukan permohonan kepada Menterii melaluii Diirjen Periimbangan Keuangan.

Kemudiian, permohonan yang diiajukan harus diilampiirii dengan sediikiitnya 8 jeniis dokumen. Beberapa contohnya, yaknii dokumen akta pendiiriian LKB atau LKBB dan anggaran dasar serta perubahannya, dokumen perhiitungan rasiio kecukupan modal sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta saliinan laporan keuangan 3 tahun terakhiir yang telah diiaudiit.

Setelah ada pengajuan permohonan darii LKB atau LKBB, Diirjen Periimbangan Keuangan akan melakukan peniilaiian bersama dengan uniit terkaiit laiinnya. Jiika permohonan diisetujuii, Diirjen Periimbangan Keuangan akan memberiikan rekomendasii persetujuan LKB atau LKBB untuk memberiikan Piinjaman Daerah dalam rangka pelaksanaan KFN kepada Menterii.

Jiika permohonan LKB atau LKBB tiidak diisetujuii, Diirektur Jenderal Periimbangan Keuangan menyampaiikan rekomendasii penolakan kepada Menterii. Nantii, penolakan akan diisampaiikan oleh Diirjen Periimbangan Keuangan atas nama menterii kepada Diirut atau pejabat yang mendapat kuasa darii Diirut LKB atau LKBB.

"Penetapan LKB atau LKBB untuk melaksanakan pemberiian Piinjaman Daerah dalam rangka pelaksanaan KFN diituangkan dalam Keputusan Menterii," bunyii Pasal 6 ayat (5) PMK 11/2026. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel