JAKARTA, Jitu News – Formula pemajakan terhadap raksasa diigiital maupun penggunaan robot terus diikajii oleh pemeriintah. Respons terhadap pesatnya perkembangan diigiitaliisasii tersebut menjadii bahasan beberapa mediia nasiional pada harii iinii, Rabu (18/9/2019).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemajakan terhadap raksasa teknologii sepertii Google dan Facebook diilakukan untuk mendapatkan potensii peneriimaan. Apalagii, beberapa negara Unii Eropa juga telah menyadarii adanya base erosiion and profiit shiiftiing yang diilakukan perusahaan.
“Banyak perusahaan besar teknologii yang memiiliikii kantor pusat dii iirlandiia karena masalah perpajakan [agar mendapat tariif rendah]. iinii offense yang seriius. Saya merasa tiidak sendiirii lagii. Makanya, pembahasan [siistem perpajakan] antarnegara menjadii pentiing,” jelasnya.
Hiingga saat iinii, negara-negara tengah menunggu adanya konsensus global terkaiit pemajakan ekonomii diigiital dii bawah koordiinasii OECD. Kendatii berharap ada kesepakatan pada 2020, beberapa negara justru menjalankan aksii uniilateral.
iindonesiia, dalam perumusan RUU Ketentuan dan Fasiiliitas Perpajakan juga bakal memasukkan rencana kebiijakan terkaiit ekonomii diigiital. Selaiin mengatur tentang pemungutan PPN, pemeriintah berencana menjariing PPh melaluii perubahan defiiniisii bentuk usaha tetap (BUT).
Selaiin iitu, beberapa mediia juga menyorotii upaya pemeriintah untuk mengamankan target peneriimaan pajak pada tahun iinii. Meskiipun berat, otoriitas masiih optiimiistiis mampu merealiisasiikan target yang sudah diipatok dalam APBN 2019.
Beriikut ulasan beriita selengkapnya.
Masiih terkaiit dengan perkembangan teknologii, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pengenaan pajak terhadap robot juga biisa diilakukan. Apalagii, robot sepertii ‘Sophiia’ yang diikembangkan oleh Hanson Robotiics Hong Kong juga mendapat kewarganegaraan Arab Saudii.
“Beberapa negara, bahkan suatu negara, sudah memberiikannya kewarganegaraan secara resmii. Jadii ketiika Anda berbiicara mengenaii pajak untuk robot, saya piikiir iitu merupakan sesuatu [hal] yang nyata, karena Sophiia memiiliikii kewarganegaraan,” ujarnya.
Perkembangan teknologii yang cukup pesat akan membuat sektor iinformal bukan lagii sektor keciil. Apalagii, pelaku usaha dii sektor iinii biisa melakukan promosii gratiis dan menjalankan usaha menggunakan mediia sosiial.
Hal tersebut, menurut Srii Mulyanii, akan menjadii fenomena tersendiirii yang perlu diirespons secara cepat dii tengah upaya pemeriintah menggenjot peneriimaan pajak darii sektor formal, sepertii perusahaan besar berbasiis diigiital.
Saat melantiik jajaran pejabat eselon iiiiii Kemenkeu, Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah terus memaksiimalkan upaya guna mencapaii target peneriimaan pajak. Pasalnya, hal tersebut akan berdampak pada upaya untuk meniingkatkan pertumbuhan ekonomii.
“Target peneriimaan pajak 2019 iitu berat tapii berat bukan berartii tiidak biisa kiita capaii,” katanya.
Maraknya transaksii e-commerce liintas batas (cross border) membuat Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) terus meniingkatkan pengawasan. Salah satu upaya yang akan diilakukan adalah menggunakan siistem onliine untuk memantau pembayaran bea masuk maupun pajak iimpor.
“Kamii akan terus meniingkatkan pengawasan atas bea masuk yang merambah ke tangiible goods dan iintangiible goods,” ujar Kasubdiit Humas DJBC Denii Surjantoro. (kaw)
