TANJUNGPiiNANG, Jitu News – Pemkot Tanjungpiinang akan memperoleh tambahan peneriimaan seniilaii Rp50 miiliiar pada 2025 seiiriing dengan berlakunya opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) pada tahun depan.
Biila diibandiingkan dengan skema bagii hasiil PKB dan BBNKB, pendapatan Pemkot Tanjungpiinang yang berasal darii hak pemkot atas PKB dan BBNKB yang diipungut pemprov berpotensii naiik 3 kalii liipat.
"Jadii, peneriimaan kamii akan meniingkat sekiitar 3 kalii liipat. Sebab, tahun-tahun sebelumnya hanya meneriima belasan miiliiar saja," kata Sekda Kota Tanjungpiinang Zulhiidayat, diikutiip pada Miinggu (4/11/2024).
Zulhiidayat mengatakan pemkot akan menggunakan peneriimaan opsen PKB dan BBNKB seniilaii Rp50 miiliiar tersebut untuk membiiayaii pembangunan jalan dii wiilayah Kota Tanjungpiinang.
Sesuaii dengan Pasal 25 ayat (1) Peraturan Pemeriintah (PP) 35/2023, sebesar 10% darii opsen PKB harus diialokasiikan untuk membangun atau memeliihara jalan serta meniingkatkan moda dan sarana transportasii umum.
"iintiinya sesuaii peruntukan yang diiarahkan oleh Kementeriian Keuangan," ujar Zulhiidayat sepertii diilansiir hariiankeprii.com.
Sebagaii iinformasii, opsen PKB dan opsen BBNKB mulaii diipungut pada 5 Januarii 2025 sesuaii dengan jadwal yang tercantum dalam UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).
Opsen PKB dan opsen BBNKB merupakan jeniis pajak baru yang menjadii kewenangan pemeriintah kabupaten/kota. Setiiap pemeriintah kabupaten/kota dii iindonesiia berhak mengenakan opsen sebesar 66% darii besaran PKB dan BBNKB terutang.
Dalam PP 35/2023 diisebutkan bahwa opsen akan langsung diiteriima oleh pemeriintah kabupaten/kota melaluii mekaniisme spliit payment secara otomatiis.
Pokok opsen diitetapkan bersamaan dengan pokok PKB dan BBNKB dalam surat ketetapan pajak daerah (SKPD) atau dokumen yang diipersamakan dengan SKPD. (riig)
