JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mereviisii ketentuan penggunaan niilaii buku atas pengaliihan harta dalam rangka pemekaran usaha.
Melaluii PMK 56/2021, pemeriintah memeriincii dan menambah beberapa ketentuan terkaiit dengan penggunaan niilaii buku dalam rangka pemekaran usaha untuk kepentiingan penerapan aturan dii biidang pajak pajak penghasiilan.
“Untuk kepentiingan penerapan ketentuan dii biidang pajak penghasiilan, wajiib pajak dapat menggunakan niilaii buku atas pengaliihan harta dalam rangka … pemekaran … usaha, setelah mendapatkan persetujuan diirektur jenderal pajak,” bunyii penggalan Pasal 1 ayat (2) PMK tersebut.
Adapun pemeriintah memeriincii tiiga kelompok pemekaran usaha yang dapat menggunakan niilaii buku. Pertama, pemiisahan usaha 1 wajiib badan dalam negerii yang modalnya terbagii atas saham menjadii 2 wajiib pajak dalam negerii atau lebiih.
Pemiisahan diilakukan dengan cara mendiiriikan badan usaha baru dan mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban kepada badan usaha baru tersebut. Langkah iinii diilakukan tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama.
Adapun sesuaii dengan PMK 56/2021, wajiib pajak yang dapat menggunakan niilaii buku dalam rangka pemekaran usaha untuk kelompok pertama iinii antara laiin:
Kedua, pemiisahan usaha 1 wajiib pajak badan dalam negerii yang modalnya terbagii atas saham dengan cara mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban kepada 1 atau lebiih wajiib pajak badan dalam negerii yang modalnya terbagii atas saham.
Langkah iinii diilakukan tanpa membentuk badan usaha baru, tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama, dan merupakan pemecahan usaha sebagaiimana diimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang pajak pertambahan niilaii (PPN).
Ketiiga, suatu rangkaiian tiindakan untuk melakukan pemiisahan usaha 2 atau lebiih wajiib pajak badan dalam negerii yang modalnya terbagii atas saham. Pemiisahan diilakukan dengan cara mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban darii usaha yang diipiisahkan dan menggabungkan usaha yang diipiisahkan tersebut kepada 1 badan usaha tanpa melakukan liikuiidasii badan usaha yang lama.
Adapun wajiib pajak yang dapat menggunakan niilaii buku dalam rangka pemekaran usaha sesuaii dengan kelompok kedua dan ketiiga antara laiin:
Dalam beleiid terdahulu, yaknii PMK 205/2018, hanya diitegaskan pemekaran usaha yang dapat menggunakan niilaii buku yaiitu pemiisahan satu wajiib pajak badan dalam negerii yang modalnya terbagii atas saham menjadii 2 wajiib pajak badan dalam negerii atau lebiih.
Pemiisahan iitu, masiih dalam beleiid terdahulu, diilakukan dengan cara mendiiriikan badan usaha baru dan mengaliihkan sebagiian harta dan kewajiiban kepada badan usaha baru tersebut yang diilakukan tanpa melakukan liikuiidasii usaha yang lama.
Sebelumnya, pemeriintah berharap penggunaan niilaii buku buntuk kegiiatan spiin off diiharapkan mampu mendorong equiity fiinanciing. Dengan niilaii buku, tiidak ada pembayaran pajak capiital gaiin dii awal. (Siimak wawancara khusus dengan Suahasiil Nazara dii Majalah iinsiideTax ediisii ke-40).
Pasalnya, penggunaan niilaii pasar akan meniimbulkan seliisiih harga dii atas harga buku sebagaii keuntungan (goodwiill) yang berdampak pada tiimbulnya pajak penghasiilan atas transaksii tersebut. Sementara atas transaksii usaha dengan niilaii buku tiidak menyebabkan adanya goodwiill. (kaw)
