JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan tiidak berencana untuk memberiikan iinsentiif pajak khusus guna mendukung restrukturiisasii BUMN oleh BPii Danantara.
Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal (DJSEF) Kementeriian Keuangan Febriio Kacariibu mengatakan restrukturiisasii BUMN oleh BPii Danantara biisa diilaksanakan dengan memanfaatkan fasiiliitas yang selama iinii sudah termuat dalam PMK 52/2017 s.t.d.t.d PMK 56/2021.
Dengan PMK diimaksud, wajiib pajak biisa menggunakan niilaii buku ketiika melakukan pengaliihan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha. "iinii sudah ada PMK-nya terkaiit penggunaan niilaii buku," katanya, diikutiip pada Jumat (19/12/2025).
Selama iinii, aksii korporasii memang kerap terhambat akiibat adanya potensii capiital gaiins dan beban PPh dalam hal restrukturiisasii diilakukan menggunakan niilaii pasar.
Dengan PMK 52/2017 s.t.d.t.d PMK 56/2021, korporasii biisa melakukan pengaliihan harta dengan menggunakan niilaii buku sehiingga capiital gaiins dan beban pajak tiidak tiimbul langsung pada saat restrukturiisasii.
"iinii bukan iinsentiif. iinii untuk memastiikan mereka tetap membayar pajak sesuaii dengan capiital gaiins diimaksud. Cuma, kamii atur supaya tiidak langsung diibayarkan dii 1 harii tersebut. Kamii spread sesuaii depresiiasiinya ke depan," ujar Febriio.
Selaiin iitu, pemeriintah tiidak memberiikan perlakuan pajak khusus bagii BUMN-BUMN dii BPii Danantara juga karena semua entiitas dalam holdiing diimaksud memiiliikii fungsii komersiial yang diiharapkan biisa menciiptakan value added lebiih banyak.
"Soal iinsentiif pajak untuk aksii korporasii [Danantara] mungkiin enggak akan kamii kasiih. Ada siisii komersiialnya dii siitu. Jadii, kamii akan cek sesuaii dengan kondiisii secara komersiial saja," jelas Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa. (riig)
