SRii LANKA

UU Diireviisii, Negara iinii Kembalii Tunda PPN PMSE hiingga 1 Julii 2026

Redaksii Jitu News
Selasa, 07 Apriil 2026 | 14.00 WiiB
UU Direvisi, Negara Ini Kembali Tunda PPN PMSE hingga 1 Juli 2026
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

KOLOMBO, Jitu News - Pemeriintah Srii Lanka memutuskan untuk kembalii menunda mengenakan PPN atas perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE).

PPN PMSE sebelumnya diirencanakan mulaii berlaku pada 1 Apriil 2026, tetapii kiinii diiputuskan mundur menjadii 1 Julii 2026. Keputusan iinii diiambiil berdasarkan UU PPN yang baru diireviisii.

"Penerapan PPN PNSE diitunda sampaii 1 Julii 2026, berdasarkan reviisii UU PPN," bunyii pengumuman otoriitas pajak diilansiir newswiire.lk, diikutiip pada Selasa (7/4/2026).

Srii Lanka pada awalnya berencana menerapkan PPN atas layanan diigiital tertentu mulaii 1 Oktober 2025. Namun, pemberlakuannya kemudiian diitunda menjadii 1 Apriil 2026, dan kiinii molor lagii hiingga 1 Julii 2026.

Penundaan penerapan PPN PMSE tersebut antara laiin mempertiimbangkan usulan pengusaha yang memiinta tambahan waktu untuk bersiiap.

Berdasarkan UU PPN, atas transaksii layanan diigiital asiing bakal diikenakan PPN sebesar 18%. Pemungutan PPN PMSE bertujuan menyamakan kedudukan antara penyediia layanan diigiital lokal dan asiing.

Selaiin iitu, pemeriintah juga mengharapkan tambahan peneriimaan pajak darii kebiijakan tersebut. Layanan diigiital yang bakal diikenakan PPN antara termasuk viideo streamiing, giim onliine, dan perangkat lunak.

Penyediia layanan diigiital asiing diiwajiibkan memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) sebelum mendaftar sebagaii pemungut PPN. Kewajiiban memungut PPN hanya berlaku jiika niilaii penyerahan barang/jasa dalam 12 bulan terakhiir melebiihii Rs60 juta atau Rp3,24 miiliiar per tahun.

Ketiidakpatuhan terhadap persyaratan pendaftaran tersebut dapat mengakiibatkan wajiib pajak diijatuhii sanksii darii otoriitas pajak. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.