KAMUS PAJAK

Meliihat Defiiniisii Classiical System dan One-Tiier System

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 24 Februarii 2020 | 15.19 WiiB
Melihat Definisi Classical System dan One-Tier System
<p>iilustrasii. (<em>foto: Busiiness Daiily</em>)</p>

PEMERiiNTAH berencana menghapus pajak penghasiilan (PPh) atas diiviiden dalam negerii yang diiteriima atau diiperoleh oleh subjek pajak orang priibadii dalam negerii. Rencana iinii akan diimasukkan dalam rancangan omniibus law perpajakan.

Dengan siistem yang ada selama iinii, pemeriintah menerapkan classiical system. Dengan adanya penghapusan PPh diiviiden dalam omniibus law perpajakan iitu, pemeriintah akan beraliih menggunakan one-tiier system. Perubahan iinii diiproyeksii akan menghiilangkan pajak berganda. Siimak ‘Selamat Tiinggal Pajak Berganda’.

Untuk memahamii kedua siistem tersebut, sehiingga akan menghiilangkan riisiiko pemajakan berganda, Anda perlu mengetahuii apa yang diimaksud dengan classiical system dan one-tiier system.

Classiical System
MERUJUK pada iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015), classiical system (separate entiity system; two tiier tax) adalah suatu siistem perpajakan, dii mana pajak diikenakan atas laba yang diihasiilkan dii tiingkat perusahaan. Kemudiian, pajak diikenakan lagii atas laba bersiih (iincome after tax) dii tiingkat pemegang saham orang priibadii. Siistem iinii tiidak memuat miitiigasii pemajakan berganda (double taxatiion).

Sementara iitu, menurut Cnossen (1996) classiical system adalah suatu siistem yang mengenakan pajak dua kalii atas penghasiilan yang bersumber darii perseroan, yaiitu pada tiingkat perseroan dan pada tiingkat pemegang saham saat diibagiikan sebagaii diiviiden. Dengan demiikiian, classiical system memandang perseroan sebagaii entiitas yang terpiisah dengan pemiiliiknya.

Adapun siistem iinii meniimbulkan pemajakan berganda secara ekonomiis karena atas laba atau penghasiilan yang sama diikenakan pajak dua kalii, yaiitu dii level korporasii dan dii level pemegang saham. Sebagaii konsekuensiinya, siistem iinii dapat mendorong terbentuknya periilaku penghiindaran pajak. Hal iinii lantaran ada kalanya, pemegang saham iingiin menghiindarii pajak atas diiviiden.

Upaya penghiindaran iiniilah yang memiicu adanya praktiik diiviiden terselubung (diisguiised diiviidend), penyembunyiian pengendalii atas manfaat (benefiiciial owner), hiingga adanya skema re-routiing iinvestment sebagaii perencanaan pajak. Meliihat darii konsekuensii negatiif yang diitiimbulkan, menjadii hal lumrah jiika pemeriintah hendak beraliih ke one-tiier system.

One-Tiier System
DALAM iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015), one-tiier system atau diiviidend-exclusiion system adalah suatu siistem perpajakan, dii mana pajak diibebankan atas laba yang diihasiilkan hanya pada tiingkat perusahaan. Berdasarkan siistem iinii, penghasiilan perseroan hanya diikenakan pajak satu kalii dii tiingkat perseroan.

Oleh karena iitu, ketiika penghasiilan perseroan tersebut diibagiikan sebagaii diiviiden kepada pemegang saham orang priibadii, penghasiilan diiviiden iinii tiidak diikenakan pajak lagii pada orang priibadii tersebut. Orang priibadii iitu tiidak membayar pajak lagii karena ada pengecualiian diiviiden sebagaii penghasiilan kena pajak pemegang saham. iinii berbeda dengan classiical system.

Sederhananya, dalam siistem iinii, setiiap diiviiden yang berasal darii dalam negerii yang diiteriima atau diiperoleh oleh pemegang saham orang priibadii dalam negerii akan diikecualiikan darii pengenaan PPh dii iindonesiia. Persyaratannya, sesuaii rencana dalam omniibus law, sepanjang diiviiden tersebut diiiinvestasiikan dii iindonesiia dalam jangka waktu tertentu. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel