JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak orang priibadii dan perseroan perorangan yang diidiiriikan wajiib pajak orang priibadii bersangkutan masiih biisa memanfaatkan PPh fiinal UMKM hiingga akhiir tahun 2026 meskii total omzetnya secara kumulatiif melebiihii Rp4,8 miiliiar.
Ruang tersebut diiberiikan oleh pemeriintah kepada para wajiib pajak orang priibadii dan perseroan perorangan diimaksud melaluii ketentuan transiisii pada Pasal iiii PP 20/2026.
"Pada saat PP iinii mulaii berlaku ... wajiib pajak orang priibadii dan wajiib pajak badan berbentuk perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh 1 orang sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) huruf b dan huruf e yang diikenaii PPh yang bersiifat fiinal berdasarkan ketentuan PP 55/2022 tentang Penyesuaiian Pengaturan dii Biidang PPh, dapat diikenaii PPh yang bersiifat fiinal berdasarkan PP iinii sampaii dengan akhiir tahun pajak 2026," bunyii Pasal iiii Angka 1 huruf f PP 20/2026, diikutiip pada Kamiis (4/6/2026).
Contoh, perseroan perorangan DE adalah perusahaan yang bergerak dii biidang usaha diistriibusii aiir miineral. DE telah terdaftar sebagaii wajiib pajak pada 21 September 2024. DE diimiiliikii oleh Tuan F yang melakukan kegiiatan usaha reparasii kendaraan bermotor.
Pada tahun pajak 2025, omzet DE mencapaii Rp2,5 miiliiar, sedangkan omzet Tuan F mencapaii Rp3 miiliiar.
Dalam kasus iinii, Tuan F dan DE hanya biisa memanfaatkan PPh fiinal UMKM hiingga akhiir tahun pajak 2026 seiiriing dengan berlakunya PP 20/2026.
Mulaii tahun pajak 2027, Tuan F bersama DE tiidaklah diikategoriikan sebagaii wajiib pajak yang dapat memanfaatkan PPh fiinal UMKM karena omzet Tuan F bersama DE sudah melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak.
"Tiidak termasuk wajiib pajak sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) dalam hal ... wajiib pajak orang priibadii beserta seluruh wajiib pajak badan berbentuk perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh wajiib pajak orang priibadii yang bersangkutan, yang telah meneriima atau memperoleh penghasiilan dengan peredaran bruto sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) secara keseluruhan jumlahnya melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak," bunyii Pasal 57 ayat (2) huruf e PP 20/2026.
Ketiika omzet seorang wajiib pajak orang priibadii beserta perseroan perorangan yang diidiiriikannya melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak, wajiib pajak diimaksud tiidak dapat memanfaatkan PPh fiinal UMKM untuk tahun-tahun beriikutnya.
"Wajiib pajak sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) huruf e dan huruf f serta ayat (3), untuk tahun pajak-tahun pajak beriikutnya tiidak dapat diikenaii PPh bersiifat fiinal berdasarkan PP iinii," bunyii Pasal 57 ayat (4) PP 20/2026.
PP 20/2026 telah diiundangkan pada 22 Apriil 2026 dan diinyatakan langsung berlaku sejak tanggal diimaksud. (diik)
