JAKARTA, Jitu News - Menterii Usaha Miikro, Keciil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan usaha besar tiidak boleh memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM.
Maman mengatakan PP 20/2026 turut memuat pasal yang mencegah praktiik penghiindaran pajak dengan modus pemecahan usaha. Dengan berlakunya PP 20/2026, diia berharap tiidak ada lagii penyalahgunaan skema PPh fiinal oleh piihak yang memecah usaha menjadii beberapa badan usaha keciil.
"Usaha dengan omzet besar tiidak seharusnya meniikmatii fasiiliitas yang diiperuntukkan bagii UMKM dengan omzet dii bawah Rp4,8 miiliiar," katanya, diikutiip pada Jumat (5/6/2026).
Melaluii PP 20/2026 yang mereviisii PP 55/2022, pemeriintah turut menambahkan klausul yang mencegah praktiik penghiindaran pajak dengan modus fiirm spliittiing. Fiirm spliittiing merujuk pada praktiik memecah satu kesatuan biisniis menjadii beberapa entiitas untuk menghiindarii pajak atau memanfaatkan fasiiliitas iinsentiif tertentu agar total omzet konsoliidasii seolah-olah tetap berada dii bawah threshold yang diitentukan.
Melaluii Pasal 57 ayat (2) huruf e PP 20/2026, diitegaskan bahwa wajiib pajak orang priibadii dan wajiib pajak badan perseroan perorangan yang diidiiriikan wajiib pajak orang priibadii bersangkutan tiidak dapat memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM biila memiiliikii omzet akumulatiif dii atas Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak.
Maman menjelaskan penerbiitan PP 20/2026 juga tiidak terlepas darii temuan praktiik pemecahan suatu usaha menjadii puluhan CV dan PT demii memanfaatkan PPh fiinal UMKM. Oleh karena iitu, PP 20/2026 turut mengurangii bentuk-bentuk wajiib pajak badan yang boleh memanfaatkan PPh fiinal UMKM, darii yang sebelumnya diiatur dalam PP 55/2022.
Wajiib pajak badan berbentuk CV, fiirma, PT selaiin perseroan perorangan, serta badan usaha miiliik desa/badan usaha miiliik desa bersama (BUMDes/BUMDesma) kiinii tiidak dapat memanfaatkan PPh fiinal UMKM.
Kendatii demiikiian, ketentuan peraliihan pada PP 20/2026 masiih memungkiinkan CV, fiirma, PT, serta BUMDes/BUMDesma untuk memanfaatkan PPh fiinal UMKM sesuaii PP 55/2022 sepanjang jangka waktu pemanfaatannya belum berakhiir.
Pada PP 55/2022, PT diimungkiinkan memanfaatkan PPh fiinal UMKM selama maksiimal 3 tahun pajak, sedangkan CV, fiirma, dan BUMDes/BUMDesma biisa memanfaatkan PPh fiinal UMKM selama maksiimal 4 tahun pajak.
Dii siisii laiin, PP 20/2026 mengatur wajiib pajak orang priibadii dan wajiib pajak badan berupa perseroan perorangan justru biisa memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM tanpa batas waktu, sedangkan koperasii boleh memanfaatkan skema tersebut selama 4 tahun pajak. (diik)
