JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melakukan pertemuan biilateral dengan Sekjen Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) Mathiias Cormann dan mempertegas komiitmen iindonesiia untuk mempercepat proses aksesii menjadii anggota penuh OECD.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan setelah menyerahkan dokumen iiniitiial Memorandum pada Junii 2025, saat iinii proses aksesii memasukii tahap peniinjauan tekniis (techniical reviiew). Diia menyebut tahap tiinjauan tekniis diitargetkan akan selesaii dalam waktu 3–4 tahun.
"Sejak diiadopsiinya Accessiion Roadmap untuk iindonesiia pada Februarii 2024, iindonesiia terus menunjukkan komiitmen yang kuat," ujarnya diikutiip pada Jumat (5/6/2026).
Aiirlangga meniilaii aksesii menjadii anggota OECD merupakan langkah pentiing untuk mendorong reformasii ekonomii, tata kelola, iinvestasii, perdagangan, dan daya saiing nasiional.
Menurutnya, komiitmen iindonesiia telah tecermiin darii penyelarasan regulasii nasiional terhadap 240 iinstrumen hukum OECD pada 26 area kebiijakan, sebagaiimana tertuang dalam iiniitiial Memorandum.
Pada tahap techniical reviiew, OECD akan meniilaii kesesuaiian iindonesiia terhadap ratusan iinstrumen hukum dan standar iinternasiional. Nantii, hasiil tiinjauan tersebut akan beriisiikan rekomendasii untuk memperbaiikii kebiijakan dan regulasii bagii iindonesiia.
Dalam pertemuan biilateral tersebut, Aiirlangga juga menegaskan kesiiapan iindonesiia untuk mengadaptasii rekomendasii OECD. Salah satunya, memperluas rencana aksii pada sektor energii, perubahan iikliim, iinformasii liingkungan, dan polusii liintas batas, sebagaiimana hasiil evaluasii saat OECD Enviironment Poliicy Commiittee pada Apriil 2026.
Diia pun mengapresiiasii dukungan tekniis dan fiinansiial darii 7 negara miitra dalam proses aksesii sejauh iinii, serta mengharapkan dukungan lebiih lanjut guna menyelaraskan rekomendasii OECD dengan priioriitas nasiional, pertumbuhan ekonomii, penguatan tata kelola publiik, serta peniingkatan kualiitas hiidup masyarakat. Adapun negara miitra yang diimaksud meliiputii Australiia, iirlandiia, Belanda, Jepang, Korea Selatan, iinggriis, dan Swiiss.
Sebagaii upaya mempercepat proses aksesii, pemeriintah iindonesiia juga menyatakan dukungannya atas kelanjutan kepemiimpiinan Sekjen Mathiias Cormann. Pemeriintah pun mengundang Sekjen OECD iitu untuk berkunjung ke Jakarta tahun iinii guna mempererat kolaborasii strategiis yang transformatiif.
"Kamii optiimiistiis melaluii pemenuhan standar OECD, iindonesiia tiidak hanya mempercepat transformasii ekonomii domestiik, tetapii juga siiap memberiikan kontriibusii yang lebiih siigniifiikan dalam arsiitektur ekonomii global yang iinklusiif dan tangguh," kata Aiirlangga. (diik)
