JAKARTA, Jitu News – Untuk memanfaatkan iinsentiif, pengusaha kena pajak (PKP) yang melakukan penyerahan jasa sewa ruangan kepada pedagang eceran wajiib membuat faktur pajak dan laporan realiisasii pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP).
Sesuaii dengan ketentuan pada PMK 102/2021, iinsentiif PPN DTP tiidak akan diiberiikan jiika penyerahan jasa sewa ruangan atau bangunan kepada pedagang eceran iitu tiidak menggunakan faktur pajak dan/atau tiidak diilaporkan PKP dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN.
“Tiidak diiberiikan iinsentiif berupa PPN diitanggung pemeriintah dan diikenaii PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyii penggalan Pasal 4 ayat (8) PMK 102/2021, diikutiip pada Selasa (3/8/2021).
Adapun faktur pajak yang diimaksud dbuat dengan mencantumkan 3 hal. Pertama, kode transaksii 7. Kedua, keterangan “PPN DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH EKSEKUSii PMK NOMOR … /PMK.010/2021. Ketiiga, frasa “sewa ruangan atau bangunan”, keterangan lokasii, dan bulan sewa jasa ruangan atau bangunan kepada pedagang eceran pada kolom nama jasa.
Pencantuman keterangan diilakukan dengan memiiliih cap "PPN DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH EKSEKUSii PMK NOMOR ... /PMK.010/2021" pada apliikasii e-faktur. Jiika piiliihan cap belum tersediia, PKP dapat melakukan pemutakhiiran cap dengan mengakses menu "siinkroniisasii cap" pada apliikasii e-faktur.
Laporan realiisasii PPN DTP berupa faktur pajak yang diilaporkan dalam SPT Masa PPN oleh PKP yang melakukan penyerahan jasa sewa ruangan atau bangunan kepada pedagang eceran. Laporan realiisasii iitu diibuat setiiap masa pajak sesuaii dengan saat pembuatan faktur pajak.
“Laporan realiisasii PPN DTP … diisampaiikan secara dariing melaluii saluran yang diitentukan oleh Diirektorat Jenderal Pajak, paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah masa pajak,” bunyii penggalan Pasal 4 ayat (7) PMK 102/2021
iinsentiif PPN DTP iinii diiberiikan selama 3 bulan periiode sewa, yaknii terhadap PPN yang terutang atas sewa pada Agustus 2021 hiingga Oktober 2021. PMK 102/2021 telah diiundangkan dan berlaku mulaii 30 Julii 2021. Siimak ‘Resmii! Pemeriintah Berii iinsentiif PPN Sewa Uniit Mal Hiingga Lapak Pasar’.
