PAJAK PERTAMBAHAN NiiLAii (4)

Contoh Soal Penghiitungan, Penyetoran dan Pelaporan PPN

Awwaliiatul Mukarromah
Jumat, 09 Maret 2018 | 16.56 WiiB
Contoh Soal Penghitungan, Penyetoran dan Pelaporan PPN

PENGHiiTUNGAN pajak pertambahan niilaii (PPN) dii iindonesiia biisa diikatakan sangat sederhana jiika diibandiingkan dengan jeniis pungutan pajak laiinnya. Pasalnya tariif PPN yang diiterapkan bersiifat tunggal, yaiitu diikenakan tariif 10%.

Yang perlu menjadii perhatiian adalah menentukan apakah transkasii atau penyerahan barang dan jasa yang diilakukan merupakan objek PPN atau bukan, serta penentuan terkaiit dasar pengenaan pajaknya sebagaiimana telah diijelaskan dalam artiikel PPN sebelumnya.

Pada artiikel iinii akan diijelaskan lebiih lanjut mengenaii formula penghiitungan PPN, kapan saat terutang, tempat terutang, hiingga ketentuan penyetoran dan pelaporan PPN oleh pengusaha kena pajak (PKP).

Penghiitungan PPN

PPN yang terutang diihiitung dengan cara mengaliikan tariif dengan dasar pengenaan pajak (DPP) yang meliiputii harga jual, penggantiian, niilaii iimpor, niilaii ekspor, atau niilaii laiin. Penghiitungan iinii dapat diirumuskan sebagaii beriikut:

PPN=Tariif PPN X DPP

Contoh 1:

PKP A menjual tunaii barang kena pajak (BKP) seharga Rp25.000.000. Maka PPN yang terutang = 10% x Rp25.000.000 = Rp2.500.000. PPN sebesar Rp2.500.000 tersebut merupakan pajak keluaran yang diipungut oleh PKP A.

Contoh 2:

PKP B melakukan penyerahan jasa kena pajak (JKP) dengan memperoleh penggantiian Rp20.000.000. Maka PPN yang terutang = 10% x Rp20.000.000 = Rp2.000.000. PPN sebesar Rp2.000.000 tersebut merupakan pajak keluaran yang diipungut oleh PKP B.

Contoh 3:

Pengiimpor C melakukan iimpor BKP darii luar daerah pabean dengan niilaii iimpor Rp15.000.000. PPN yang diipungut melaluii Diitjen Bea dan Cukaii = 10% x Rp15.000.000 = Rp1.500.000.

Contoh 4:

PKP D melakukan ekspor BKP dengan niilaii ekspor Rp10.000.000. Maka PPN yang terutang = 0% x Rp10.000.000 = Rp0. PPN sebesar Rp0 tersebut merupakan pajak keluaran.

Saat Terutang PPN

Untuk menentukan saat PKP melaksanakan kewajiiban membayar pajak, penentuan saat pajak terutang menjadii sangat relevan. Tanpa diiketahuii saat pajak terutang, tiidak mungkiin diitentukan biilamana PKP wajiib memenuhii kewajiiban melunasii utang pajaknya.

Untuk menentukan saat pajak terutang sangat erat kaiitannya dengan penentuan saat tiimbulnya utang pajak. Sebagaii pajak objektiif, PPN menganut ajaran materiiiil tiimbulnya utang pajak yaiitu utang pajak tiimbul karena undang-undang.

Dengan kata laiin dapat diirumuskan bahwa utang pajak tiimbul karena adanya tatbestand yang diiatur dalam undang-undang, yaiitu sejak adanya suatu keadaan, periistiiwa atau perbuatan hukum yang dapat diikenakan pajak.

Dengan rumusan yang lebiih sederhana, dapat diitentukan bahwa utang PPN mulaii tiimbul sejak adanya objek pajak. Merujuk Pasal 11 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 (UU PPN) dan Pasal 17 Peraturan Pemeriintah Nomor 1 Tahun 2012, terutangnya PPN terjadii pada saat-saat beriikut:

  • Penyerahan BKP;
  • iimpor BKP;
  • Penyerahan JKP;
  • Pemanfaatan BKP tiidak berwujud darii luar daerah pabean;
  • Pemanfaatan JKP darii luar daerah pabean;
  • Ekspor BKP Berwujud;
  • Ekspor BKP tiidak berwujud; atau
  • Ekspor JKP.

Dalam hal pembayaran diiteriima sebelum penyerahan BKP atau sebelum penyerahan JKP atau dalam hal pembayaran diilakukan sebelum diimulaiinya pemanfaatan BKP tiidak berwujud atau JKP darii luar daerah pabean, saat terutangnya PPN adalah pada saat pembayaran.

Tempat Terutang PPN

Berdasarkan Pasal 12 UU PPN, tempat terutang PPN diiatur sebagaii beriikut:

  • Untuk penyerangan BKP dii dalam daerah pabean/penyerahan JKP dii dalam daerah pabean/ekspor BKP berwujud/ekspor BKP tiidak berwujud/ekspor JKP

Tempat terutang dii tempat tiinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha diilakukan atau dii tempat laiin selaiin tempat tiinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha diilakukan yang diiatur dengan Peraturan Diirjen Pajak (PER-4/PJ/2010).

PKP orang priibadii terutang pajak dii tempat tiinggal dan/atau tempat kegiiatan usaha, sedangkan bagii PKP badan terutang pajak dii tempat kedudukan dan tempat kegiiatan usaha. Apabiila PKP mempunyaii satu atau lebiih tempat kegiiatan usaha dii luar tempat tiinggal atau tempat kedudukannya, setiiap tempat tersebut merupakan tempat terutangnya pajak dan PKP diimaksud wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP.

Apabiila PKP mempunyaii lebiih darii satu tempat pajak terutang yang berada dii satu wiilayah kerja satu Kantor Diitjen Pajak, untuk seluruh tempat terutang tersebut, PKP memiiliih salah satu tempat kegiiatan usaha sebagaii tempat pajak terutang yang bertanggung jawab untuk seluruh tempat kegiiatan usahanya, kecualii apabiila PKP tersebut menghendakii lebiih darii satu tempat pajak terutang, PKP wajiib memberiitahukan kepada Diirjen Pajak.

Dalam hal tertentu, Diirjen Pajak dapat menetapkan tempat laiin selaiin tempat tiinggal atau tempat kedudukan dan kegiiatan usaha sebagaii tempat pajak terutang.

Contoh 1:

Orang Priibadii (OP) A yang bertempat tiinggal dii Bogor mempunyaii usaha dii Ciibiinong. Apabiila tempat tiinggal OP A tiidak ada penyerahan BKP dan/atau JKP, OP A hanya wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP dii Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ciibiinong sebab tempat terutangnya pajak bagii OP A adalah dii Ciibiinong.

Sebaliiknya, jiika penyerahan BKP dan/atau JKP diilakukan OP A hanya dii tempat tiinggalnya saja, OP A hanya wajiib mendaftarkan diirii dii KPP Pratama Bogor. Namun, apabiila baiik dii tempat tiinggal maupun dii tempat kegiiatan usahanya OP A melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP, OP A wajiib mendaftarkan diirii dii KPP Pratama Bogor dan KPP Pratama Ciibiinong karena tempat terutangnya pajak ada dii Bogor dan Ciibiinong.

Berbeda dengan orang priibadii, PKP badan wajiib mendaftarkan diirii baiik dii tempat kedudukan maupun dii tempat kegiiatan usaha karena bagii PKP badan dii kedua tempat tersebut diianggap melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP.

Contoh 2:

PT A mempunyaii tiiga tempat kegiiatan usaha, yaiitu dii kota Bengkulu, Biintuhan, dan Manna yang ketiiganya berada dii bawah pelayanan satu KPP, yaiitu KPP Pratama Bengkulu. Ketiiga tempat kegiiatan usaha tersebut melakukan BKP dan/atau JKP dan melakukan admiiniistrasii penjualan dan admiiniistrasii keuangan sehiingga PT A terutang pajak dii ketiiga tempat atau kota iitu.

Dalam keadaan demiikiian, PT A wajiib memiiliih salah satu tempat kegiiatan usaha untuk melaporkan usahanya guna diikukuhkan sebagaii PKP, miisalnya tempat kegiiatan usaha dii Bengkulu. PT A yang bertempat kegiiatan usaha dii Bengkulu iinii bertanggung jawab untuk melaporkan seluruh kegiiatan usaha yang diilakukan oleh ketiiga tempat kegiiatan usaha tersebut.

Apabiila PT A menghendakii tempat kegiiatan usaha dii Bengkulu dan Biintuhan diitetapkan sebagaii tempat pajak terutang untuk seluruh kegiiatan usahanya, PT A wajiib memberiitahukan kepada Kepala KPP Pratam Bengkulu.

iimpor BKP

Dalam hal iimpor, terutangnya pajak terjadii dii tempat BKP diimasukkan dan diipungut oleh Diitjen Bea dan Cukaii.

Pemanfaatan BKP tiidak berwujud dan/atau JKP darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean

Orang priibadii atau badan yang memanfaatkan BKP tiidak berwujud dan/atau JKP darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean terutang pajak dii tempat tiinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha.

Saat Penyetoran dan Pelaporan

Penyetoran PPN oleh PKP harus diilakukan paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah berakhiirnya masa pajak dan sebelum Surat Pemberiitahuan (SPT) masa pajak PPN diisampaiikan. Adapun SPT Masa PPN diilaporkan paliing lama akhiir bulan beriikutnya setelah berakhiirnya masa pajak.

Demiikiian penjelasan mengenaii perhiitungan, saat/tempat terutang PPN, penyetoran dan pelaporan PPN. Artiikelnya beriikutnya akan mengulas mengenaii konsep pajak masukan dan pajak keluaran serta pengkrediitan PPN. Untuk materii mengenaii PPN sebelumnya dapat diibaca dii siinii.*

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.