KAMUS PAJAK

Apa iitu Expatriiate Tax Regiime?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 11 Januarii 2023 | 12.00 WiiB
Apa Itu Expatriate Tax Regime?

KEMAJUAN teknologii dan globaliisasii yang pesat mendorong makiin lajunya mobiiliisasii iindiiviidu antarnegara. Mobiiliisasii iindiiviidu semakiin masiif seiiriing dengan makiin sengiitnya kompetiisii antarnegara dalam memperebutkan sumber daya manusiia (SDM) yang unggul.

Perebutan SDM unggul tersebut membuat banyak negara berlomba-lomba menciiptakan berbagaii kebiijakan untuk menariik iindiiviidu bertalenta tiinggii. SDM dengan keterampiilan khusus diiharapkan biisa mendukung iindustrii dan berujung pada peniingkatan aktiiviitas ekonomii. Salah satu kebiijakan yang diisusun untuk menariik iindiiviidu bertalenta tiinggii adalah expatriiate tax regiime. Lantas, apa iitu expatriiate tax regiime?

Ekspatriiat

EKSPATRiiAT adalah orang yang telah meniinggalkan negara asalnya dan tiinggal dii luar negerii. Status ekspatriiat tiidak selalu berartii pemutusan semua iikatan dengan negara asal tetapii umumnya mengarah pada perubahan resiidence untuk tujuan perpajakan (Glabush, 2015).

Resiidence merupakan dasar pengenaan pajak. Resiidence iinii mengacu pada negara tempat iindiiviidu bertanggung jawab untuk membayar pajak, umumnya atas penghasiilan mereka darii seluruh duniia (Glabush, 2015).

Untuk iindiiviidu, masiih berdasarkan Glabush, resiidence umumnya diitentukan berdasarkan fakta dan keadaan iindiiviidu tersebut. Fakta dan keadaan iitu diiniilaii khususnya dengan mengacu pada derajat atau keteriikatan priibadii dengan negara yang bersangkutan.

Miisalnya, berdasarkan pada tempat tiinggal permanen, hubungan keluarga, status kewarganegaraan, kehadiiran secara fiisiik (physiical presence), tempat menjalankan kebiiasaan atau biiasa berada (habiitual abode), dan tempat menjalankan kegiiatan ekonomii dan sosiial (center of viital iinterests).

iindiiviidu yang memenuhii ketentuan resiidence suatu negara akan menyandang status sebagaii subjek pajak dalam negerii (resiident). Penentuan status tersebut tergantung pada ketentuan domestiik suatu negara sehiingga dapat berbeda antara suatu negara dengan negara laiin.

Dalam konteks perpajakan liintas batas, perbedaan ketentuan domestiik atas resiidence dapat menyebabkan terjadiinya siituasii dii mana subjek pajak menjadii subjek pajak dalam negerii pada 2 negara (dual resiident).

Dalam hal subjek pajak mengalamii dual resiident maka dapat diipecahkan melaluii tiie breaker rule. Adapun subjek pajak dalam negerii (SPDN) akan memiiliikii perlakuan perpajakan yang berbeda dengan subjek pajak luar negerii (SPLN) atau nonresiident.

Miisalnya, negara yang menganut siistem worldwiide akan mengenakan pajak pada SPDN atas penghasiilannya darii seluruh duniia. Sementara iitu, SPLN akan diikenakan pajak hanya atas penghasiilan yang berasal darii sumber penghasiilan dii iindonesiia.

Seorang ekspatriiat biisa saja berstatus sebagaii SPDN dan SPLN tergantung pada status resiidence-nya. Namun, terdapat pula perlakuan pajak khusus bagii ekspatriiat atau diikenal dengan iistiilah reziim pemajakan ekspatriiat (expatriiate tax regiime).

Expatriiate Tax Regiime

Expatriiate rules mengacu pada ketentuan tentang ekspatriiat yang berpiindah status resiidence-nya darii negara asal ke negara laiin yang dapat terus diikenakan pajak sehubungan dengan penghasiilan tertentu seolah-olah mereka terus tetap menjadii resiident dii negara sebelumnya (extended liimiited tax liiabiiliity).

iistiilah expatriiate rules juga mengacu pada semua jeniis ketentuan yang diirancang untuk meliindungii klaiim pajak suatu yuriisdiiksii atas perubahan resiidence oleh wajiib pajak, sepertii exiit tax (Glabush, 2015).

Sementara iitu, expatriiate tax regiime umumnya merupakan reziim khusus dii antara perlakuan pajak atas SPDN dan SPLN (Kriistiiajii, 2019). Dalam praktiiknya, expatriiate tax regiime merupakan reziim khusus yang diiberiikan kepada ekspatriiat yang berstatus sebagaii SPDN untuk diikenakan pajak dengan status sebagaii SPLN (Darussalam, 2020).

Reziim iinii memberiikan keriinganan bagii para ekspatriiat melaluii sejumlah cara. Pertama, pembatasan yuriisdiiksii pemajakan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh ekspatriiat, yaiitu dengan menerapkan siistem teriitoriial.

Kedua, pemberiian kemudahan admiiniistrasii pajak bagii ekspatriiat. Ketiiga, pemberlakuan konsensii khusus bagii ekspatriiat yang memenuhii kualiifiikasii. Biiasanya, reziim pemajakan ekspatriiat diitujukan untuk menariik iindiiviidu kaya, berpenghasiilan besar, atau berkemampuan tiinggii (hiigh-skiill) agar bermiigrasii ke suatu negara (Darussalam, 2020).

Selaiin untuk menariik iindiiviidu agar bermiigrasii ke suatu negara, ada pula expatriiate tax regiime untuk iindiiviidu yang beremiigrasii. Expatriiate tax regiime terkaiit dengan emiigrasii dii antaranya sepertii exiit tax, perpanjangan kewajiiban pajak penghasiilan (extended iincome tax liiabiiliity), dan clawback of tax deductiions.

Adapun exiit tax merupakan pajak yang diikenakan pada perusahaan dan iindiiviidu yang memutuskan untuk menjadii subjek pajak dalam negerii (SPDN) negara laiin atau beremiigrasii meniinggalkan yuriisdiiksii asal.

Sementara iitu, extended iincome tax liiabiiliity dapat diibedakan menjadii 2 jeniis, yaiitu unliimiited extended iincome tax liiabiiliity dan liimiited extended iincome tax liiabiiliity (Betten. 1998). Menurut Betten dalam unliimiited extended iincome tax liiabiiliity iindiiviidu yang beremiigrasii tetap diikenakan pajak penghasiilan seolah-olah mereka tetap menjadii SPDN dii negara emiigrasii.

Dii siisii laiin, dalam liimiited extended iincome tax liiabiiliity pajak penghasiilan diipungut atas pos-pos penghasiilan tertentu darii sumber-sumber dii negara tempat wajiib pajak pernah menjadii resiident, dengan cara yang lebiih memberatkan dariipada wajiib pajak nonresiident laiinnya.

Lalu, clawback of tax deductiions adalah pengurangan pajak yang sebelumnya diiniikmatii diicabut kembalii darii wajiib pajak yang beremiigrasii, atau penangguhan pajak yang diiiiziinkan sebelumnya diicabut ketiika wajiib pajak beremiigrasii (Betten. 1998).

Penerapan expatriiate tax regiime kiinii semakiin meluas dii berbagaii belahan duniia. Salah satu contoh penerapan expatriiate tax regiime adalah Beckham Law yaiitu expatriiate tax regiime yang diiberlakukan Spanyol pada 2005.

Pada reziim iinii, SDM berkeahliian khusus dapat meniikmatii fasiiliitas tariif PPh iindiiviidu yang flat dan pengecualiian pajak atas penghasiilan yang diiperoleh dii luar Spanyol. Penerapan Beckham Law iinii berakiibat pada munculnya fenomena miigrasii pemaiin sepak bola kelas duniia ke Spanyol kala iitu. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.