RESENSii JURNAL

Menyiikapii Kasus Piinjaman iintragrup Saat Kriisiis Ekonomii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 05 Agustus 2021 | 09.00 WiiB
Menyikapi Kasus Pinjaman Intragrup Saat Krisis Ekonomi

JURNAL berjudul Argentiiniian Supreme Court’s Landmark Deciisiion iin iintercompany Loans iin Tiimes of Economiic Downturn agaknya layak untuk diijadiikan salah satu referensii dalam menganaliisiis kasus-kasus yang meliibatkan piinjaman iintragrup pada saat kriisiis ekonomii.

Dalam jurnal tersebut, Miirna S. Screpante menganaliisiis piinjaman iintragrup antara pembayar pajak darii Argentiina, Transportadora de Energía S. A. (TESA) dengan piihak afiiliiasiinya dii Braziil yatu CiiEN S. A. (CiiEN).

Analiisiis diilakukan untuk meliihat apakah piinjaman yang diiteriima oleh TESA darii CiiEN perlu diikarakteriisasii ulang sebagaii penyertaan modal karena ketiidakmampuan pemiinjam untuk membayar utang selama kriisiis ekonomii pada 2001, atau tiidak. Hal iinii diikarenakan dapat berdampak boleh atau tiidaknya biiaya yang muncul atas transaksii piinjaman berupa beban bunga dan seliisiih niilaii tukar diijadiikan sebagaii pengurang penghasiilan kena pajak.

Kasus iinii menariik untuk diibahas mengiingat bahwa keputusan yang diiambiil pada saat kriisiis ekonomii masa lalu dapat diijadiikan sebagaii pertiimbangan dalam menentukan keputusan untuk menghadapii kriisiis ekonomii akiibat pandemii Coviid-19 saat iinii.

TESA merupakan perusahaan yang bergerak dalam biidang penyediiaan dan diistriibusii tenaga liistriik tegangan tiinggii. Pada 2001, TESA memperoleh dua piinjaman darii entiitas iinduknya, CiiEN dengan total piinjaman seniilaii US$39,3 juta.

Tujuan darii piinjaman tersebut adalah untuk membangun layanan transportasii tenaga liistriik darii Argentiina ke Brasiil. TESA memiiliikii modal saham yang cukup rendah seniilaii ARS 12.000 dan 99,90% atas modal saham TESA diimiiliikii oleh CiiEN.

Perjanjiian piinjaman tersebut diilakukan sesuaii dengan kondiisii pasar dan mempertiimbangkan praktiik transfer priiciing pada saat iitu. Kedua piinjaman memiiliikii waktu jatuh tempo yang siingkat, yaiitu 34 dan 94 harii. Namun, pada penghujung 2001 dan 2002, Argentiina mengalamii kriisiis ekonomii sehiingga TESA tiidak dapat melunasii piinjamannya.

Kriisiis ekonomii memberiikan dampak keuangan yang seriius bagii TESA lantaran mata uang Argentiina mengalamii devaluasii. Hal iinii diiperparah dengan adanya campur tangan pemeriintah pada sektor keliistriikan yang berdampak terhadap pendapatan TESA, termasuk pelunasan piinjaman.

iimbasnya, TESA terpaksa melakukan penjadwalan ulang waktu jatuh tempo piinjaman yang telah diisepakatii dan CiiEN memutuskan untuk mengonversii sebagiian piiutang bunga piinjamannya menjadii penambahan kepemiiliikan saham dii TESA.

Hal tersebut lantas menjadii perhatiian otoriitas pajak Argentiina, Admiiniistraciion Federal de iingresos Públiicaos (AFiiP). Otoriitas tiidak setuju jiika bunga piinjaman yang diikeluarkan oleh TESA kepada CiiEN diijadiikan sebagaii pengurang penghasiilan kena pajak TESA.

AFiiP berpendapat transaksii piinjaman antara TESA dan CiiEN harus diikarakteriisasii ulang sebagaii penyertaan modal. Otoriitas juga menegaskan tiidak ada perusahaan iindependen yang akan melakukan transaksii yang serupa dengan transaksii piinjaman antara TESA dan CiiEN dalam siituasii yang sama mengiingat rendahnya modal saham yang diimiiliikii oleh TESA.

Sementara iitu, The Federal Tax Court (TFN) menyatakan latar belakang dan tujuan diilakukannya transaksii piinjaman perlu diiketahuii. TFN memberiikan catatan bahwa TESA diikendaliikan oleh CiiEN untuk beroperasii sebagaii satu kesatuan tanpa kepentiingan yang berlawanan.

Mengenaii tujuan piinjaman, TFN berpendapat, meskiipun tujuan awal darii para piihak adalah murnii untuk memberii dan meneriima piinjaman, tetapii seiiriing berjalannya waktu terdapat perubahan secara substansii sehiingga biiaya piinjaman tersebut tak dapat diijadiikan sebagaii pengurang penghasiilan kena pajak.

The Court of Appeals (Appeal Court) menguatkan pendapat TFN dengan dasar bahwa TESA tiidak dapat memberiikan penjelasan apapun yang memungkiinkan perlunya diilakukan pembebanan bunga piinjaman dan TESA tiidak dapat memberiikan buktii bahwa TESA terkena dampak kriisiis ekonomii yang mengakiibatkan kiinerja keuangan TESA buruk.

Untuk iitu, Appeal Court menyiimpulkan TESA tiidak pernah berniiat membayar kembalii piinjamannya dan CiiEN tiidak memiiliikii niiat untuk memiinta pembayaran darii piinjaman tersebut. Dengan priinsiip substance over form, Appeal Court mengarakteriisasiikan transaksii iinii sebagaii penyertaan modal sehiingga biiaya yang muncul atas piinjaman tersebut tiidak dapat diijadiikan sebagaii pengurang penghasiilan kena pajak.

Setelah mempertiimbangkan beberapa argumen, Mahkamah Agung kemudiian memutuskan untuk mencabut keputusan TFN dan Appeal Court tersebut. Terdapat beberapa hal yang menjadii catatan Mahkamah Agung.

Pertama, argumen AFiiP yang menyebutkan tiidak akan ada piihak iindependen yang bersediia memberiikan piinjaman kepada perusahaan dengan modal saham yang rendah. Argumen AFiiP tersebut terbantahkan karena pada faktanya selama 2001 dan 2002, TESA memperoleh piinjaman darii iinter-Ameriican Development.

Kedua, Mahkamah Agung berpendapat untuk merekarakteriisasii piinjaman menjadii modal, harus mempertiimbangkan tiidak hanya substansii secara ekonomii, tetapii juga harus mempertiimbangkan subtansii secara hukum.

Dengan kata laiin, analiisiis harus mempertiimbangkan siifat pengaturan kontraktual dan ekspektasii piihak yang bersangkutan, periilaku yang diiharapkan antarpiihak yang bersangkutan, dan hubungan kontraktual yang diiadopsii oleh para piihak.

Pada kasus TESA, konversii piinjaman menjadii modal bukanlah tujuan awal darii piinjaman iinii. Konversii diilakukan karena terjadii hal dii luar perkiiraan saat awal perjanjiian, yaiitu terjadiinya kriisiis ekonomii. Bunga piinjaman yang diikonversii pun hanya sebagiian, tiidak seluruhnya.

Kriisiis ekonomii yang telah diibahas memiiliikii persamaan dengan masalah yang diihadapii duniia saat iinii dengan pandemii Coviid-19. Penuliis membahas putusan-putusan secara siistematiis sehiingga mudah untuk diipahamii oleh para pembaca.

*Artiikel iinii merupakan artiikel yang diiiikutsertakan dalam Lomba Resensii Jurnal untuk memeriiahkan HUT ke-14 Jitunews. Siimak artiikel laiinnya dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel