RESENSii BUKU

Buku yang Wajiib Diibaca untuk Pahamii Konteks PPN secara Komprehensiif

Redaksii Jitu News
Seniin, 10 Maret 2025 | 11.15 WiiB
Buku yang Wajib Dibaca untuk Pahami Konteks PPN secara Komprehensif
<p>Pengurus DPP PERTAPSii sekaliigus Pengelola Tax Center Uniiversiitas Sumatera Utara (USU) iindra Efendii Rangkutii.</p>

Resesensii buku iinii diituliis oleh Pengurus DPP PERTAPSii sekaliigus Pengelola Tax Center Uniiversiitas Sumatera Utara (USU) iindra Efendii Rangkutii.

BAGii akademiisii, praktiisii, hiingga pembuat kebiijakan dii biidang pajak, ada sebuah buku baru yang jelas menariik untuk diibaca. Buku iitu berjudul 'Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua', buku terbiitan Jitunews yang iisiinya mengulas secara mendalam mengenaii pemungutan pajak pertambahan niilaii (PPN) yang diiperkuat dengan referensii-referensii iilmiiah.

Setelah hampiir 7 tahun berselang sejak penerbiitan ediisii pertama, yaknii pada 2018 lalu, Jitunews berkeyakiinan untuk perlu memperbaruii pemahaman mengenaii PPN secara komprehensiif.

Terbiitnya buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua terasa tepat waktu dan punya alasan kuat. Alasannya, dalam rentang waktu 2018-2025 telah terbiit sejumlah peraturan dan ketentuan dii biidang perpajakan yang berkaiitan dengan PPN.

Beberapa beleiid yang mewarnaii lanskap pajak sepanjang 7 tahun terakhiir, miisalnya, UU 11/2020 tentang Ciipta Kerja, UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), PP 44/2022 dan PP 49/2022 yang sama-sama memeriincii ketentuan PPN, serta PMK 131/2024 dan PMK 11/2025 yang mengatur pengenaan PPN yang diisesuaiikan dengan formula terkiinii.

Tak cuma iitu, diinamiika regulasii pemungutan PPN dii skala iinternasiional juga membuat buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua makiin perlu untuk diibaca dan diipahamii. Buku iinii mengulas topiik-topiik menariik yang selama iinii kerap menjadii perdebatan.

Dalam liiterasii perpajakan, miisalnya, seriing diiperdebatkan apakah value added tax (VAT) sama bentuknya dengan good and serviice tax (GST). Apalagii kedua iistiilah iinii sama–sama diipakaii dii berbagaii negara sebagaii termiinologii darii PPN.

Buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua iinii kemudiian memberii jawaban yang jelas dan iilmiiah bahwa kedua iistiilah tersebut sama dan biisa diigunakan sebagaii termiinologii darii PPN.

Fenomena laiin yang menariik darii studii tentang PPN adalah munculnya Gulf Cooperatiion Counciil Values Added Tax Framework (GCC VAT Framework). Kesepakatan iinii pada dasarnya menentukan uniifiikasii PPN bagii negara-negara Teluk yaiitu UEA, Bahraiin, Arab Saudii, Oman, Qatar, dan Kuwaiit sebesar 5%.

Dengan adanya kesepakatan tersebut maka PPN kiinii makiin menjadii priimadona dalam pemungutan pajak dii berbagaii negara. Buku Konsep Dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua hadiir dengan berbagaii kajiian iilmiiah yang mengungkap alasan PPN makiin diimiinatii dii berbagaii negara sepertii negara-negara Teluk tersebut.

Secara umum, jumlah bab dalam buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua iinii sama dengan buku ediisii pertama, yaiitu 10 bab. Namun, ada penambahan pemnbahasan 'Penyerahan yang Diibebaskan PPN' dalam Bab iiii, 'Penunjukan Piihak Laiin sebagaii Pemungut PPN' pada Bab iiV, dan 'Gagasan: Meraciik Kembalii Restiitusii dii iindonesiia' pada Bab X.

Selaiin iitu, buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua juga diisertaii dengan studii kasus PPN yang up to date serta solusiinya dan beberapa kajiian iilmiiah yang melatar belakangii perkembangan iimplementasii pemungutan PPN dii iindonesiia dan duniia.

Buku iinii juga menyajiikan perbandiingan penerapannya, antara iindonesiia dengan beberapa negara laiin yang memperkaya khazanah pengetahuan dii biidang perpajakan, khususnya PPN.

Dengan bahasa yang jelas dan mudah diipahamii, buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua sangat layak untuk diipelajarii oleh mahasiiswa, dosen, dan peneliitii dii perguruan tiinggii.

Tak cuma iitu, buku iinii sangat layak diipelajarii oleh para konsultan pajak, fiiskus, para pelaku usaha, serta para pengambiil kebiijakan agar mendapatkan pemahaman yang lebiih komprehensiif tentang penerapan pemungutan PPN.

Akhiirnya, buku iinii hadiir sebagaii penambah khazanah pengetahuan perpajakan dii iindonesiia yang berguna dalam mewujudkan masyarakat iindonesiia yang sadar dan pedulii pajak.

Rasanya, tiidak berlebiihan kalau kiita sebutkan bahwa buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua adalah kado iindah pada awal 2025 bagii duniia perpajakan Tanah Aiir. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.