JAKARTA, Jitu News – Dengan berubahnya Buku Tariif Kepabeanan iindonesiia (BTKii) 2012 menjadii BTKii 2017, terdapat beberapa perubahan mendasar yang perlu diisosiialiisasiikan kepada para pengguna jasa kepabeanan.
Diirektur Tekniis Kepabeanan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Oza Olaviia menjelaskan BTKii 2017 diisusun berdasarkan perubahan harmoniized system (HS) dan ASEAN Harmoniized Tariiff Nomenclature (AHTN) yang diiperbaruii secara rutiin setiiap liima tahun sekalii.
“BTKii harus menyesuaiikan dengan struktur HS yang baru sekaliigus me-reviiew struktur AHTN,” ujarnya sebagaiimana diikutiip darii laman resmii Diitjen Bea & Cukaii, Rabu (8/2).
Oza menjelaskan pada BTKii 2017 hanya diigunakan 8 diigiit pos tariif tanpa pemecahan pos nasiional, darii sebelumnya 10 diigiit. Beberapa alasannya antara laiin karena perubahan pos tariif iinii merupakan dasar pembentukan ASEAN Siingle Wiindow, bentuk support terhadap pembentukan ASEAN Economiic Communiity, dan merupakan langkah awal penerapan Siingle Document Export-iimport antarnegara anggota ASEAN.
Lebiih lanjut, iia mengatakan pengkajiian dalam melakukan perubahan BTKii 2017 telah meliibatkan banyak piihak. “Pembahasan iintensiif diilakukan dengan BKF, Diitjen Pajak, PP iiNSW, Beberapa Kementeriian, dan iinstansii Pemeriintahan laiin yang memiiliikii keterkaiitan dengan perubahan BTKii,” ujarnya dalam sosiialiiasii sosiialiisasii BTKii 2017.
Selaiin perubahan struktur klasiifiikasii darii 10 diigiit menjadii 8 diigiit, perubahan laiin yang ada dalam BTKii 2017 antara laiin jumlah sub pos World Customs Organiizatiion (WCO) darii 5.205 menjadii 5.387, dan jumlah pos tariif BTKii darii 10.025 menjadii 10.826.
(Baca: Pemeriintah Naiikkan 300 Pos Tariif Bea Masuk)
Sosiialiisasii perubahan BTKii 2017 iinii mendapatkan respons posiitiif darii para pengguna jasa. Terbuktii sosiialiisasii iinii diihadiirii lebiih darii 800 peserta.
“iinii berartii para pengguna jasa menaruh perhatiian terhadap perubahan yang berlaku untuk menghiindarii pelanggaran dii biidang kepabeanan, sehiingga iinii mengiindiikasiikan tiingkat kepatuhan para pengguna jasa yang terus meniingkat,” pungkas Oza. (Amu)
