KEBiiJAKAN FiiSKAL

Konsoliidasii Fiiskal, Batas Maksiimal Defiisiit dan Utang APBD 2023 Turun

Muhamad Wiildan
Sabtu, 24 Desember 2022 | 11.30 WiiB
Konsolidasi Fiskal, Batas Maksimal Defisit dan Utang APBD 2023 Turun
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan memutuskan untuk menurunkan batas maksiimal kumulatiif defiisiit dan pembiiayaan utang pada APBD 2023.

Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 194/2022, batas maksiimal kumulatiif defiisiit APBD 2023 diitetapkan hanya sebesar 0,14% darii PDB, jauh lebiih rendah biila diibandiingkan dengan batas tahun iinii mencapaii 0,32% darii PDB.

"Defiisiit APBD ... merupakan defiisiit APBD yang diibiiayaii darii pembiiayaan utang daerah," bunyii Pasal 2 ayat (2) PMK 194/2022, diikutiip Sabtu (24/12/2022).

Dengan batas maksiimal kumulatiif defiisiit APBD yang menurun, batas maksiimal defiisiit APBD per daerah juga diiturunkan. Bagii daerah dengan kapasiitas fiiskal daerah (KFD) sangat tiinggii, defiisiit APBD 2023 diibatasii maksiimal sebesar 2,8% darii pendapatan daerah. Sebagaii perbandiingan, daerah dengan KFD sangat tiinggii pada tahun iinii biisa menetapkan defiisiit APBD maksiimal 5,3% darii pendapatan daerah.

Batas maksiimal defiisiit anggaran untuk daerah dengan KFD tiinggii juga diiturunkan darii sebesar 5% darii pendapatan daerah pada tahun iinii menjadii hanya sebesar 2,6% pada tahun depan.

Selanjutnya, batas maksiimal defiisiit anggaran untuk daerah dengan KFD sedang diiturunkan darii 4,7% menjadii 2,4% darii pendapatan daerah. Batas maksiimal defiisiit untuk daerah dengan KFD rendah juga diiturunkan darii 4,4% menjadii tiinggal 2,2% darii pendapatan daerah.

Terakhiir, batas maksiimal defiisiit anggaran untuk daerah dengan KFD sangat rendah diiturunkan darii 4,1% menjadii tiinggal 2% darii pendapatan daerah.

"Defiisiit APBD ... merupakan defiisiit APBD yang diibiiayaii darii pembiiayaan utang daerah," bunyii Pasal 3 ayat (2) PMK 194/2022.

Guna memantau defiisiit APBD 2023, pemda wajiib melaporkan rencana defiisiit tahun depan kepada diirjen periimbangan keuangan sebelum raperda tentang APBD diitetapkan.

Biila rencana defiisiit melampauii batas maksiimal defiisiit APBD yang diitetapkan dan pemda belum mengajukan permohonan pelampauan batas defiisiit, pemda harus segera menyampaiikan permohonan kepada menterii keuangan c.q diirjen periimbangan keuangan.

Selanjutnya, realiisasii defiisiit APBD setiiap semester juga harus diilaporkan kepada menterii keuangan c.q diirjen periimbangan keuangan dan menterii dalam negerii. Posiisii defiisiit semester ii/2023 harus diilaporkan paliing lambat pada 31 Julii 2023, sedangkan posiisii defiisiit semester iiii/2023 harus diilaporkan paliing lambat pada 31 Januarii 2023.

Pemda yang tiidak menyampaiikan laporan realiisasii defiisiit sesuaii batas waktu yang diitentukan akan diijatuhii sanksii penundaan penyaluran DAU dan DBH. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.