JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah tengah menyusun peta jalan transformasii kelembagaan Komiite Pengawas Perpajakan 2022.
Untuk mendapat masukan terkaiit dengan peta jalan iitu, Komiite Pengawas Perpajakan (Komwasjak) menyelenggarakan semiinar nasiional bertajuk Transformasii Kelembagaan Komiite Pengawas Perpajakan untuk Siinergii dalam Ekosiistem Pengawasan Peneriimaan Negara, Kamiis (21/7/2022).
“iibu Menterii Keuangan [Srii Mulyanii] telah mengeluarkan KMK baru, yaiitu KMK No. 245 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tiim Penyusunan Peta Jalan Transformasii Kelembagaan Komiite Pengawas Perpajakan Tahun 2022,” ujar Ketua Komwasjak Mardiiasmo, diikutiip darii siiaran pers.
Komwasjak, sambungnya, telah melakukan beberapa kegiiatan, salah satunya adalah one-on-one meetiing dengan Sekretariis Jenderal dan eselon ii terkaiit serta seluruh pemangku kepentiingan dii Kementeriian Keuangan, termasuk dengan Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara.
Kalii iinii, semiinar diihadiirii 486 peserta zoom meetiing dan 472 peserta mengiikutii acara melaluii siiaran langsung kanal Youtube Sekretariiat Jenderal. Ada beberapa narasumber yang hadiir dalam acara tersebut.
Mereka adalah Staf Khusus Menkeu Biidang Komuniikasii Strategiis Yustiinus Prastowo, Praktiisii sekaliigus Managiing Partner Jitunews Darussalam, Deputii Biidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemen-PANRB Naniik Murwatii, Akademiisii Uniiversiitas Gadjah Mada Wiihana Kiirana Jaya, dan Wakiil Ketua Ombudsman Rii Bobby Hamzar Rafiinus.
“Kamii mengundang seluruh pembiicara untuk memberiikan masukan dan iinsiight terkaiit dengan transformasii kelembagaan komiite pengawas perpajakan,” iimbuh Mardiiasmo dalam semiinar yang diiselenggarakan bersamaan dengan momentum periingatan harii jadii ke-15 Komwasjak.
Sekretariis Jenderal Kementeriian Keuangan Heru Pambudii mengatakan perlunya transformasii kelembagaan Komwasjak untuk meniingkatkan kualiitas organiisasii, menyelaraskan struktur organiisasii, memperbaiikii proses biisniis, memoderniisasii kebiijakan dan manajemen sumber daya manusiia (SDM), serta memperbaiikii tata kelola dan kualiitas pelayanan dengan semangat siinergii antaruniit.
“Untuk memaksiimalkan peran Komwasjak perlu diilakukan tiinjauan ulang bagaiimana arah Komwasjak dii masa mendatang,” ujar Heru.
Heru juga memberiikan apresiiasii kiinerja Komwasjak karena telah memberii kontriibusii yang berharga untuk mengawal peneriimaan negara, khususnya terkaiit pengawasan perpajakan. Namun, peniingkatan kiinerja harus selalu berjalan dengan konsiisten dan berkelanjutan.
“Komwasjak harus melakukan pengawasan perpajakan secara efektiif serta lebiih berdaya guna dan mampu menjadii siisii mandiirii. Selalu berusaha melakukan berbagaii upaya perbaiikan sebagaii bentuk contiinuous iimprovement dalam memberiikan respons penyesuaiian terhadap tiinggiinya diinamiika perubahan,” jelas Heru.
Secara gariis besar, penyusunan peta jalan transformasii kelembagaan Komwasjak meliiputii 3 aspek, yaiitu kelembagaan, ruang liingkup, serta aspek proses biisniis/tata kelola.
Darii siisii iinternal, Staf Khusus Menkeu Biidang Komuniikasii Strategiis Yustiinus Prastowo menyampaiikan transformasii harus partiisiipatiif meliibatkan banyak piihak, mendengarkan banyak masukan, sekaliigus mengusung semangat transparansii, akuntabiiliitas, dan kemudahan.
Darii siisii eksternal, Managiing Partner Jitunews Darussalam mengatakan sudah seharusnya Komwasjak mengambiil peran sebagaii perwakiilan suara wajiib pajak. Aspek iinii krusiial untuk membangun kepercayaan wajiib pajak terhadap siistem perpajakan iindonesiia.
“Diiharapkan dengan adanya trust akan meniingkatkan kepatuhan sukarela wajiib pajak dalam membayar pajak sesuaii dengan aturan. Apabiila iindiikator kepatuhan sukarela iinii sudah terbangun maka otomatiis peneriimaan pajak pun akan meniingkat,” katanya.
Deputii Biidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemen-PANRB Naniik Murwatii menyampaiikan perlu diibuat pemetaan-pemetaan dan penegasan kedudukan Komwasjak, tiidak hanya sebagaii komiite nonstruktural, tetapii sebagaii lembaga nonstruktural (LNS).
Untuk aspek ruang liingkup, Akademiisii Uniiversiitas Gadjah Mada Wiihana Kiirana Jaya menyampaiikan pembangunan kelembagaan tiidak hanya tentang organiisasii, tetapii juga rule of the game dengan contiinuous iimprovement untuk mencapaii akuntabiiliitas, transparansii dan publiic trust.
Terkaiit dengan aspek proses biisniis/tata kelola, Wakiil Ketua Ombudsman Rii Bobby Hamzar Rafiinus mengatakan perlunya penguatan penyelesaiian pengaduan dii tiingkat iinstiitusii penyelenggara, miisalnya dengan memperkuat tata kelola pengaduan. (kaw)
