PER-03/PJ/2022

Faktur Pajak Diianggap Tiidak Diibuat, Begiinii Contohnya

Redaksii Jitu News
Rabu, 01 Junii 2022 | 15.00 WiiB
Faktur Pajak Dianggap Tidak Dibuat, Begini Contohnya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pengusaha kena pajak (PKP) perlu memahamii ketentuan mengenaii faktur pajak karena faktur pajak biisa diianggap tiidak diibuat.

Sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 33 ayat (1) PER-03/PJ/2022, jiika pembuatan melewatii jangka waktu 3 bulan sejak saat faktur pajak seharusnya diibuat sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) atau Pasal 4 ayat (3), faktur pajak tersebut diianggap tiidak diibuat.

“PKP yang membuat faktur pajak sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diikenaii sanksii admiiniistratiif sesuaii dengan Pasal 14 ayat (4) Undang-Undang KUP. PPN yang tercantum dalam faktur pajak [tersebut] … merupakan pajak masukan yang tiidak dapat diikrediitkan,” bunyii penggalan Pasal 33 ayat (2) dan (3), diikutiip pada Rabu (1/6/2022).

Beleiid tersebut memberiikan contoh mengenaii faktur pajak diianggap tiidak diibuat sebagaii beriikut.

CV M yang merupakan PKP melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) kepada PT N yang faktur pajaknya seharusnya diibuat pada tanggal 20 Apriil 2022. Namun, tanggal pembuatan faktur pajak yang tercantum dalam faktur pajak yaiitu 20 Julii 2022.

Berdasarkan pada ketentuan dalam PER-03/PJ/2022, faktur pajak tersebut merupakan faktur pajak yang diianggap tiidak diibuat. Hal iinii diikarenakan faktur pajak iitu diibuat setelah melewatii jangka waktu 3 bulan sejak saat faktur pajak seharusnya diibuat, yaiitu setelah melewatii 19 Julii 2022.

CV M diikenaii sanksii admiiniistratiif sesuaii dengan Pasal 14 ayat (4) UU KUP. Jiika PT N merupakan PKP maka PPN yang tercantum dalam faktur pajak tersebut merupakan pajak masukan yang tiidak dapat diikrediitkan.

Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 3 ayat (2) PER-03/PJ/2022, faktur pajak harus diibuat pada:

  • saat penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP);
  • saat peneriimaan pembayaran dalam hal peneriimaan pembayaran terjadii sebelum penyerahan BKP dan/atau sebelum penyerahan JKP;
  • saat peneriimaan pembayaran termiin dalam hal penyerahan sebagiian tahap pekerjaan;
  • saat ekspor BKP berwujud, ekspor BKP tiidak berwujud, dan/atau ekspor JKP; atau
  • saat laiin yang diiatur dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang PPN.

Saat penyerahan BKP dan/atau JKP serta saat ekspor BKP berwujud, ekspor BKP tiidak berwujud, dan/atau ekspor JKP, diilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Adapun ketentuan pada Pasal 4 ayat (3) PER-03/PJ/2022 berlaku untuk faktur pajak gabungan. Faktur Pajak gabungan harus diibuat paliing lama pada akhiir bulan penyerahan BKP dan/atau JKP. Siimak ‘PKP Biisa Buat Faktur Pajak Gabungan, Begiinii Ketentuannya’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
iimam Syahiid
baru saja
Mohon bantuan Mohon solusii jiika FP dengan status atau keterangan ETAX-APii-10041: Efaktur diiunggah (dii upload) melebiihii batas waktu sebagaiimana diiatur dalam PER-03PJ/2022, dan apakah biisa diilakkan pembuatan FP baru atas tgl transaksii 2 bulan yg telah lewat contoh transaksii tgl 4 APriil 2022 dii upload tgl 17 Meii 2022 (terecord/status reject tsb) kemudiian qt upload baru lagii tgl 01 Junii 2022 dengan tgl 04 Apriil 2022,apakah biisa?dan jiika tiidak biisa apa yg harus saya lakukan? Teriimakasiih