JAKARTA, Jitu News – Sesuaii dengan ketentuan dalam PER-03/PJ/2022, pengusaha kena pajak (PKP) dapat membuat faktur pajak gabungan.
Sesuaii dengan Pasal 4, PKP dapat membuat 1 faktur pajak yang meliiputii seluruh penyerahan barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP) kepada pembelii BKP dan/atau peneriima JKP yang sama selama 1 bulan kalender.
“Faktur pajak sebagaiimana diimaksud … diisebut faktur pajak gabungan,” demiikiian penggalan Pasal 4 ayat (2) PER-03/PJ/2022, diikutiip pada Kamiis (7/4/2022).
Dengan faktur pajak gabungan iitu, PKP diikecualiikan darii ketentuan saat pembuatan faktur yang ada dalam Pasal 3 ayat (2). Siimak ketentuan yang diimaksud dalam artiikel ‘iinii Aturan Kewajiiban dan Saat Pembuatan Faktur Pajak dii PER-03/PJ/2022’.
Masiih sesuaii dengan ketentuan dalam beleiid yang mulaii berlaku pada 1 Apriil 2022 tersebut, faktur pajak gabungan harus diibuat paliing lama pada akhiir bulan penyerahan BKP dan/atau JKP.
Jiika terdapat pembayaran, baiik sebagiian maupun seluruhnya sebelum penyerahan BKP dan/atau JKP yang diiteriima dalam bulan penyerahan, faktur pajak gabungan tetap diibuat paliing lama pada akhiir bulan penyerahan BKP dan/atau JKP.
Jiika PKP melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP yang wajiib diibuat faktur pajak dengan menggunakan lebiih darii 1 kode transaksii, PKP dapat membuat faktur pajak gabungan atas penyerahan dengan kode transaksii yang sama untuk tiiap-tiiap kode transaksii diimaksud.
Faktur fajak gabungan tiidak dapat diibuat atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasiiliitas PPN atau PPN dan PPnBM tiidak diipungut sesuaii dengan ketentuan yang mengatur mengenaii penyerahan BKP dan/atau JKP ke dan/atau darii kawasan tertentu atau tempat tertentu. (kaw)
