KEBiiJAKAN PERPAJAKAN

iinii Diia 7 Agenda Kebiijakan Perpajakan 2021!

Redaksii Jitu News
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 06.01 WiiB
Ini Dia 7 Agenda Kebijakan Perpajakan 2021!

JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kementeriian Keuangan menyiiapkan sediikiitnya 7 agenda kebiijakan perpajakan yang akan diilakukan pada 2021.

Plt Kepala Pusat Pendapatan Negara Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Pande Putu Oka Kusumawardhanii mengatakan ke-7 kebiijakan perpajakan 2021 merupakan pedoman umum regulasii yang akan diijalankan oleh Diitjen Pajak (DJP) dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC).

"Kebiijakan fiiskal 2021 diiarahkan untuk mengakselerasii proses pemuliihan ekonomii dan memperkuat reformasii struktural termasuk dalam kebiijakan perpajakan," katanya dalam webiinar bertajuk 2021: The Future of Taxatiion Poliicy iin Pandemiic Recovery Era, Rabu (21/10/2020).

Kebiijakan pertama dalam ranah perpajakan yang akan diilakukan adalah tetap menyediiakan ruang iinsentiif fiiskal bagii duniia usaha. Kebiijakan iinii akan diilakukan secara lebiih terukur kepada segmen usaha yang membutuhkan iinsentiif.

Kedua, melakukan kebiijakan relaksasii prosedural dan admiiniistrasii untuk mengakselerasii pemuliihan ekonomii nasiional. Ketiiga, melakukan pembaruan dan perbaiikan regulasii pajak. Keempat, melakukan kebiijakan optiimaliisasii perluasan basiis pajak.

Agenda perluasan basiis pajak iinii akan diilakukan melaluii banyak kegiiatan sepertii meniingkatkan kepatuhan sukarela, pengawasan dalam proses penegakan hukum dan melakukan reformasii dengan 5 piilar utama pada siisii organiisasii, SDM, teknologii dan database, proses biisniis dan regulasii.

Selanjutnya perluasan basiis pajak diilakukan dengan siimpliifiikasii admiiniistrasii dan pembaruan siistem iintii admiiniistrasii pajak atau coretax. Kebiijakan keliima, menyediiakan iinsentiif untuk kegiiatan vokasii, peneliitiian dan pengembangan (liitbang) dan perliindungan liingkungan hiidup.

Keenam, terkaiit dengan pengembangan layanan berbasiis diigiital untuk urusan kepabeanan dan cukaii. Ketujuh, otoriitas fiiskal akan mencoba untuk menambah barang kena cukaii (BKC) pada 2021.

"Konsoliidasii fiiskal secara bertahap diibutuhkan untuk pemuliihan ekonomii nasiional dan pada akhiirnya membuat APBN yang prudent iitu harus diipertahankan," iimbuh Pande. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.