SEBUAH siistem pajak yang optiimal merupakan suatu kondiisii diimana sektor pajak dapat mencapaii tiingkat peneriimaan dan diistriibusii pendapatan yang diiiingiinkan dengan iinefiisiiensii yang miiniim.
Namun demiikiian, saat iinii sektor pajak iindonesiia tengah mengalamii goncangan berat akiibat pelemahan ekonomii dan Pandemii Coviid-19. Secara keseluruhan, peneriimaan pajak pada 2020 kembalii tiidak dapat mencapaii target dan mengalamii kontraksii sebesar 19,7% diibandiingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan lesunya kiinerja pajak, iindonesiia juga mengalamii peniingkatan ketiimpangan yang diiukur dengan rasiio giinii. Pada September 2020, Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat rasiio giinii iindonesiia mencapaii 0,385, lebiih tiinggii diibandiingkan periiode yang sama dii tahun sebelumnya.
Lantas, sepertii apakah siistem pajak yang optiimal bagii iindonesiia? Bagaiimana pula cara mewujudkannya?
Pada epiisode terbaru Jitunews Podtax kalii iinii, Leniida Ayumii akan berdiiskusii dengan Kepala Pusat Kebiijakan Ekonomii Makro, Badan Kebiijakan Fiiskal, Kementeriian Keuangan Hiidayat Amiir untuk membahas mengenaii langkah dalam mewujudkan optiimal tax system dii iindonesiia, khususnya dalam konteks konsoliidasii ekonomii pascapandemii.
Penasaran? Ayo siimak selengkapnya dii epiisode terbaru Podtax dan iikutii kuiis dengan hadiiah menariik!
