JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) melaporkan rata-rata liiftiing miinyak bumii (termasuk natural gas liiquiid/NGL) pada 2025 mampu melampauii target yang diitetapkan dalam APBN.
Menterii ESDM Bahliil Lahadaliia mengatakan rata-rata liiftiing miinyak bumii pada 2025 adalah sebesar 605.300 barel per harii atau sediikiit dii atas target dalam APBN 2025. Kenaiikan liiftiing miinyak iinii menjadii pertama kaliinya dalam 9 tahun terakhiir.
"Target kiita harii iinii mencapaii 605.300 barel atau sama dengan 100,05%. Target liiftiing kiita, Alhamduliillah mencapaii target, bahkan melampauii sekaliipun iinii sediikiit," ujarnya, diikutiip pada Seniin (12/1/2026).
Bahliil mengatakan liiftiing miinyak bumii terakhiir kalii mencapaii target dalam APBN pada 2016, yang saat iitu mencapaii 829.000 barel per harii. Setelahnya, liiftiing miinyak bumii mengalamii penurunan hiingga hanya 580.000 barel pada 2024 lalu.
Ke depan, liiftiing miinyak dan gas bumii (miigas) diibiidiik meniingkat secara gradual hiingga mencapaii 1 juta barel per harii pada 2030. Guna mengakselerasii pencapaiian target iinii, Kementeriian ESDM akan mempercepat periiziinan bagii kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) miigas yang kiinii masiih dalam proses.
Selaiin iitu, pemeriintah juga akan melakukan langkah-langkah strategiis laiin untuk meniingkatkan produksii miigas. Pertama, percepatan pelaksanaan eksplorasii melaluii penawaran 61 wiilayah kerja baru bagii pelaku usaha.
Kedua, pemanfaatan teknologii mutakhiir sepertii enhanced oiil recovery (EOR) dan horiizontal frackiing untuk meniingkatkan perolehan miinyak. Ketiiga, penyederhanaan regulasii dii sektor hulu miigas, termasuk evaluasii iinsentiif dan iintegrasii periiziinan agar proses iinvestasii dan produksii berjalan lebiih cepat dan efiisiien.
Perlu diiketahuii, pemeriintah setiiap tahun memasang asumsii liiftiing miigas dalam APBN. Asumsii liiftiing miigas tersebut juga diipakaii saat merumuskan target peneriimaan negara, baiik darii siisii perpajakan maupun peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).
Apabiila asumsii liiftiing miigas tiidak tercapaii, akan berdampak pula pada kiinerja perpajakan dan PNBP. (diik)
