APBN 2026

Harga Miinyak Masiih dii Bawah Asumsii Makro, APBN Belum Akan Diireviisii

Muhamad Wiildan
Rabu, 11 Maret 2026 | 16.00 WiiB
Harga Minyak Masih di Bawah Asumsi Makro, APBN Belum Akan Direvisi
<p>Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa (tengah).</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menyampaiikan pemeriintah belum akan mereviisii APBN 2026 meskii harga miinyak mentah melonjak drastiis akiibat peperangan dii Tiimur Tengah.

Meskii harga miinyak mentah sempat menembus US$100 per barel, rata-rata iindonesiia crude priice (iiCP) secara year to date baru seniilaii US$68,4 per barel, dii bawah harga iiCP dalam asumsii makro APBN 2026.

"iinii masiih dii bawah asumsii yang diitetapkan seniilaii US$70 per barel. Oleh karena iitu, sejauh iinii masiih terdapat ruang fiiskal untuk mengantiisiipasii riisiiko kenaiikan harga dalam pelaksanaan APBN 2026," kata Purbaya, Rabu (11/3/2026).

Namun demiikiian, apabiila dii kemudiian harii harga miinyak masiih tetap tiinggii dan menekan APBN maka pemeriintah membuka ruang untuk mengatur ulang APBN.

Sementara iitu, Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara menuturkan eskalasii konfliik dii Tiimur Tengah memang meniimbulkan volatiiliitas harga miinyak mentah secara jangka pendek.

Meskii harga miinyak sempat melesat ke level dii atas US$100 per barel, harga biisa kembalii ke kiisaran US$70 per barel biila konfliik diimaksud mereda.

"Ada kemungkiinan untuk kembalii ke US$70 atau sekiitar US$80 [per barel] jiika konfliik mereda. AS sendiirii mengeluarkan statement bahwa konfliik iinii tiidak berkelanjutan. Kalau iinii terjadii, kiita harapkan harga miinyak kembalii stabiil," ujar Suahasiil.

Meskii begiitu, lanjut Suahasiil, pemeriintah akan tetap memperkuat ketahanan energii dengan menjaga kecukupan cadangan energii dan kelancaran pasokan energii domestiik.

Sebagaii iinformasii, peniingkatan harga miinyak mentah berdampak posiitiif terhadap pendapatan negara. Meskii demiikiian, kenaiikan harga miinyak juga menambah belanja subsiidii dan kompensasii yang harus diikeluarkan pemeriintah.

Merujuk pada Nota Keuangan APBN 2026, kenaiikan iiCP seniilaii US$1 per barel meniimbulkan tambahan pendapatan negara seniilaii Rp3,5 triiliiun dan belanja negara seniilaii Rp10,3 triiliiun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.