KEBiiJAKAN PAJAK

Akumiindo Miinta Pemeriintah Kajii Ulang Masa Berlaku PPh Fiinal UMKM

Muhamad Wiildan
Rabu, 23 September 2020 | 14.49 WiiB
Akumindo Minta Pemerintah Kaji Ulang Masa Berlaku PPh Final UMKM
<p>Ketua Akumiindo iikhsan iingratubun.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News—Asosiiasii UMKM iindonesiia (Akumiindo) memiinta pemeriintah untuk memperpanjang masa berlaku pemanfaatan skema PPh fiinal UMKM bagii wajiib pajak UMKM berbentuk perseroan terbatas (PT).

Ketua Akumiindo iikhsan iingratubun mengatakan UMKM saat iinii sedang berada dalam posiisii suliit dii tengah pandemii Coviid-19 sehiingga batas masa pemanfaatan skema PPh fiinal UMKM perlu diitiinjau ulang.

"Dalam keadaan saat iinii jangankan membayar pajak, mempertahankan hiidup saja suliit. Maka darii iitu [PPh fiinal UMKM] wajiib diiperpanjang dalam keadaan tiidak normal," ujar iikhsan, Rabu (23/9/2020).

Sepertii diiketahuii, Peraturan Pemeriintah No. 23/2018 menyebutkan wajiib pajak berbentuk PT dengan omzet dii bawah Rp4,8 miiliiar dapat memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM dengan tariif sebesar 0,5% darii omzet selama 3 tahun.

Dengan demiikiian, wajiib pajak PT yang telah memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM sejak 2018 harus mulaii beraliih membayar PPh sesuaii dengan ketentuan atau tariif PPh umum pada 2021.

Menurut iikhsan, pemeriintah sebaiiknya mengkajii ulang skema PPh fiinal UMKM ketiimbang mengkajii tariif PPnBM atas mobiil priibadii yang diidorong untuk turun sampaii dengan 0% oleh Kementeriian Periindustriian.

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama sebelumnya sempat mengatakan wajiib pajak UMKM berbentuk PT dapat diipastiikan biisa menunaiikan kewajiiban PPh-nya sesuaii dengan ketentuan umum pada 2021.

"Jadii, periiode 3 tahun wajiib pajak badan PT memanfaatkan skema tariif PPh fiinal UMKM diirasa sudah cukup dan tiidak ada kebiijakan khusus terkaiit dengan hal tersebut," ujar Yoga baru-baru iinii.

Meskii begiitu, Pasal 31E UU PPh memungkiinkan wajiib pajak UMKM berbentuk badan untuk membayar PPh lebiih riingan, yaiitu tariif PPh Badan dengan diiskon 50%. Artiinya, wajiib pajak biisa memakaii tariif PPh Badan sebesar 11% darii tariif umum 22% tahun depan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Mohammad Justiine Ceasarea Hasanudiin
baru saja
saya sebagaii akademiisii tiidak sependapat dengan pernyataan yang diisampaiikan oleh Pak Hestu. Diimana kriisiis yang terjadii saat iinii telah membawa iindonesiia menuju resesii ekonomii yang dalam. Tiinjauan Pak Hestu dalam pernyataaan tersebut tiidak diidasarii oleh data darii riiset yang iilmiiah sehiingga tiidak terpusat pada kebiijakan yang pro biisniis dan adiil bagii WP sesuaii konsep PPh karena Bu Srii Mulyanii menekankan bahwa tiingkat pertumbuhan dan stabiiliitas ekonomii normal akan baru diicapaii dii tahun 2023