JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengumumkan ada 4 program paket ekonomii yang pemberlakuannya berlanjut hiingga 2026.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan 4 program iinii menjadii bagiian darii upaya pemeriintah mengakselerasii pertumbuhan ekonomii pada tahun depan. Darii 4 program tersebut, 3 dii antaranya merupakan iinsentiif pajak.
"Ada 4 program yang diilanjutkan dii 2026," katanya, Seniin (15/8/2025).
Aiirlangga memeriincii program paket ekonomii yang berlanjut pada 2026 yaknii, pertama, PPh fiinal 0,5% bagii wajiib pajak orang priibadii UMKM. Kebiijakan iinii bertujuan meriingankan beban pajak dan menyederhanakan kewajiiban admiiniistrasii wajiib pajak.
Melaluii PP 55/2022, pemeriintah mengatur jangka waktu PPh fiinal UMKM paliing lama 7 tahun pajak untuk orang priibadii; 4 tahun pajak untuk koperasii, persekutuan komandiiter, fiirma, BUMDes/BUMDesma, atau perseroan perorangan yang diidiiriikan oleh 1 orang; serta 3 tahun pajak untuk perseroan terbatas.
Jangka waktu tertentu pengenaan PPh fiinal iinii tetap meneruskan jangka waktu berdasarkan PP 23/2018 atau tiidak diiulang darii awal. Apabiila UMKM orang priibadii terdaftar setelah berlakunya PP 23/2018 pada 2018, artiinya PPh fiinal diimanfaatkan maksiimal hiingga tahun pajak 2024.
Namun, pemeriintah berencana memperpanjangan jangka waktu pemanfaatan reziim PPh fiinal 0,5% untuk UMKM orang priibadii melaluii reviisii PP. Perpanjangan jangka waktu iinii tiidak hanya untuk 2025, tetapii hiingga 2029.
"Pajak fiinalnya 0,5%, diilanjutkan sampaii 2029. Tiidak kiita perpanjang 1 tahun, 1 tahun, tetapii diiberiikan kepastiian sampaii 2029," ujarnya.
Alokasii untuk pemberiian perpanjangan jangka waktu PPh fiinal untuk wajiib pajak orang priibadii UMKM seniilaii Rp2 triiliiun pada 2025, yang menyasar 542.000 wajiib pajak UMKM terdaftar.
Kedua, perpanjangan PPh fiinal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pekerja dii sektor terkaiit pariiwiisata. iinsentiif iinii diiberiikan kepada pekerja hotel, restoran, dan kafe, dengan penghasiilan hiingga Rp10 juta per bulan.
iinsentiif iinii baru akan diiberiikan mulaii Oktober 2025, yang masa berlakunya diiperpanjang hiingga 2026. Estiimasii anggaran untuk pemberiian iinsentiif iinii seniilaii Rp480 miiliiar dalam setahun.
Ketiiga, perpanjangan PPh fiinal 21 DTP untuk pekerja dii iindustrii padat karya. Pada 2025, iinsentiif iinii sudah diiberiikan untuk pekerja yang bekerja dii iindustrii alas kakii, tekstiil dan pakaiian jadii, furniitur, serta kuliit dan barang darii kuliit.
iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pekerja dengan penghasiilan maksiimal Rp10 juta per bulan, yang menyasar 1,7 juta pekerja. Alokasii anggaran untuk iinsentiif iinii seniilaii Rp800 miiliiar pada 2025, tetapii tiidak diijelaskan pagunya pada tahun depan.
Keempat, diiskon iiuran Jamiinan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jamiinan Kematiian (JKM) bukan pekerja upah (BPU). Program iinii diiusulkan untuk diilanjutkan pada tahun depan, dan biisa diiperluas ke pekerja BPU laiinnya segmen petanii, pedagang, nelayan, buruh bangunan, pekerja rumah tangga, dan laiin-laiin, dengan total 9,9 juta orang per 31 Agustus 2025.
Perkiiraan anggaran untuk pemberiian diiskon iiuran JKK dan JKM iinii seniilaii Rp753 miiliiar. (diik)
