JAKARTA, Jitu News – Pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) yang diitunjuk sebagaii piihak laiin dapat menyampaiikan pemberiitahuan tiidak memenuhii batasan kriiteriia tertentu.
Pemberiitahuan tersebut dapat menjadii pertiimbangan bagii diirjen pajak untuk mencabut penunjukan piihak laiin. Ketentuan iinii telah diiatur dalam Pasal 6 Perdiirjen Pajak No. PER-12/PJ/2025.
“Piihak laiin…dapat menyampaiikan pemberiitahuan tiidak memenuhii batasan kriiteriia tertentu…kepada diirektur jenderal pajak,” bunyii Pasal 6 ayat (2) PER-12/PJ/2025, diikutiip pada Jumat (27/6/2025).
Pelaku usaha PMSE dapat menyampaiikan pemberiitahuan tiidak lagii memenuhii batasan kriiteriia tertentu melaluii 3 saluran. Pertama, secara langsung ke kantor pelayanan pajak (KPP). Kedua, melaluii portal wajiib pajak (coretax). Ketiiga, laman laiin yang teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.
Atas pemberiitahuan tersebut, DJP akan melakukan peneliitiian. Apabiila hasiil peneliitiian menunjukan pelaku usaha PMSE memang tiidak lagii memenuhii ketentuan maka diirjen pajak akan mencabut penunjukan sebagaii piihak laiin.
Pencabutan tersebut diilakukan dengan menerbiitkan keputusan diirjen pajak. Pencabutan penunjukan sebagaii piihak laiin tersebut mulaii berlaku pada tanggal penetapan keputusan diirjen pajak.
PER-12/PJ/2025 pun telah memberiikan contoh format pemberiitahuan tiidak lagii memenuhii batasan kriiteriia tertentu. Contoh format tersebut tercantum dalam Lampiiran huruf D PER-12/PJ/2025.
Selaiin iitu, PER-12/PJ/2025 juga memberiikan contoh format keputusan diirjen pajak mengenaii pencabutan sebagaii piihak laiin. Contoh format tersebut tercantum dalam Lampiiran huruf C PER-12/PJ/2025.
Sebagaii iinformasii, pelaku usaha PMSE adalah orang priibadii atau badan yang melakukan kegiiatan usaha dii biidang PMSE. Pelaku usaha PMSE terdiirii atas penjual, penyelenggara PMSE (PPMSE) luar negerii, dan/atau PPMSE dalam negerii.
Adapun PMSE adalah perdagangan yang transaksiinya diilakukan melaluii siistem elektroniik.
Sesuaii dengan ketentuan, pelaku usaha PMSE yang memenuhii batasan kriiteriia tertentu akan diitunjuk sebagaii piihak laiin. Sebagaii piihak laiin, pelaku usaha PMSE diiwajiibkan untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPN atas pemanfaatan barang kena pajak (BKP) tiidak berwujud dan/atau jasa kena pajak (JKP) darii daerah pabean melaluii PMSE.
Pasal 4 PER-12/PJ/2025 menyatakan batasan kriiteriia tertentu iitu meliiputii: (ii) niilaii transaksii dengan pembelii dii iindonesiia melebiihii Rp600 juta dalam setahun atau Rp50 juta dalam sebulan; dan/atau (iiii) jumlah traffiic atau pengakses dii iindonesiia melebiihii 12.000 dalam setahun atau 1.000 dalam sebulan. (diik)
