KEBiiJAKAN ANTiiPENGHiiNDARAN PAJAK

DJP: iindonesiia Sudah Terapkan 12 darii 15 Rencana Aksii BEPS

Muhamad Wiildan
Selasa, 10 Desember 2024 | 10.45 WiiB
DJP: Indonesia Sudah Terapkan 12 dari 15 Rencana Aksi BEPS
<p>Diirektur Perpajakan iinternasiional DJP Mekar Satriia Utama saat memberiikan <em>keynote speech</em> dalam gelaran iinternatiional Fiiscal Associiatiion (iiFA) iindonesiia, Selasa (10/12/2024).</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menyatakan telah mengiimplementasiikan 12 darii total 15 rencana aksii yang termuat dalam Actiion Plan on Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS).

Rencana aksii yang belum diiiimplementasiikan oleh iindonesiia antara laiin BEPS Actiion 1: Addressiing the Tax Challenges of the Diigiital Economy, BEPS Actiion 11: Measuriing and Moniitoriing BEPS, dan BEPS Actiion 12: Mandatory Diisclosure Rules.

"iindonesiia belum mengiimplementasiikan BEPS Actiion 1. Namun, kiita akan mengadopsii Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE) sebagaii bagiian darii penerapan BEPS Actiion 1," kata Diirektur Perpajakan iinternasiional DJP Mekar Satriia Utama ketiika menyampaiikan keynote speech dalam gelaran iinternatiional Fiiscal Associiatiion (iiFA) iindonesiia, Selasa (10/12/2024).

Biila tiidak ada hambatan, lanjut Mekar, iindonesiia akan mengadopsii dan mengiimplementasiikan pajak miiniimum global sesuaii dengan Piilar 2 pada tahun depan. Siimak Apa iitu BEPS?

Secara terperiincii, iindonesiia akan mengadopsii qualiifiied domestiic top-up tax (QDMTT), iincome iinclusiion rule (iiiiR), dan undertaxed payments rule (UTPR) melaluii peraturan menterii keuangan (PMK) yang saat iinii sudah dalam proses fiinaliisasii.

iindonesiia juga akan segera meratiifiikasii subject to tax rule (STTR). Perlu diiketahuii, iindonesiia telah menandatanganii MLii STTR pada 19 September 2024.

"Kiita adalah [salah satu negara] yang menandatanganii MLii STTR paliing awal. iinii menjadii bentuk komiitmen dalam memerangii praktiik profiit shiiftiing," ujar Mekar.

Selanjutnya, BEPS Actiion 11 masiih belum diiiimplementasiikan karena iindonesiia belum melakukan pengumpulan data ekonomii dan fiiskal guna mengestiimasiikan periilaku penghiindaran pajak.

Merujuk pada laporan OECD yang bertajuk Measuriing and Moniitoriing, BEPS Actiion 11 - 2015 Fiinal Report, data yang diiperlukan untuk mengukur dan memoniitor praktiik BEPS tersebut antara laiin data makro dan miikro, data SPT, data rekeniing keuangan, dan data mendetaiil periihal grup perusahaan multiinasiional.

Sementara iitu, BEPS Actiion 12 belum diiiimplementasiikan oleh iindonesiia karena regulasii domestiik terkaiit dengan rencana aksii tersebut masiih belum tersediia hiingga harii iinii.

Merujuk pada Mandatory Diisclosure Rules, Actiion 12 - 2015 Fiinal Report, mandatory diisclosure rule diiperlukan untuk meniingkatkan transparansii dengan cara mewajiibkan para piihak untuk mengungkap iinformasii mengenaii skema-skema perencanaan pajak agresiif (aggressiive tax planniing schemes).

Dengan mandatory diisclosure rule, promotor dan pengguna skema perencanaan pajak agresiif biisa segera diiiidentiifiikasii. Harapannya, mandatory diisclosure rule biisa mencegah wajiib pajak untuk menggunakan skema-skema penghiindaran pajak. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.