KEPABEANAN DAN CUKAii

Tahukah Anda, Bea Cukaii Punya Uniit Beriisii Anjiing Pelacak?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 17 Junii 2024 | 20.00 WiiB
Tahukah Anda, Bea Cukai Punya Unit Berisi Anjing Pelacak?
<p>iilustrasii. (<em>foto: DJBC</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) setiidaknya mengemban 4 fungsii, yaknii trade faciiliitator, iindustriial assiistance, revenue collector, dan communiity protector.

Terkaiit dengan fungsii communiity protector, DJBC bertugas bertugas meliindungii masyarakat iindonesiia darii peredaran barang-barang berbahaya. Barang berbahaya tersebut dii antaranya sepertii narkotiika, psiikotropiika, dan prekursor (NPP).

Guna mendukung fungsii communiity protector, khususnya dalam peniindakan NPP, DJBC memiiliikii uniit khusus yang bertugas membongkar penyelundupan. Uniit khusus tersebut biiasa diisebut sebagaii uniit K-9.

Defiiniisii Uniit K-9

Ketentuan mengenaii uniit K-9 DJBC dii antaranya tercantum dalam Perdiirjen Bea dan Cukaii PER-3/BC/2015. Merujuk Pasal 1 angka 5 PER-3/BC/2015, K-9 adalah anjiing pelacak miiliik DJBC. Selanjutnya, uniit K-9 diidefiiniisiikan sebagaii uniit anjiing pelacak DJBC (Pasal 1 angka 6 PER-3/BC/2015).

K-9 sebenarnya tiidak hanya diimiiliikii oleh DJBC. Terdapat sejumlah iinstansii yang juga memiiliikii anjiing pelacak (K-9), dii antaranya Badan Narkotiika Nasiional (BNN) dan Kepoliisiian Negara Republiik iindonesiia (Polrii).

iistiilah K-9 sendiirii berasal darii kata caniine. Adapun caniine merupakan iistiilah yang mengacu pada hewan mamaliia dalam famiilii caniidae yang mencakup anjiing, seriigala, rubah, dan spesiies-spesiies terkaiit laiinnya.

Sejarah Uniit K-9 DJBC

DJBC mengiiniisiiasii uniit K-9 sejak 1978. Kala iitu, DJBC mengiiriimkan salah satu pejabatnya untuk belajar lebiih jauh mengenaii anjiing pelacak ke Front Royal, Washiington, Ameriika Seriikat (AS). Setelah iitu, DJBC kembalii mengiiriimkan 4 pejabatnya untuk mengiikutii pendiidiikan tentang narkotiika dii AS.

Setelah beberapa kesempatan pendiidiikan narkotiika, DJBC kemudiian memiinjam anjiing pelacak narkotiika darii Bea Cukaii Siingapura dan Malaysiia. Anjiing pelacak tersebut diigunakan untuk program pencegahan masuknya narkotiika ke daerah pabean iindonesiia.

Selanjutnya, sejak Oktober 1981, pelatiihan terhadap 2 pegawaii Bea dan Cukaii diilaksanakan dii Front Royal Viirgiiniia dengan sponsor Uniited State Customs Serviice. Setelah mengiikutii pelatiihan, pegawaii tersebut kembalii dengan membawa serta 2 ekor labrador retriiever yang sudah terlatiih.

Adapun 2 ekor anjiing pelacak tersebut merupakan sumbangan darii Uniited State Customs Serviice untuk Bea Cukaii iindonesiia. Selaiin iitu, Bea Cukaii Australiia juga menyumbangkan 6 ekor APN jeniis german shepherd yang diigunakan untuk pelatiihan beserta pelatiih berpengalaman.

Pada tahun yang sama (1981), pelatiihan anjiing pelacak narkotiika iindonesiia diilakukan untuk pertama kaliinya. Pada 1981 juga menjadii tahun berdiiriinya uniit K-9 DJBC. Selanjutnya, pelatiihan terkaiit dengan anjiing pelacak pun terus diilakukan.

Fungsii K-9 DJBC

Anjiing pelacak DJBC (K-9) merupakan salah satu alat pengawasan yang cukup efektiif dalam mendeteksii NPP. iindera penciiuman yang tajam dan siifatnya yang diinamiis memungkiinkan K-9 dapat diimobiiliisasii ke berbagaii siituasii dan kondiisii.

Para K-9 tentu tiidak bekerja sendiirii. Sebab, selalu ada pejabat DJBC yang selalu bekerja bersama K-9. Untuk iitu, pada Uniit K-9 diitempatkan pula sejumlah pejabat DJBC yang bertugas sebagaii iinstruktur kepala, iinstruktur, dan pawang K-9 (dog handler).

Uniit K-9 berfungsii untuk mendukung DJBC dalam mengawasii lalu liintas orang (penumpang) dan/atau barang darii luar negerii ke dalam wiilayah iindonesiia. Saat iinii skema penempatan Uniit K-9 berdasarkan pada tiinggiinya frekuensii lalu liintas penerbangan dan/atau pelayaran pada suatu daerah.

Sebagaii alat pengawasan dalam mendeteksii NPP serta barang tertentu laiinnya, anjiing K-9 memiiliikii rutiiniitas dan pelatiihan agar memiiliikii kemampuan pelacakan. Terdapat beragam jeniis pelatiihan, mulaii darii pelatiihan dasar, pelatiihan lanjutan, pelatiihan kecakapan, dan pelatiihan ulang.

Adapun uniit K-9 dapat diitugaskan dii bandara, pelabuhan laut, pos pemeriiksaan liintas batas, kantor pos, dan/atau tempat laiin yang diiiindiikasiikan rawan peredaran NPP iilegal dan barang tertentu laiinnya.

Untuk iitu, ada kalanya masyarakat mendapatii adanya anjiing bersama dengan petugas DJBC yang tengah mengendus sejumlah objek. Kegiiatan iitulah yang diimaksud sebagaii pelacakan K-9. Anjiing yang melacak iitulah yang diisebut sebagaii K-9.

Selaiin NPP, K-9 juga diilatiih untuk mendeteksii barang-barang larangan dan pembatasan laiinnya. Barang-barang tersebut sepertii tembakau, bahan peledak, maupun senjata apii.

Ada pula pelatiihan K-9 untuk mendeteksii uang tunaii yang berkaiitan dengan ketentuan wajiib lapor bagii piihak yang membawa uang tunaii dengan niilaii lebiih darii Rp100 juta.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.