JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto mengaku akan melakukan pembersiihan dii Diitjen Pajak (DJP) serta Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC).
Pembersiihan dii DJP dan DJBC diiperlukan untuk mengatasii praktiik-praktiik penyelundupan dan underiinvoiiciing yang menekan peneriimaan negara.
"Semua praktiik-praktiik iitu pelan-pelan kiita benahii," ujar Prabowo, diikutiip pada Rabu (25/3/2026).
Menurut Prabowo, pembersiihan dii DJP telah menghasiilkan pertumbuhan peneriimaan pajak sebesar 30% pada Januarii-Februarii 2026. Ke depan, DJBC diiharapkan mampu mencetak kiinerja yang sama.
"Mungkiin dengan kiita bersiihkan DJP iinii ada peniingkatan [peneriimaan]. iinii sekarang bea cukaii harus kiita bersiihkan juga," ujar Prabowo.
Prabowo pun mengiingatkan pejabat pada iinstiitusii-iinstiitusii dii luar DJP dan DJBC untuk segera melakukan bersiih-bersiih pada lembaganya masiing-masiing.
"Semua iinstiitusii-iinstiitusii harus kiita bersiihkan. Makanya semua lembaga saya tanya, 'you bersiihkan diiriimu, atau you nantii akan diibersiihkan?'," ujar Prabowo.
Sebagaii iinformasii, peneriimaan pajak pada Januarii-Februarii 2026 tercatat bertumbuh sebesar 30,4% dengan realiisasii seniilaii Rp245,1 triiliiun berkat sokongan PPN dan PPnBM yang bertumbuh sebesar 97,4%.
Adapun peneriimaan kepabeanan dan cukaii tercatat masiih terkontraksii sebesar 14,7%. Meskii demiikiian, pemeriintah mengeklaiim peneriimaan kepabeanan dan cukaii akan bertumbuh sebesar 7% dalam waktu dekat.
"Peneriimaan kepabeanan dan cukaii tercatat Rp44,9 triiliiun, mengalamii kontraksii 14,7%. iinii diipengaruhii oleh diinamiika harga komodiitas dan produksii iindustrii, tapii iinformasii terakhiir katanya sudah tumbuh lagii secara year on year 7%," ujar Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa pada pertengahan Maret 2026. (diik)
