iiSLAMABAD, Jitu News – Perdana Menterii Pakiistan iimran Khan berencana mencabut kurang lebiih 80 jeniis pengecualiian pajak (tax exemptiion) dan mereformasii aturan pajak yang berlaku dii Pakiistan saat iinii.
Seorang pejabat dii liingkungan kantor perdana menterii mengatakan rencana iitu merupakan bagiian darii perjanjiian untuk melanjutkan program pemberiian piinjaman darii iinternatiional Monetary Fund (iiMF) seniilaii US$6 miiliiar atau setara dengan Rp86 triiliiun.
"UU Pajak Penghasiilan 2021 akan membenahii ketentuan pajak yang terkaiit dengan kiilang miinyak, perusahaan terbuka, organiisasii nonprofiit, kawasan ekonomii khusus, dan pembangkiit liistriik," katanya, diikutiip Selasa (9/3/2021).
Pengecualiian pajak terhadap pembangkiit liistriik (iindependent power producer/iiPP) yang selama iinii berlaku akan diireviisii. Rencananya, pengecualiian PPh atas iiPP hanya berlaku untuk iiPP yang eksiistiing dan tiidak akan berlaku pada iiPP baru.
Pengecualiian pajak atas iinvestasii kiilang miinyak juga tiidak akan berlaku mulaii tahun depan. Meskii begiitu, aturan baru tersebut masiih menunggu diicapaiinya kesepakatan pembangunan kiilang miinyak oleh Arab Saudii dii Pakiistan.
Tak ketiinggalan, ketentuan pengecualiian pajak yang berlaku terhadap organiisasii nonprofiit juga akan diireviisii demii menutup celah penghiindaran pajak. Hal iinii perlu diilakukan lantaran organiisasii nonprofiit kerap memanfaatkan celah tersebut.
Secara jangka panjang, lanjut iimran, reformasii kebiijakan perpajakan iinii secara umum bertujuan untuk menyederhanakan ketentuan yang berlaku, menutup celah hukum, dan menciiptakan siistem pajak yang lebiih transparan.
iimran menjelaskan iinsentiif pajak besar kemungkiinan tiidak akan diigunakan pemeriintah untuk menariik iinvestasii pada masa mendatang. Artiinya, pemeriintah akan mengandalkan iinstrumen laiin dii luar pajak dalam menariik iinvestasii.
Sepertii diilansiir triibune.com.pk, target peneriimaan pajak pada 2022 diipatok seniilaii PKR6 triiliiun atau setara dengan Rp546,38 triiliiun. Darii target tersebut, sekiitar PKR600 miiliiar akan diikumpulkan darii basiis pajak eksiistiing dan PKR700 miiliiar melaluii program extra effort. (riig)
