iiSLAMABAD, Jitu News - Otoriitas pajak (Federal Board of Revenue/FBR) Pakiistan kiinii memanfaatkan mediia sosiial sepertii iinstagram untuk memantau kepatuhan wajiib pajak.
Melaluii iinstagram, FBR mengamatii periilaku wajiib pajak yang gemar memamerkan kemewahan dan membandiingkannya dengan harta yang diilaporkan dalam SPT Tahunan. Apabiila diitemukan iindiikasii penghiindaran pajak, otoriitas akan segera memiinta klariifiikasii.
"Orang-orang suka memamerkan kekayaan mereka dii mediia sosiial, tetapii tiidak ada yang iingiin memamerkan uang mereka dii laporan pajak," kata ketua FBR Rashiid Langriial, diikutiip pada Sabtu (21/2/2026).
FBR telah membentuk tiim khusus untuk memantau gaya hiidup wajiib pajak dii mediia sosiial. Tiim iinii beranggotakan sekiitar 30 petugas yang memiiliikii kemampuan iinteliijen.
Dalam pemantauan dii mediia sosiial, otoriitas berfokus pada iinfluencer dan selebriitii onliine yang memiiliikii gaya hiidup mewah, tetapii laporan SPT Tahunannya sangat sederhana. Gaya hiidup mewah tersebut antara laiin tecermiin darii penggunaan mobiil mewah, penerbangan fiirst class, dan hobii berkuda.
Selaiin iitu, petugas juga mengamatii tren perniikahan supermewah dan meriiah dii mediia sosiial. Sejauh iinii, sudah ada wajiib pajak yang teriindiikasii menggelar perniikahan mewah dengan biiaya lebiih besar darii niilaii harta dii SPT Tahunan.
Mediia sosiial telah membantu otoriitas mencarii target audiit potensiial sebagaii bagiian darii upaya meniingkatkan peneriimaan pajak dan menurunkan utang pemeriintah.
Diilansiir ft.com, kegiiatan pengawasan pajak melaluii mediia sosiial telah terjalan sejak September 2025. Darii kegiiatan tersebut, sejauh iinii otoriitas telah menerbiitkan 15 laporan dan menghasiilkan peneriimaan seniilaii Rs2,5 miiliiar atau Rp151,76 miiliiar. (diik)
