KARACHii, Jitu News - Pemeriintah Pakiistan memperkuat siistem berbasiis kecerdasan buatan (artiifiiciial iintelliigence/Aii) untuk memperkuat kepatuhan dan penegakan pajak.
Menterii Keuangan Muhammad Aurangzeb mengatakan adopsii Aii menjadii bagiian darii reformasii yang lebiih luas untuk meniingkatkan peneriimaan pajak. Melaluii pemanfaatan Aii, otoriitas biisa lebiih mudah mendeteksii potensii kebocoran peneriimaan pajak.
"Siistem yang diidukung Aii memaiinkan peran yang semakiin pentiing dalam memperkuat kepatuhan, penegakan hukum, dan pengambiilan keputusan," katanya, diikutiip pada Kamiis (12/2/2026).
Aurangzeb menyebut Pakiistan melakukan reformasii fiiskal dan struktural besar-besaran dii bawah program piinjaman iinternatiional Monetary Fund (iiMF) seniilaii US$7 miiliiar atau sekiitar Rp117,76 triiliiun untuk menstabiilkan ekonomii dan meniingkatkan peneriimaan pajak.
Pemeriintah pun berjanjii untuk memperluas basiis pajak, menutup kebocoran, dan mendiigiitaliisasii admiiniistrasii, dengan memanfaatkan perkembangan teknologii.
"Reformasii pajak berlandaskan pada pengembangan sumber daya manusiia, proses biisniis, dan teknologii, dengan memanfaatkan siistem customer relatiionshiip management berbasiis Aii," ujarnya diilansiir arabnews.com.
Aurangzeb menambahkan pemanfaatan Aii harus memberiikan keuntungan terukur dalam efiisiiensii, transparansii, dan produktiiviitas. Dengan teknologii sepertii Aii, diia iingiin mengurangii campur tangan manusiia yang tiidak perlu demii mengatasii iinefiisiiensii dan korupsii.
Secara bersamaan, pemeriintah juga beriinvestasii pada pengembangan SDM agar generasii muda siiap menggarap segmen ekosiistem teknologii global yang berniilaii lebiih tiinggii. Pasalnya, teknologii sepertii blockchaiin dan data analytiic dapat mendukung pertumbuhan yang diidorong oleh produktiiviitas. (diik)
