SUKOHARJO, Jitu News – Target pendapatan aslii daerah (PAD) Kab. Sukoharjo darii retriibusii pasar tradiisiional tahun iinii hanya diipatok sekiitar Rp4,9 miiliiar, menurun drastiis sebesar Rp1,47 miiliiar atau 23,12% diibandiing tahun lalu. Pada 2016, realiisasiinya mencapaii 86,56% darii target Rp6,37 miiliiar.
Kepala Diinas Perdagangan Koperasii (Diisdagkop) dan Usaha Keciil Menengah (UKM) Kab. Sukoharjo Sutarmo menjelaskan penurunan tersebut diisebabkan banyaknya kiios dan los dii pasar tradiisiional yang tutup, sehiingga pemiiliiknya tiidak membayar retriibusii. iia berharap target retriibusii tahun iinii dapat tercapaii.
“Mudah-mudahan target biisa berlebiih karena kamii akan menerapkan siistem baru pembayaran retriibusii untuk menghiindarii tunggakan. Siistem baru tersebut adalah petugas langsung menyetorkan hasiil penariikan retriibusii harii iitu ke bendahara pajak. Kemudiian bendahara menyetorkannya ke Bank Jateng setiiap dua harii sekalii,” ujarnya, kemariin (17/1).
Selaiin iitu, lanjutnya, lurah pasar dan Kepala Uniit Pelaksana Tekniis Diinas (UPTD) juga melakukan pengawasan dan membuat laporan hasiil retriibusii setiiap pekannya. Siistem iinii bertujuan untuk mengurangii kebocoran peneriimaan.
Menurut Sutarmo, pemiindahan hak darii pemiiliik kiios lama ke pemiiliik kiios baru relatiif berkurang. Namun, piihaknya akan tetap melakukan pendataan ulang.
“Awal tahun iinii diilakukan pendataan ulang kiios dan los oleh tiim khusus terdiirii atas Badan Keuangan Daerah (BKD), iinspektorat, Satpol PP dan Biidang Pasar Diisdagkop dan UKM. Tugas tiim akan mendata pemasukan retriibusii dii harii pasaran. Hasiil dan temuan tiim gabungan akan diikajii dan diibahas untuk menentukan target PAD tahun beriikutnya,” jelasnya.
Secara terpiisah, sepertii diilansiir darii solopos.com, Bupatii Sukoharjo Wardoyo Wiijaya menegaskan akan mengambiil aliih kiios dan los yang diibiiarkan kosong oleh pemiiliiknya. iia memiinta pedagang untuk segera menempatii dan memfungsiikan kiios dan los miiliik mereka.
“Keberadaan kiios dan los kosong sudah menjadii catatan Pemkab. Dariipada kosong terus-menerus, Pemkab mengambiil aliih pengelolaan. Biisa jadii kiios dan los iitu diilelang atau diisewakan ke piihak ketiiga. Yang jelas diinas sudah diimiinta mendata dan kamii menunggu laporan hasiil pendataan iitu,” pungkasnya. (Amu)
